Mengais Romansa Kenangan di Ae Bhoko Desa Raburia

Alam raya tampak cerah nan sejuk. Kicauan burung pipit pun terasa merdu siul di gendang telinga. Sehingga, seisi jiwa dan raga yang begitu lelah full time bertaruh kaku dengan peliknya kesibukan, akhirnya sembuh.

Sore itu, Minggu 21 November 2021, beberapa waktu lalu Ritmeflores.com ditemani mantan pacar bernama Faustina, kami mendatangi salah satu spot destinasi Air Terjun, bernama “Ae Bhoko” yang berbentuk tiwu atau kolam.

Ae Bhoko terletak di Desa Raburia, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende. Untuk menuju ke lokasi itu, Jarak dari Kota Ende, tidak begitu jauh, hanya sekitar 14 Kilometer.

Setiba di Km 14, kami berdua harus melintasi terjalnya jalan tikus ada dua etape yang cukup menggertak nyali, karena untuk tiba di pusat muara Ae Bhoko, kami harus mandi keringat.

Dua Etape Bersama Faustina

Pada etape pertama, Pintu masuk menuju spot destinasi Ae Bhoko itu, dimulai dari ujung jembatan Km 14. Jalan stampaknya terlihat, lumayan rapi, bagus dan cukup curam. Bahkan kondisi jalan meliuk-liuk seperti lekukan ular piton tidur di tengah hutan.

Namun, Jalan setapak sepanjang setengah Km itu, hanya diperuntuhkan khusus untuk kendaraan roda dua. Sebab, Jalan stapaknya sangat sempit. Karena lebarnya hanya sekitar 1 Cm saja.

Tetapi, sore itu, bersama mantan kekasih yang laris disapa sayang bermodal nekad, mampu menuntaskan etape pertama dengan sebuah sepeda motor biru putih merek Vino hingga tiba di tempat itu.

Pada etape kedua, kami berdua harus membasmi tantangan yang tidak gampang. Apalagi, kami harus berjalan kaki sekitar 100 meter, melewati beberapa pendakian, tanah licin dan penuh bebatuan itu.

Keterangan Foto : Mantan Pacar bernama Faustina

Kepada Ritmeflores.com, Faustina menuturkan, sungguh luar biasa indahnya tempat ini. Tapi dengan kondisi Jalan seperti ini, bilang faustina, ema kita harus Jalan hati-hati. Ucapnya sembari main mata.

Karena, alasannya takut terpeleset dan jatuh ditengah hutan. kami berdua saling pegang tangan loh. Ya, lumayan romantis la. Ehmm. Hihihi.

Setelah berhasil membasmi etape kedua, sungguh ternyata panorama alam dengan latar landscape air terjun Ae Bhoko, sungguh sangat indah dan menakjubkan.

Disana, terlihat ada beberapa kelompok anak muda sedang asyik selvi dan santai – santai di tempat itu. Bahkan ada beberapa pasang keluarga mereka sedang asik menikmati panorama alam, Ae Bhoko.

Wawancara Opa Roy

Kepada Ritmeflores.com. Penjaga lokasi Ae Bhoko bernama Martin Ziu yang telar disapa Opa Roy (75) menjelaskan bahwa, sudah banyak pengunjung yang datang kesini. Baik dari pengunjung lokal sampai dengan turis-turis, sudah banyak datang ke Ae Bhoko.

Disini mereka melakukan banyak aktivitas, mulai dari, mandi di tiwu yang berbentuk kolam itu. Bakar ikan. Nyanyi – nyanyi dengan gitar. Sampai pada, foto-foto dan Shoting di Ae Bhoko. Setelah itu mereka pulang dengan membawakan sampah plastik.

Roy mengaku bahwa, disini saya sudah membuat toilet umum. Hanya toilet belum dimanfaatkan. Karena belum rumah penutup toilet. Ya dana masih kurang Pak. Ucap Roy saat diwawancarai di Lokasi Ae Bhoko.

Ia berharap, kepada Pemerintah dapat menyumbangkan sedikit anggaran untuk mendukung pembangunan fasilitas di lokasi Air Terjun bernama Ae Bhoko itu.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||