Nestapa! Longsor Padamkan Suluh Pendidikan di Kampung Udik Detupau

Kemeriahan ‘Hari Guru Nasional’ sedang rame dirayakan diseantero Indonesia. Namun gaung kemeriahan tahun ini, kembali meninggalkan nanar duka lara dalam batin warga khususnya para murid dan para guru yang total mengabdi di Sekolah Dasar Katolik Detupau, Desa Likanakan, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Kamis 25 Desember 2021, Ritmeflores.com dalam padatnya peliputan, menerima kabar duka dari salah seorang petugas keamanan Polsek Wolowaru bernama Yan bahwa di Desa Likanaka, telah terjadi longsor akibatnya suluh pendidikan di kampung tersebut padam total.

Namun, nestapanya, sampai saat ini belum ada sentuhan kepedulian dan keprihatinan tulus dari Pemerintah Daerah Kabupate Ende dibawah kendali Bupati Djafar Achmad dan Wakil Bupati terpilih Erikos Emanuel Rede, menggerakan Dinas terkait mengirimkan alat berat untuk mengevakuasi bongkahan tanah dan bebatuan akibat longsor di Kampung Detupau, Wolowaru.

Melalui sambungan telepon seluler, Vikar Laka kepada Ritmeflores.com menuturkan sudah satu minggu longsor di jantung jalan yang menghubungkan dua dusun yakni dusun kerabo – gagaria menuju kampung detupau belum mampu dievakuasi. Karena ketiadaan alat berat.

Kondisi ini, menyulitkan warga sekitar untuk beraktifitas. Karena, seluruh akses transportasi, perekonomian dan terlebih khususnya akses pendidikan untuk guru untuk menjakankan pengabdian dan para murid untuk mengeyam pendidikan di SDK Detuapu putus total. Kata Vikar Laka

Realita pahit ini, menyebabkan harapan warga detupau sekitarnya terkhususnya enam (6) orang guru dan 64 murid sekolah tidak mampu bangkit dari ketertinggalam pendidikan akibatnya semangat dan cita – cita mereka untuk menerangkan suluh pendidikan di kampung Detupau karam dalam harapan.

Swadaya Warga Disulap Jadi Alat Berat 

Pengakuan Vikar Laka bahwa selama satu minggu warga kesulitan mengakses jalan tersebut. Karena longsor belum bisa dievakuasi. Sehingga, melalui swadaya seluruh warga di kampung itu berinisiatif mengevakuasi longsor.

Namun meskipun demikian, swadaya warga hanya bisa semampu mereka untuk merakit jalan tikus sehingga bisa dilewati warga dan anak – anak sekolah dari dua dusun tetangga untuk mengenyam pendidikan di SDK Detupau.

Selain itu, sambung Vikar Laka, sayangnya kalau hujan kembali melanda, maka para murid terpaksa diliburkan sementara waktu dan dihimbau oleh sekolah untuk belajar di rumah masing – masing.

“Ya kalau tidak hujan, anak – anak sekolah harus berjibaku melewati jalan sempit yang dirakit warga untuk pergi ke sekolah. Tapi kalau hujan anak – anak sekolah diimbau belajar di rumah karena takut longsor”. Ujar Vikar

Pihaknya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Ende segera merespon peristiwa ini dengan memerintahkan dinas terkait untuk mengevakuasi longsor di jalab tersebut.
Harap Vikar Laka

Karena mengingat kami juga adalah warga Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur yang pantas dan layak mendapatkan perhatikan penuh oleh Pemerintah Kabupaten Ende. Ucapnya

Keterangan Foto : Kondisi Longsor di Kampung Detupau, Kecamatan Wolowaru

Senada, seorang warga dusun Kerabo Ramos Fedhi mengatakan, longsor terjadi sudah satu minggu namun Pemerintah belum merespon untuk mengirimkan alat berat untuk mengevakuasi timbunan longsor berupa gumpan tanah dan batu di jantung jatung tersebut.

“Ya kami sebagai orang tua dari anak – anak sekolah, mengharapkan kepada Pemerintah Desa Likanaka, Kecamatan Wolowaru, untuk segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ende, sehingga dapat memgirimkan alat berat untuk evakuasi bongkahan longsor di Jalan tersebut”. Ujar Ramos

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||