Menenun Mimpi Dalam Gerobak Kopi Tepi Jalan

Tepian pasir putih yang dirakit berbentuk persegi, dihiasi taburan lampu kuning langsat, ditambah, landscape pemandangan pantai ria, seketika lelah dan rasa kantuk pun terbunuh.

Malam kliwon itu, telah menyapa, memanggil dan menyambut, kedatangan Ritmeflores.com mengais nyaman berkunjung di cafe bernama Gerobak Kopi Tepi Jalan.

Cafe semi permanen yang dirakit anak muda mileneal dengan desain konsep serba dinamis, berada di area pesisir pantai ria Jalan Bhakti, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende.

Anak muda mileneal itu, bernama Darwis (25) merupakan buah kasih dari ‘Ayah Thalib Abdurahman dan Ibu Nudiana’. Keluarga Darwis adalah perantau yang berasal dari Riung, Kabupaten Ngada.

Sejenak menatap desain konsep dari Cafe bernama Gerobak Kopi Tepi Jalan itu, yang didekorasi beratapkan lampu kuning hias yang melintang bagai tali jemuran nampak seperti kedai kopi ala Turki.

Jumad, 26 November 2021, Dia seorang pengusaha muda mileneal Oner Gerobak Kopi Tepi Jalan menceritakan pengalamannya dari awal mula jatuh cinta dengan dunia usaha sebagai barista kopi.

Awalnya, bermula dari pengalaman selama merantau ke – Jogja. Karena pada tahun 2014 kala itu, dirinya berangkat ke – Jogja guna untuk mengenyam pendidikan studi S1.

Namun, selama setahun berkuliah, hingga memasuki awal tahun 2015, dia banting haluan untuk mencoba berjudi dengan waktu. Darwis memilih untuk kuliah sambil bekerja di sebuah lokus usaha bernama Lost In Flores.

“Ya tahun 2015 saya mulai kuliah sambil kerja di sebuah lokus usaha bernama Lost in Flores. Sejak itu, saya mulai mengasah pengalaman di dunia kerja”. Kata Darwis

Namun, dirinya bekerja di Lost In Flores hanya mencapai 1 tahun, sehingga tepat diawal tahun 2017, dirinya memilih hijrah bekerja di sebuah cafe yang ada di Jogja, menjadi sebagai Barista Kopi.

“Ya tahun 2017 saya mulai suka bekerja sebagai barista kopi. Saking suka menjadi barista, dia pun bekerja hingga tiga tahun lamanya. Sehingga tepat, dipertengahan tahun 2019, dia berhenti bekerja”. Ujar Darwis

Uniknya, selama bekerja di cafe, selain gaji, Darwis harus mengenyam pengalaman sebagai barista kopi tidak hanya di satu cafe melainkan di tiga cafe berbeda dengan oner yang berbeda – beda.

“Ya saya ditunjuk dan dipercayakan ketiga oner cafe ditempat berbeda sebagai Barista Kopi. Akibatnya proses kuliah semakin berantakan, sehingga kuliah tidak selesai”, tuturnya sembari tersenyum

Pulang Kampung

Tahun 2019, Darwis memutuskan pulang kampung kembali ke Kabupaten Ende, meskipun tanpa mengantongi ijazah S1 tetapi dirinya membawa segantang pengalaman kerja yang tidak kalah pentingnya dari ijazah.

Meskipun setibanya di Ende, dirinya sempat ngalami tekanan psikologi, karena keluarga agak tidak suka sebab Darwis dianggab gagal mengobati harapan keluarga, karena tidak menyelesaikan studi S1. Kata Darwis

Namun semangat dan nyali dari seorang Darwis tidak patah sampai disitu, karena dalam kesendiriannya, dia memiliki mimpi besar yaitu ingin membangun usaha dengan brand Cafe Gerobak Kopi Tepi Jalan

Seiring berjalanya waktu, Darwis perlahan bangkit alias sik – sak membangun relasi yang dapat mendorong harapannya bisa tercapai. Sejak itu, darwis mulai bergerak.

Namun dalam rentan waktu yang cukup lama akhirnya, demi meraih mimpinya dikota kelahiran sendiri, dirinya putuskan untuk join menjadi barista disalah satu cafe di kabupaten Ende, selama setahun. Ungkap Darwis

Sehingga, tepat, September 2021, penantian panjang selama bergelut menjadi barista kopi, akhirnya mimpi besarnya untuk bisa memiliki usaha Cafe Gerobak Kopi Tepi Jalan berbuah manis menjadi kenyataan.

Alhamdulilah! Omset Melampaui Modal

Sejak dia berhasil membangun Cafe Gerobak Kopi bernama Tepi Jalan, Darwis mensyukuri bahwa pendapatan atau omset sudah melampaui modal. Karena, sambung Darwis dana yang digunakan untuk membangun usaha tersebut sudah melebihi modal.

“Jadi selama 3 bulan, penghasilan yang ditimba sudah lebih dari modal awal, karena kekuatan relasi yang dimiliki, selama bekerja di lalina, menyebabkan banya pencinta kopi di Kabupaten ende sudah banyak mengenalnya sebagai barista kopi”. Tutur Darwis

Selain itu, Darwis mengakui bahwa selama menjalankan usahanya, omset murni yang diutungkan diluar modal awal, ditaksasi sekitar 5 juta.

Menurutnya, dari penghasilan lebih, tentu akan dilakukan pengembangan Cafe Gerobak Kopi Tepi. Karena mengingat, disaat pengunjung membeludak datang di Cafe, mereka harus kekurangan tempat duduk dan meja.

Keterangan Foto : Pemandangan Cafe Gerobak Kopi Tepi Jalan tampak sore hari

“Ya memang sudah ada konsep untuk mengembangkan Cafe. Karena masalah yang dihadapi Darwis adalah, ketika pelanggan membeludak di malam minggu, kami harus kekurangan kursi dan meja”. Kata Darwis

Renacana pengembangan dimulai bulan depan karena memang, konsep tempat ini, tidak permanen maka setiap dua bulan, tentu konsep selalu berubah. Karena memang unthk menjaga kejenuhan pelanggan.

“Ya kalau filing barista, emang konsepnya dekorasi cafe harus sering berubah karena itu akan menajdi obat dalam menjaga pelanggan agar betah berkunjung ke cafe kami” tutur anak muda potensial ende

Disamping itu, dirinya menyadari bahwa spot di tempat ini menentukan sedangkan menu tidak menjadi satu satunya penentu. Karena pelanggan kesini untuk foto sembari menikamti hidangan yang disiapkan.

“Sekarang sudah memiliki 4 karyawan mayoritas laki. Mengenai upah perbulan standar 600 ribu. Tapi setiap malam minggu selalu menspaat riword kalau pengunjung melebihi target”. Terang Darwis

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||