NEWS  

Dinilai Terjadi Disparitas Pembangunan, Komisi II Ingatkan Pemkab Ende “Jangan Anak Tirikan Wilayah Lain”

Kue Pembangunan merupakan jatah tetap atau menu wajib masyarakat yang harus disuguhkan oleh Pemerintah tanpa pandang bulu. Namun dalam konteks pembagian jatah tersebut dinilai terkesan terjadinya disparitas pembangunan.

Akibatnya, sejumlah wilayah yang jauh dari sentuhan keprihatinan Pemerintah Daerah Kabupaten Ende yang dijuluki kota serambi pancasila, yang mendiami kurang lebih 200 san ribuh lebih jiwa, merasa terzolimi oleh Pemerintah.

Realita ini memantik Anggota Komisi II DPRD Ende angkat bicara mengenai kepahitan yang dialami sebagian masyarakat yang menetap di wilayah pesisir dan penggunungan yang nyatanya diabaikan oleh Pemkab Ende.

Selasa, 15 Maret 2022, Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Vinsen Sangu kepada Ritmeflores.com mengatakan merujuk pada komitmen politik Marsel/Djafar (MJ) dibidang pembangunan infrastrukutr jalan.

Ia menyebutkan dibidang pembangunan yakni pembangunan lima (5) ruas jalur paralel yang hingga kini belum terealisasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ende.

Lanjutnya, lima ruas jalan paralel, sebagaimana telah disampaikan dan diketahui oleh publik Ende dan telah diakomodir dalam dokumen RPJMD 2019 – 2024 yang salah satunya tentang ruas jalan Ndu’aria – Taniwoda – Detuara – Tiwusora – Kotabaru.

Dirinya meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ende untuk tidak terus merasa nyaman menganak-tirikan wilayah lain seperti Lepembusu kelisoke dan kotabaru pedalaman. Karena minimnya perhatian dan rendahnya komitmen politik, akibatnya Pemkab Ende dinilai gagal dalam merealisasikan janji politik.

Menurutnya, rendahnya perhatian pemerintah terhadap realisasi janji politik MJ yang telah dikumandangkan sebelumnya, menyebabkan sulitnya membantah akan terjadinya disparitas pembangunan.

Karena, Kata dia, terkesan pada wilayah tertentu kue pembangunan yang terbilang begitu besar digelontorkan tetapi pada wilayah yang lain sangat minim. bahkan nilai APBDes untuk satu desa lebih besar dari pada nilai alokasi pembangunan APBD Kabupaten untuk 1 kecamatan.

Sementara, Komisi II menemukan adanya fakta lain membentangkan bahwa, adanya penzoliman perhatian, karena sejumlah kecamatan tertentu nilainya sangat fantastis tetapi kecamatan lain sangat memilukan hati. Ungkap Mantan Ketua GMNI Ende

Pemerintah diminta untuk mampu mengendalikan dan menghentikan bias padangan publik pembangunan yang terjadi saat ini lebih banyak lari miring bagaikan kendaran yang rodanya pincang tergembos angin. Kata Vinsen

Selain itu, pembangunan ruas jalur dimaksud, juga sejalan dengan perspektif pembangunan berbasis pariwisata. Disana ada wisata alam danau tiwusora dan hamparan luas daerah pegunungan yang indah deturia Tiwusora, dan juga ada wisata budaya dengan adanya kampung adat masiih alami dimiliki oleh komunitas adat di daerah Lepembusu kelisoke dan Kotabaru.

RDP, Komisi II Lahirkan Rekomendasi

Pada hari pertama masuk kerja di Komisi II DPRD kabupaten Ende, setelah usai reposisi Alat Kelengkapan DPRD Kabupaten Ende, Senin, 14 Maret 2022 bertempat di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Ende, kami menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas PUPR.

RDP dimaksud dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ende, dihadiri semua anggota komisi II DPRD Kabupaten Ende dan Dinas PUPR Kabupaten Ende. Agenda rapat adalah mengevaluasi pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021.

Memperhatikan tugas adalah Melaksanakan urusan pemerintahan daerah Urusan Pemerintahan di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang dan melaksanakan Tugas Pembantuan yang ditugaskan kepada daerah, dan salah satu fungsinya adalah penyelenggaraan jalan dan penataan ruang, penggelolaan dan pengembangan sistem drainase.

Maka sebagai represtentasi rakyat, dirinya menyampaikan beberapa pandangan saya dan melanjutkan aspirasi warga kepada pemerintah daerah kabupaten Ende, bahwa atas nama dan mewakili masyarakat di Kecamatan Detukeli, Kecamatan Maurole khususnya dan masyarakat utara Kabupaten Ende umumnya.

