Kupas Kisah Purba Pasutri Jadi Batu (1)

Kamis 23 September 2021. Sore hari. Saat mendung hitam menyelimuti pelataran angkasa. Guyuran rintik hujan kecil mungil turun membasahi bumi.

Meski alam kurang bersahabat, Ritmeflores.com tetap bergegas menuju Kampung Lia Nggere, Desa Tomberabu, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende. Sekitar 17 Km dari Ende.

Ritmeflores.com menuju tempat itu dalam rangka melihat secara dekat lokasi sejarah Batu Pasutri di kampung itu. Yakni, Watu Gamba dan Watu Rhewangango.

Setibanya di Kampung Lia Nggere, langit semakin hitam. Hujan mulai mengguyur lebih deras. Lokasi sejarah dua Batu Pasutri Watu Gamba dan Watu Rhewangango tepat persis berada di tempat berbeda, dengan jarak sekitar 15 meter

Untuk mendatangi lokasi Watu Gamba (Batu Perempuan), tentu sangat mudah. Sebab batu perempuan itu berada tepat di pinggir Jalan Trans Flores. Tepatnya di Km 17, Ende.

Sedangkan, Watu Rhewangango (Batu Laki-laki) agak sulit. Sebab letaknya ada tepat di atas bukit. Menurut cerita warisan nenak moyang, di Kampung Lia Nggere, dua batu itu sepasang suami istri.

Mengapa mistis?

Sekitar tahun 1.800-an, kala itu, Pulau Flores pernah digempur bencana alam yang dahsyat. Pasangan suami-istri Rhewangango dan Gamba terlepar ke jurang. Akibatnya, sepasang pasutri itu berubah menjadi batu.

Keterangan Foto : Batu Rewangango (Batu Laki – Laki) Letak Persis Diatas Bukit Jalan Trans Flores Km 18

Sejak itu hingga kini, dua batu itu dinamakan Watu Gamba dan Watu Rhewangango. Batu pasutri itu berada di Kampung Lia Nggere, Desa Tomberabu 2, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.

Frans Gagi (63), saat ditemui Ritmeflores.com di kediamannya, menjelaskan, Watu Gamba dan Watu Rhewangango, sebuah batu raksasa yang dianggap sangat mistis.

Karena, kata dia saat kita melintasi lokasi di dua batu bakal tercium bau tak sedap seperti bau bangkai. Jika yang tercium aroma tak sedap menjadi pertanda buruk bahwa dalam waktu dekat warga di Kampung Lia Nggere Khususnya dan Tomberabu 2 Umumnya akan ada yang meninggal dunia.

Frans Gagi, mengakui bahwa pertanda-pertanda buruk seperti itu terjadi sejak dahulu hingga saat ini. Pertanda buruk itu masih menjadi fakta yang mengerikan.

“Setiap kali kami cium aroma bau busuk di sekitar lokasi Watu Gamba dan Watu Rhewangango, pasti bakal ada yang meninggal,” Ungkap Frans Gagi. (Rian Laka/bersambung)

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||