Teriakan Puisi

Oleh : Maria Wona

Di jantung perempuan itu dadanya memerah,
setelah ia menyusup kelicikan lelakinya,
saat malam pura-pura menjadi pagi.
Di matanya ia merekam suara senyap,
yang dipantul dinding kesunyian,
kata-kata merayap dalam diam.
.
Lelaki itu menatap tubuhnya,
sedalam tatapan bengis penuh murka,
bahwa kelicikan juga ada padanya.
Sekali waktu perempuan itu bercerita,
menuliskan puisi dengan hati-hati,
seakan semuanya penuh tawa dan bahagia.
.
Perempuan itu rajin menulis puisi,
meski jemarinya selalu saja terantuk,
hingga diksi yang dipilih kurang berisi.
Di kepalanya ia telah menanam mimpi,
mengemas dengan seribu ketenangan,
disana ia menciptakan kehidupan.
.
Pada halaman yang tak terduga,
ia menjadi sosok yang penuh luka,
sebuah puisi berteriak di dalam jiwanya.
Aku mendengarnya dengan seksama,
ada patah yang sempat membuat lara,
namun cinta mengubahnya berbeda.

Ende, 6 Oktober 2021

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||