Pembangunan Jadi Biang Keladi Kecerobohan Pemerintah, AMAN Sorot Delapan Kasus Masyarakat Adat Flores – Lembata

Aliansi Masyarakat Adat (AMAN) Nusa Bunga menyoroti delapan (8) kasus yang dinilai kian menindas masyarakat Adat diseluruh Flores – Lembata. Demikian, dikatakan Philipus Kami, selaku Ketua AMAN Wilayah Nusa Bunga dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Rumah AMAN Nusa Bunga, Jalan Udayana, Onekore – Ende, pada, Juma’t 1 Oktober 2021

Nampaknya, Ia mengatakan, munculnya sejumlah persoalan yang mengatas namakan pembangunan merupakan biang keladi dari kesengajaan dan kecerobohan Pemerintah untuk menindas masyarakat adat diseluruh Flores – Lembata.

Menurutnya, delapan kasus, antara lain, pertama, kasus tanah Masyarakat Adat di Golo Mori, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat yang berbuntut penahanan terhadap 21 anggota Masyarakat Adat.

Kedua, kasus Geothermal Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, ketiga masalah Pembangunan pabrik semen di Luwuk dan Lingko Lolok, Satar Punda – Manggarai Timur.

Keempat, kasus Geothermal Ulumbu di Poco Leok di Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai. Kelima, kasus Geothermal di Dorotei, Mataloko, Kabupaten Ngada yang hingga saat ini tidak pernah ada perhatian dari pemerintah.

Keenam, Masalah Pembangunan Waduk Lambo di Rendu Butowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo.

Ketujuh, kasus HGU Nangahale, Kecamatan Tali Bura – Kabupaten Sikka dan kedelapan, Kasus HGU Hokeng, Kecamatan Wulangitang – Flores Timur.

AMAN Adalah Tameng Pelindung Masyarakat Adat Nusa Bunga

Maka itu, sebagai satu – satunya organisasi massa yang konsisten berpihak terhadap keberadaan Masyarakat Adat di Indonesia, untuk itu, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) akan tetap berdiri sebagai tameng pelindung masyarakat adat Flores Lembata.

Karena, menurutnya kepedulian terhadap sejumlah persoalan yang menimpa Masyarakat Adat baik secara umum di seluruh Indonesia maupun secara khusus di wilayah Flores – Lembata, merupakan tugas AMAN untuk bediri sebagai pelindung.

Ia menambahkan, untuk menanggapi persoalan – persoalan terutama persoalan yang mengatasnamakan pembangunan namun membawa dampak buruk terhadap keberadaan Masyarakat Adat.

“AMAN wilayah Nusa Bunga sebagai satu – satunya organisasi Masyarakat Adat yang ada di Flores – Lembata tentunya sangat prihatin terhadap kejadian – kejadian yang mengatasnamakan pembangunan tersebut”. Tegas Philipus Kami

Beliau mengatakan, Masyarakat Adat yang ada di seluruh daratan Flores dan Lembata saat ini sedang mengalami banyak persoalan sebagai akibat dari dampak pelaksanaan pembangunan

Sehingga AMAN Nusa Bunga secara organisasi mendorong Pemerintah Daerah dan DPRD Flores – Lembata untuk melibatkan Masyarakat Adat menjadi salah satu kekuatan dalam perencanaan pembangunan di masing – masing kabupaten.

Karena, Kata Philipus, Masyarakat Adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mempertahankan dan mewarisi nilai – nilai luhur kepada anak cucu dan generasi ke depan yang juga mejadi kekuatan untuk membentengi pengaruh – pengaruh budaya luar.

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||