NEWS  

Gawat! Kota Ende “Dikepung Banjir dan Diserbu Longsor”

Dikala musim penghujan melanda wilayah Kota Ende, sejumlah kawasan di pusat kota ende menjadi spot rawan banjir dan rawan longsor menyebabkan area pemukiman warga menjadi imbas dari genangan air dan terancam longsor.

Kamis, 18 November 2021, Kota Ende diguyur hujan lebat dari semalam hingga sekarang ini, mengakibatkan, sejumlah area jalan hingga area pemukiman warga disekitar Kota Ende dikepung banjir dan diserbu longsor.

Penelusuran Ritmeflores.com, area atau kawasan yang menjadi spot rawan banjir, yakni, sepanjang Jalan Wirajaya (5 simpul) Jalan Melati (1 simpul), Jalan Kelimutu (1 simpul), Jalan Ahmad Yani (4 simpul) Jalan Gatot Subroto (5 simpul), hingga lingkar luar arah barat (1 simpul) dan selatan (1 simpul) menjadi spot rawan longsor.

Sedangkan, area atau kawasan yang menjadi spot rawan longsor terjadi yakni, disepanjang jalan trans flores arah barat (Ndao) dan disepanjang jalan arah selatan menuju Kapela Stasi Sebastianus Martir Nanganesa.

Enam Belas Simpul Langganan Banjir

Pantauan Ritmeflores.com di sepanjang jalan wirajaya terdapat lima (5) simpul genangan air yang menjadi spot rawan banjir, memantik aliran air hujan masuk area pemukiman warga sekitarnya.

Diantaranya, sekitar kompleks Kampus Akper Ende, Kantor Golkar Ende, Sekolah SMAK Syuradika Ende dan Kompleks Sekolah SMPK Maria Goreti Ende.

Pantauan Ritmeflores.com, disepanjang Jalan Melati (bawah), terdapat satu (1) simpul genangan air yang menjadi rawan banjir sehingga memantik aliran air masuk area pemukiman warga. Sedangkan jalan Kelimutu terdapat satu (1) simpul.

Selain itu, disepanjang Jalan Ahmad Yani pula mengalami nasib serupa. Terdapat empat (4) simpul genangan air yang memantik aliran air masuk menembus pemukiman warga.

Diantaranya, yaitu kompleks pertokoan (Roxi), kompleks perhotelan (Iklas), kompleks Sekolah MIN Ende, hingga area simpang lima kota Ende.

Sementara, disepanjang jalan Gatotsubroto terdapat lima (6) simpul genangan air dibadan jalan, memantik aliran air menembus masuk pemukiman warga sekitar.

Diantaranya, yaitu Kompleks Bandara Haji Hasan Aerobusman Ende, Kompleks BNI, kompleks Universitas Stipar Ende, kompleks Pertokoan (Hero Swalayan), Kompleks Rumah Makan.

Dua Simpul Rawan Longsor

Dikala musim penghujan melanda wilayah kota ende, yang dialami masyarakat tidak hanya banjir melainkan longsor. Baru – baru ini longsor terjadi diarea jalan trans flores arah barat dan jalan dserah arah selatan.

Untuk arah barat jalan trans flores Kecamatan Ende dan sekitarnya, ditemukan satu (1) simpul rawan longsor yaitu di area Ndao sekitarnya, sehingga mengakibatkan laju lalu lintas kendaraan terhambat.

Keterangan Foto : Longsor di area Jalan Trans Flores arah Barat (Ndao)

Terhambatnya lalu lintas dipicu oleh karena, tumpukan material longsor berupa batu – batuan dan tanah uruk basah menutupi badan jalan trans flores.

Sementara, arah selatan disekitar Kecamatan Ndona pun mengalami hal serupa bahkan lebih parah, yaitu longsor diarea jalan menuju Kapela Stasi Santo Sebastianus Martir Nanganesa.

Keterangan Foto : Longsor Area Jalan Menuju Stasi Santo Sebastianus Martir Nanganesa

Pantauan Ritmeflores.com, terlihat badan jalan menuju Kapela Stasi Santo Sebastianus Martir Nanganesa, retak dan terbelah menyebabkan warga yang bermukim disekitar Kapela tidak nyaman dan selalu berwaspada.

Namun hingga kini, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende melalui Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Ende, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ende dan Dinas terkait lainnya belum bisa dikonfirmasi Ritmeflores.com mengingat hujan belum sepenuhnya redah.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||