Investasi Bodong Marak di NTT, OJK Kencangkan Edukasi

Maraknya berbagai penawaran investasi ilegal (bodong) kian menjalar ditengah kehidupan masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Akibatnya, masyarakat menjadi imbas dari kerugian terorganisir.

Kepala Bagian Informasi OJK Provinsi NTT, Anugrah Suteja pada kegiatan Edukasi Keuangan bagi ASN dan Karyawan Kabupaten Ende, Rabu (27/10/2021), di Aula Hotel Grand Wisata, Jalan Kelimutu, Kota Ende, kembali mengencangkan sosialisasi melalui edukasi keuangan.

Ia mengatakan, masyarakat dituntut harus memahami mekanisme pengelolaan keuangan. Karena itu dapat membantu masyarakat terhindar dari segala bentuk penawaran investasi ilegal alias bodong, salah satunya melalui pinjaman online (Pijol) ilegal.

Menurutnya, dalam berinvestasi salah satunta melalui pinjaman online (Pinjol), masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diwajibkan untuk memahami dan menilai dua hal dalam berinvestasi, yaitu legal dan logis. Tegas Anugrah

Lanjut Anugrah, investasi legal berarti lembaga dan produknya terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedang, logis dilihat dari kewajaran dalam memberikan imbal atau hasil yang dijanjikan atau diperoleh. Terangnya

Maka itu, dia menganjurkan, untuk mengetahui legal dan logis, dipersilahkan untuk mengecek legalitas entitas dan produk tersebut melalui Kontak OJK 157 atau Investor Alert Portal pada minisite sikapiuangmu.ojk.go.id. Papar Suteja

Karena, perlu diketahui juga bahwa pinjol legal hanya boleh mengakses camera, microphone, dan location (CAMILAN) pada fitur ponsel konsumen. Pinjol legal dilarang mengakses selain CAMILAN tersebut. Kata Suteja

Selain itu, sebelum menggunakan pinjol, kata dia, kita harus memastikan bahwa pinjaman yang dilakukan sesuai kemampuan, pinjaman dilakukan untuk kepentingan yang produktif, dan memahami manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda dan risikonya. Ujarnya

ASN Tergiur Investasi Bodong 

Selain masyarakat yang menjadi imbas dari investasi ilegal, Bupati Ende, Drs. H Djafar H. Achmad dalam sambutannya mengatakan termasuk Aparatur Sipil Negara pun tergiur bergabung dalam kegiatan ilegal tersebut.

Karena, masyarakat dan ASN terjebak dalam berkembangnya pinjaman online ilegal dengan berbagai tawaran menarik dan menggiurkan yang berdampak kerugian terorganisir.

Ia meyakini bahwa, kondisi ini sebagai akibat dari minim atau kurangnya edukasi atau pengetahuan masyarakat dan ASN terhadap bentuk – bentuk jasa keuangan yang legal atau resmi diakui Negara.

“Ya tidak jarang setelah bergabung pada tawaran layanan jasa keuangan illegal banyak persoalan muncul dimana pada akhirnya membawa kerugian bagi nasabahnya,” Kata Bupati Djafar

Bupati Djafar berharap dengan kegiatan tersebut, para peserta ASN memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan resiko, hak dan kewajiban terkait produk jasa keuangan.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||