NEWS  

Pemerintah dan DPRD Ende Dinilai Sontoloyo Ngurus Banjir dan Longsor

Disetiap musim penghujan tiba, Kota Ende layak disebut sebagai salah satu kota mini penimbun banjir seperti Jakarta. Pasalnya, Pemerintah dan DPRD Kabupaten Ende dianggab sangat sering bikin heboh alias gagal ngurusin banjir dan longsor di Kota Pancasila.

“Ya tidaklah heran, kalau masyarakat yang menetap di wilayah gempuran Banjir dan Longsor seringkali menjadi korban dari ‘sontoloyo’ kebijakan Pemkab Ende dan DPRD Ende dalam mengatasi masalah tersebut”. Ungkap Ketua PMKRI Cabang Ende, Erikson Rome, Jumad, 19 November 2021

Mengutip data yang dirilis Ritmeflores.com sebelumnya, menurut Erik Rome, terdapat sebanyak lima (5) simpul jalan dalam Kota Ende dan dua (2) simpul lingkar luar Kota Ende yang menjadi sasaran empuk banjir dan longsor.

Spot rawan banjir diantaranya, Jalan Wirajaya terdapat 5 simpul, Jalan Melati 1 simpul, Jalan Kelimutu 1 simpul, Jalan Ahmad Yani 4 simpul, Jalan Gatot Subroto 5 simpul, dan hingaa lingkar luar arah barat 1 simpul) dan selatan 1 simpul) menjadi spot rawan longsor. Kutip Erik Rome

Kenyataan pahit ini berarti, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende menilai Pemkab Ende dan DPRD Ende dianggab gagal mengatasi masalah banjir dan longsor di Kabupaten Ende.

Karena, mengingat kondisi drainase berukuran kecil menyebabkan aliran air yang dipicu hujan deras meluap dari saluran hingga mengalir deras dibadan jalan hingga nyasar menembus area pemukiman warga masyarakat disekitar wilayah itu.

Menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Ende dibawah kendali Bupati Djafar Achmad dan Wakil Bupati Terpilih Erikos Emanuel Rede, serta Lembaga DPRD Ende segera bertindak konkrit dan solutif untuk mengatasi persoalan banjir dan longsor di Kabupaten Ende.

Karena mengingat, Kata Erik Rome, masalah banjir dan longsor di kota ende bukan baru kali ini terjadi melainkan sudah seringkali terjadi, namun, persoalan longsor dan terutama banjir belum bisa diatasi.

Hal ini membuktikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Ende harus menemukan formula pembangunan yang tepat saji sehingga masalah banjir dan longsor sesegera mungkin dapat teratasi.

Mengapa Belum Diatasi?

Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende menduga jangan sampai pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Ende dan DPRD Ende terlalu acuh dan merasa tidak penting menyikapi masalah terutama banjir di 16 simpul kota ende.

“Kami anggab Pemkab Ende dan DPRD Ende dinilai sonyoloyo dalam menelurkan kebijakan konkrit untuk mengatasi masalah banjir dalam kota Ende”. Ujar Erik Rome

Disamping itu, Erik Rome menyoroti akan lemahnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan saluran drainase untuk membuang sampah dalam volume besar di saluran drainase yang sempit dan kecil.

“Ya jangan heran kalau sampah tersumbat dimana – mana. Itu akibat minimnya kesadaran masyarakat memanfaatkan saluran drainase jalan”. Tuturnya

Berjibaku Hadang Banjir

Jumad, 19 November 2021, Ibrahim Saleh, salah seorang warga yang menetap di Jalan Gatotsubroto, ditemui Ritmeflores.com mengutarakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Ende tidak bisa terus membiarkan kerawanan banjir terus terjadi di Kota Ende.

Dia mendesak kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ende dan DPRD Ende segera menemukan solusi konkrit yang tepat agar banjir tidak terjadi lagi di kota ende, khususnya dijalan Gatotsubroto, Ende

“Ya Pemerintah dan DPR harus segera menganggarkan untuk biaya pembangunan drainase. Kalau tidak, setiap musim hujan, kami harus berjibaku melawan banjir dan sampah. Jadi jangan heran kondisi yang kami rasakan seperti begini”. Tutur Ibrahim

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||