Kapolres Ende Pimpin Mediasi Masalah Pengklaiman Hak Ulayat Desa Nggesabiri

Masalah pengklaiman hak ulayat sering terjadi disetiap daerah yang tersebar di Indonesia, salah satunya masalah pengklaiman tersebut terjadi pula disebuah Desa bernama Nggesabiri, Kecamatan Derukeli, Kabupaten Ende.

Namun mengenai perihal permasalahan pengklaiman hak ulayat di Desa Nggesabiri tersebut, Kapolres Ende AKBP Albertus, SIK pimpin sebagai mediator guna mendamaikan masalah pengklaiman tersebut.

Mediasi dilaksanakan di ruangan PPKO Polres Ende untuk melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Dalam Rangka Persiapan Mediasi Permasalahan Klaim Hak Ulayat di Desa Nggesabiri, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende. Kamis (25/11/21) pukul 09.30 wita.

Pantauan media, setelah pembukaan oleh Kapolres Ende dilanjutkan dengan Paparan oleh Kapolsek Maurole tentang latar belakang permasalahan yang terjadi antara Mosalaki Tebegai dengan Saferius Rengga sampai dengan adanya laporan polisi dari Mosalaki Tebegai tentang dugaan tindak pidana pengancaman, serta upaya yang telah dilakukan oleh Polsek Maurole terkait permasalahan berikut.

Kapolres Ende, Albertus mengatakan Pemda Ende melalui Kesbangpol Ende harus segera membuat pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Untuk itu, Polres Ende dan Kodim 1602 Ende menyatakan siap mem- back up pelaksanaan pertemuan.

Untuk kasus yang di tangani Polsek agar segara dilakukan gelar perkara dan kasus akan di tarik ke Polres Ende untuk menjaga netralitas Polsek Maurole.

Dari hasil mediasi sementara disepakati akan dilaksanakan pertemuan kembali oleh tim mediasi, tanggal 29 akan dilaksanakan Rapat Forkopinda Kabupaten Ende yang akan membahas permasalahan tersebut, selanjutnya akan  ditentukan waktu untuk mediasi.

Semenatara, dalam rapat koordinasi untuk mediasi, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusa Bunga ( AMAN) Diwilayah Lio, Philipus Kami mengutarakan pada dasarnya memiliki kampung- kampung yang didalamnya memiliki pemimpin- pemimpin kecil yang sudah ada sejak dahulu.

Karena diantara para pemimpin yang tersebar di wilayah Lio Kabupaten Ende memiliki peran masing – masing, dan para pemimpin di wilayah Lio, Kabupaten Ende, masing- masing memiliki hak ulayat yang disebut tanah adat.

Untuk itu, dengan melihat kejadian tersebut, menurut Philipus Kami bahwa kejadian ini merupakan luka lama, sehingga perlu dilakukan pemetaan antara tanah milik seseorang dengan tanah adat. Ujarnya

Pantauan media, kegitan dipimpin oleh Kapolres Ende AKBP Albertus Andreana, S.I.K.,. didampingi Kaban Kesbangpol Kab. Ende (mewakili Bupati Ende), Pasiops Kodim 1602 (mewakili Dandim 1602/Ende) dihadiri oleh Wakapolres Ende, Ketua Aliasnsi Masyarakat Adat Nusa Bunga (AMAN), Camat Detukeli, Danramil Maurole, Kapolsek Maurole,  Kabagops, Kabag SDM, Kasatintelkam Polres Ende.

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||