Kejam! Cabuli Pembantu Rumah Tangga yang Masih Dibawah Umur, Bos IS Terancam 15 Tahun Penjara

Kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur semakin marak terjadi di Kabupaten Ende. Kali ini, kasus pencabulan tersebut terjadi di Jalan Mahoni RT 01/RW 02 Kelurahan Kota Raja Kecematan Ende Utara, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Pelaku berinisial IS (53) Warga Jalan Mahoni RT 01 RW 01 Kelurahan Kota Raja Kecamatan Ende Utara telah melakukan pencabulan terhadap korban MB (16) yang masih dibawah umur merupakan seorang pembantu di rumah pelaku (tersangka).

Mengenai kasus pencabulan tersebut, polisi menetapkan Pelaku IS sebagai Tersangka dalam kasus Pencabulan terhadap Anak Dibawah Umur dengan Korban berinisial MB (16) tahun.

Hal ini di sampaikan Kapolres Ende AKBP Albertus Andreana SIk yang di dampingi Kasat Reskrim Polres Ende IPTU Jon Suhardi saat menggelar Konferensi Pers di Aula Sat Reskrim, Jumad 29/10/2021.

Albertus menerangkan, Penetapan IS (53) sebagai Tersangka kasus pencabulan anak dibawah umur, setelah penyidik melakukan gelar perkara Internal di tim Reskrim Polres Ende.

Mengenai kronologis kejadian, Kapolres Albertus menerangkan, pada hari Sabtu 23 Oktober 2021 sekitar Pukul 11.00 WITA, Tersangka IS menjemput MB di sekolah dan korban di bawah ke J Hotel jalan Gatot Subroto kelurahan Mautapaga.

Sesampainya di J Hotel, kata Albertus, bahwa tersangka (IS) memesan sebuah kamar, kepada resepcionis Hotel Tersangka menyampaikan bahwa gadis yang di bawah itu adalah anaknya sendiri.

Kemudian, sambung Albertus, pelaku menggandeng korban menuju sebuah kamar di lantai dua yang dipesannya. Setibanya di kamar tersebut, Tersangka mulai melancarkan aksi Persetubuhan dengan Korban.

Lanjut Kapolres Albertus melalui Kasat Reskrim IPTU Jon Suhardi dari hasil Pemeriksaan, Tersangka mengaku bahwa dirinya telah melakukan persetubuhan sebanyak 7 kali dan paling banyak di rumah Tersangka.

Awalnya Keluarga tidak mencurigai perbuatan tersangka karena korban sering keluar masuk di rumah tersangka jelas Kapolres Albertus. Sambungnya, korban diiming – iming akan di berikan Uang, membeli Handphone, dan juga perlengkapan lainnya.

Tersangka di kenakan pasal 81 ayat 2 UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu UU No 1 tahun 2016 tentang Perubahan ke dua atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU dengan Ancama maksimal 15 tahun Penjara.

Saat ini, menurutnya, tersangka ditahan di Polres Ende sejak tanggal 25/10/2021 sehingga tidak benar jika ada isu yang mengatakan kalau pelaku belum di tahan. Ujar Kapolres Albertus

Sementara, untuk kasus pencabulan anak di bawah umut, pihaknya akan memproses sesuai dengan SOP yang berlaku. Kata albertus

“Siapapun yang terlibat, perlu dicatat semua Warga Negara tanpa terkecuali, diperlakukan sama di mata Hukum. Tegas Kapolres Albertus

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||