Bela Masyarakat Adat, PMKRI Cabang Ende Tolak Lokasi Pembangunan Waduk di Lowose

Hampir disetiap wilayah yang tersebar di Negara Republik Indonesia, seringkali terancam dan tertindas akibat hadirnya pembangunan bertubuh raksasa. Realita pahit ini, kembali menorehkan sejarah buruk di Kabupaten bungsu yaitu Nagekeo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dimana, kehidupan masyarakat adat Lambo, Ndora dan Rendu sedang berada diambang batas kegelisahan paling perih bahwa apabila pembangunan waduk raksasa dipaksakan untuk dibangun, maka tak heran jika mereka akan kehilang kultur dan tradisi adat istiadat di wilayah setempat.

Dengan menyikapi kondisi tersebut, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende mengarahkan keberpihakannya terhadap Masyarakat Adat Lambo, Ndora dan Rendu, turun melakukan aksi unjuk rasa di Kabupaten Nagekeo Senin, 22 November 2021.

Dakam aksi unjuk rasa dibawah komando PMKRI Cabang Ende bersama masyarakat adat, menyampaikan bahwa mereka mendukung pembangunan waduk lambo di Kabupten Nagekeo, namun menolak lokasi pembangunan waduk yang berada di Lowose.

Ketua Presidum PMKRI Cabang Ende Oktovianus E. Rome mengatakan Melihat persoalan kemasyarakatan yang terjadi Kabupaten Nagekeo terkhususnya Masyarakat Adat Lambo, Ndora dan Rendu.

PMKRI sebagai organisasi perjuangan dan pergerakan sangat tergerak hati serta pikiran untuk terlibat langsung dengan segera mengambil langkah – langkah sebagai bentuk perwujudan perjuangan riil yang di emban oleh kaum intelektual yang didasari pada Visi dan Misi PMKRI.

Dijelaskannya, Perjuangan PMKRI tertuang dalam Visi “Terwujudnya Keadilan Sosial, Kemanusiaan dan Persaudaran Sejati” dan Misi “Berjuang Dengan Terlibat dan Berpihak Kepada Kaum Tertindas Melalui Kaderisasi Intelektual Populis yang Dijiwai Nilai-Nilai Kekatolikan Untuk Terwujudnya Keadilan Sosial, Kemanusiaan dan Persaudaraan Sejati.

Enam Tuntutan PMKRI Cabang Ende

Maka untuk itu, dalam aksi demonstrasi PMKRI Cabang Ende dan masyarakat Adat Lambo, Ndora dan Rendu termuat enam tuntutan PMKRI Cabang Ende yang termuat dalam pernyataan sikap, sebagai berikut,

Pertama, PMKRI Cabang Ende bersama Masyarakat Adat Lambo dengan tegas menolak pembanguan waduk Lambo yang berlokasi di Lowose

Kedua, PMKRI menyatakan Mosi tidak percaya terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo karena dinilai tidak transparansi dan akutabilitas dalam proses pembangunan Waduk Lambo.

Ketiga, PMKRI Cabang Ende mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo segera menfhentikan segala aktifitas terkait dengan pembangunan Waduk yang berlokasi di Lowose.

Keempat, PMKRI Cabang Ende mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap masyarakat di lokasi pembangunan Waduk.

Kelima, PMKRI Cabang Ende mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II untuk segera melakukan survey dan kajian dilokasi alternatif yakin Lowopebu dan Malawaka.

Keenam, PMKRI Cabang Ende mendesak Kementerian PUPR RI untuk segera mencopot Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS), karena dinilai tidak bertanggung jawab.

Namun, menurut PMKRI Cabang Ebde, apabila PEMDA Kabupaten Nagekeo tidak mengindahkan tuntutan ini, maka PMKRI Cabang Ende bersama masyarakat Adat Lambo akan terus menggalang kekuatan.

Selain menggalang kekuatan, PMKRI Cabang Ende akan menggalang sumber daya untuk terus melakukan penolakan pembangunan Waduk Lambo di Lowose hingga pada tingakat atau level yang lebih tinggi.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||