Vinsen menyampaikan salam hormat dan terima kasih banyak kepada Bapak Buapti, Wakil Bupati, Sekda, Mantan kepala Dinas PUPR Ir. Frans Lewang, Plt. Kadis beserta staf di dinas PUPR Kabupaten Ende atas tuntasnya salah satu dari 5 ruas jalur paralel yakni ruas jalan dari Magekoba – Nggesa – Detumbewa – Maurole.

Karena bagi masyarakat Utara, jalur tersebut adalah sebagai jalur strategis yang membuka isolasi antara masyarakat pesisir dengan masyarakat pegunungan. Namun lebih dari itu, jalur dimaksud adalah memudahkan akses ekonomi, kesehatan dan sosial bagi masyarakat utara untuk lebih baik.

Dengan tuntasnya jalur dimaksud, komitmen politik paket Marsel – Djafar saat masa kampanye 2018 silam khusus dibidang infrastruktur jalan telah diwujudnyatakan dengan sempurna oleh Pemkab Ende.

Namun merujuk pada komitmen politik MJ dibidang pembangunan infrastrukutr jalan yakni pembangunan 5 ruas jalur paralel sebagaimana telah disampaikan kepada publik dan telah diakomodir dalam dokumen RPJMD 2019 – 2024 yang salah satunya adalah ruas jalan Ndu’aria – Taniwoda – Detuara – Tiwusora – Kotabaru.

Pemkab Ende Jangan Anak Tirikan Wilayah Lain

Dirinya meminta kepada pemerintah daerah untuk tidak terus menganak-tirikan wilayah Lepembusu kelisoke dan kotabaru pedalaman dengan minimnya perhatian dan rendahnya komitmen politik, Oemkab segera untuk merealisasikan janji politik.

Karena sejalan dengan agenda membuka isolasi, memudahkan akses transportasi bagi daerah terpencil dan pedalaman, serta memudahkan akses ke daerah pariwisata khususnya destinasi wisata legenda Ibu Padi (Ine Pare) di Nida dan destinasi wisata alam air Mancur lasugolo.

Maka dirinya meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan peningkatan jalan dan pembersihan ruas jalan Watunggere – Nida – Boto di Desa Rangalaka Kecamatan Kotabaru. Ruas jalan ini sebagai alternatif strategis bagi masyarakat Utara di bagian tengah, untuk memudahkan warga terhadap akses ekonomi, kesehatan, wisata, dan sosial lainnya.

Karena, pada bagian lain, Ia juga menyoroti ruas jalan stretegis lainnya yakni ruas jalan Maurole – Nggongge – Detuwulu dan Maurole – Nggonge – Wolobalu. Daerah ini terkenal dengan produksi minuman budaya lokal ternama yakni arak Detuwulu (DW), selain itu ada juga potensi pertanian, perkebunan dan peternakan.

Fakta sosiologis lainnya, jalur ini adalah menuju kampung Mantan Bupati Ende, Drs. Paulinus Domi, namun akses infrastruktur jalan sangat memprihatinkan. Jauh lebih baik, lebih nyaman dan terjamin keselamatannya menggunakan jalan kaki dari pada menggunakan kendaraan roda dua apalagi roda empat.

“Pertanyaannya, dimanakah nurani kita sebagai penyelenggara negara, membiarkan rakyat tetap terisolir dan terbelakang akan sulitnya menikmati pembangunan yang berkeadilan ini?”. Tanya Vinsen

Diluar tanggungjawab pemerintah daerah, namun pengguna akses tersebut adalah mayoritas rakyat Kabupaten Ende, maka atas fakta kerusakan berat deker di titik kampung lokalande desa Tou Kecamatan Kotabaru sebagai hantung akses jalur strategis Flores bagian Utara.

Untuk itu, Dia mendesak pemerintah daerah melalui dinas PUPR Kabupaten Ende, untuk segera berkoordinasi dengan balai jalan nasional atau balai jalan Provinsi NTT untuk segera memperbaiki titik kerusakan dimakud.

Hal itu dilakukan agar selain memudahkan akses transporatasi utara yang akan mudah dilalui semua jenis kendaran tetapi lebih dari itu juga pertimbangan kemanusiaan untuk menekan tingkat korban jiwa akibat buruknya jalan dimaksud.

“Hentikan sudah korban jiwa yang dialami warga negara dengan meninggal sia-sia hanya karena kelalaian kita sebagai penyelenggara negara yang setengah hati untuk urus perbaikan kerusakan jalan”. Tutup Vinsen Sangu

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||