NEWS  

Menelan Trauma! Jalan Utama Desa Kedebodu Tertimbun Longsor Raksasa “Seluruh Akses Terputus”

Peristiwa tanah longsor kembali mengguncang Daerah Kabupaten Ende, kali ini, 160 KK atau sekitar 600 Jiwa yang mendiami tiga Dusun di Desa Kedebodu, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, terisolir dalam hampanya harapan akibat peristiwa longsor.

Pasalnya, longsor dipicu akibat hujan deras melanda Kabupaten Ende dimulai sejak Minggu 9 Januari 2022 hingga Kamis, 20 Januari 2022, menyebabkan seluruh akses kehidupan masyarakat kedebodu putus total.

Kamis, 19 Januari 2022, sore itu, Ritmeflores.com diajak seorang Anggota DPRD Ende, Yani Kota bersama Kabid Kedaruratan Bencana (Yovan), bergegas menuju lokasi longsor di Desa Kedebodu menggunakan mobil plat hitam, miliknya.

Setiba di lokasi longsor Desa Kedebodu yang berjarak kurang lebih 8 Kilometer, malam itu Yani Kota menemui sejumlah masyarakat Desa Kedebodu menanyakan perihal longsor yang terjadi kemarin.

Setelah mendapatkan penjelasan dari masyarakat, Yani Kota tak banyak pikir, sembari melihat tumpukan material longsor, dirinya langsung mengontak Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk datang ke lokasi longsor tersebut.

Salah seorang warga, Abraham (46) mengatakan longsor terjadi sore tadi akibat hujan deras mengguyur Kedebodu, sehingga, kami yang memiliki rumah berdekatan dengan lokasi longsor, malam ini terpaksa mengungsi.

“Ya seperti yang pak lihat, guguran longsor berupa tanah, bebatuan san kayu – kayu timbun banyak dibelakang rumah saya. Jadi, saya bersama istri dan ketiga anak terpaksa harus memgungsi sementara, karena kami takut pak”. Kata Abraham

Senada, sekretaris Desa Kedebodu, Agustinus Beran mengatakan bahwa material longsor yang menutupi badan jalan utama menghubungkan Desa Kedebodu dan Rewarangga putus total, karena timbunan material longsor belum bisa di evakuasi.

Menurutnya, apabila tidak secepatnya dievakuasi maka 160 Kepala Keluarga (KK) masyarakat Desa Kedebodu tidak bisa beraktifitas seperti sediakala. Karena, mengingat tumpukan material di jalan utama belum bisa dievakuasi.

“Ya untuk Desa Kedebodu ada sekitar 160 Kepala Keluarga dengan total 600 jiwa yang tersebar di tiga dusun, tidak bisa beraktifitas karena terisolir akibat material longsor yang belum bisa dievakuasi”. Kata Agustinus

Agustinus berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ende melalui Bupati Ende dan Dinas – Dinas terkait lainnya untuk segera mengevakuasi timbunan tanah longsor tersebut. Sehingga, kami bisa kembali beraktifitas seperti sediakala. Tuturnya

Bupati Ende Segera Merespon

Selain itu, dilokasi bencana, Anggota DPRD Ende Dapil 1, Yani Kota megatakan, melihat peristiwa ini, tidak ada alasan lain bagi Pemerintah Kabupaten Ende dibawah kendali Bupati Ende, Djafar Achmad dan Wakil Bupati Terpilih Erikos Emanuel Rede untuk enggan merespon peristiwa naas yang dialami masyarakat disini.

Menurutnya, Pemkab Ende harus menyadari bahwa peristiwa longsor yang terjadi di Desa Kedebodu, sebagai upaya emergensi yang harus segera ditanggabi, ditindak dan direspon secara cepat, tepat dan solutif. Sehingga aktifitas maayarakat Desa Kedebodu bisa segera normal kembali. Kata Yani

Karena, lanjut Yani, mengingat material longsor dalam jumlah raksasa itu tertimbun dengan ketinggian sekitar 2 meter tengah menutupi badan jalan utama Desa Kedebodu akibatnya seluruh akses, mulai dari aksed transportasi, pendidikan, kesehatan, ekonomi, penerangan listrik, air, putus total.

“Ya saya mendesak kepada Bupati Ende melalui BPBD, PUPR hingga Dinas Sosial segera merespon kemalangan yang dialami oleh masyarakat Desa Kedebodu. Karena ini masuk dalam kategori bencana, maka Pemkab Ende wajib merespon hal ini”. Ucap Yani Kota

Respon Cepat BPBD

Kalak BPBD Kabupaten Ende, Ibu Sin Sare mengutarakan, berdasarkan pengamatan kami langsung dilokasi longsor maka kami akan segera menindaklanjuti untuk merespon peristiwa ini.

“Tadi kami mendapat laporan dari Kabid Kedaruratan, sehingga malam ini, kami langsung terjun kelokasi longsor. Memang longsor ini, sudah terjadi sejak dari hari senin lalu, namun longsor masih bisa diatasi. Tapi kenyataannya hari ini masih terjadi longsor lagi”. Kata Ibu Sin Sare

Tentunya, menurutnya, setelah ini, kami akan tundak lanjut unthk membuat laporan kepada Pak Bupati Ende tentang kejadian ini. Karena sangat jelas bahwa masyarakat Desa Kedebodu membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah.

Karena memngingat, masyarakat Desa Kedebodu malam ini sangat terisolir. Jadi kami dari pihak BPBD akan segera berkoordinasi sehingga besok pagi aktivitas mastarakat bisa kembali normal.

“Ya soal toh besok jalan keluarnya seperti apa. Apakah akan mendesain jalur jalan alternatif ataukah harus segera mengevakuasi bongkahan material longsor ini, nanti lihat saja besok. Ya minimal akses transportasi sudah bisa dilalui. Ucap Sin Sare

Selain itu, dirinya mengatakan besok mengenai hal ini, untuk urusan listrik, pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN dan untuk urusan Air, pihaknya akan berkoordinasi dengan PDAM serta Dinsos dan PUPR.

“Ya minimal akses transportasi bisa normal kembali, sehingga kami bisa memanfaatkan untuk mengantar bantuan sembako dan lain – lain untuk masyarakat Desa Kedebodu”. Tukasnya

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||