NEWS  

Senator AWK Dorong Pemerintah NTT Segera Alokasikan Anggaran Pinjaman 20 Persen Untuk Pemberdayaan 

Seringkali, hampir disetiap tahun anggaran, pemanfaatan dana hasil pinjaman yang dipakai Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten di Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), lebih getol memprioritaskan untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Namun, bagi Senator muda asal NTT, Angelo Wake Kake, sangat agresif mendorong kepada seluruh Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten kota wilayah NTT, yang melakukan pinjaman, segera mengalokasikan anggaran minimal 20 persen untuk pemberdayaan Ekonomi Kreatif.

Karena, AWK meyakini bahwa apabila porsi pengalokasian anggaran pinjaman lebih diutamakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, maka itu, niscaya pemberdayaan akan tetap berjalan mundur.

Untuk itu, Senator Angelo Wake Kako meminta kepada Pemprov dan Pemkab seluruh wilayah NTT agar jangan melulu memanfaatkan stok anggaran pinjaman hanya untuk membiayai pembangunan infrastruktur.

Melainkan, menurutnya, Pemprov dan Pemkab di NTT harus memfokuskan anggaran untuk peningkatan pemberdayaan ekonomi kreatif di Wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Ya sebisa mungkin uang hasil pinjaman tersebut tidak melulu ke pembangunan infrastruktur. Pakailah minimal 20% untuk urusan pemberdayaan ekonomi kreatif di NTT.”

Permintaan itu disampaikan Angelo Wake Kako kepada para wartawan usai tampil sebagai pemateri Seminar Nasional bertema “Strategi Membangun Kemandirian Ekonomi di Era Disrupsi,” diforum Konferensi Studi Regional (KSR) PMKRI Regio Flores, bertempat di Multy Even Hall Keuskupan Larantuka, Selasa 7 Desember 2021.

Angelo lebih lanjut mengatakan bahwa, kemampuan para Kepala Daerah dalam mengelola dana pinjaman tersebut baru akan bisa kita uji manakala mereka mampu menganggarkan 20% atau bahkan 50% untuk program pemberdayaan masyarakat.

Menurut Angelo, bahwa stok anggaran untuk urusan pemberdayaan masyarakat selama ini porsinya sangat kecil, sehingga hasii dari pemberdayaan selama ini, belum mampu memantik investor masuk ke seluruh daerah wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Selama ini porsi anggaran untuk pemberdayaan sangat kecil, sehingga kuantiti produk yang dihasilkan pun masih dalam skala-skala yang kecil yang belum mampu menarik investasi,” urai alumni PMKRI Cabang Ende itu.

Walau demikian, Angelo mengapresiasi apa yang disebutnya sebagai langkah terobosan berani yang telah dibuat oleh sejumlah kepala daerah di NTT dengan mengajukan pinjaman daerah dimaksud.

Selain Angelo Wake Kako, ada 4 pembicara lain seperti Asisten Deputi IV Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Saleh, Rektor IKTL Kristoforus Aran, Ketua Yapersuktim Romo Thomas Labina, serta Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI St. Thomas Aquinas, Benediktus Papa.

Bupati Flores Timur Anton Hadjon yang juga direncananya untuk hadir juga sebagai salah satu pembicara, batal hadir dan tidak diwakilkan kepada salah satu pejabat pun.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||