Dulang Juara Diajang POPDA dan KEJURDA, Para Atlet Asal Ende Telan Krisis Perhatian Pemerintah

Pekan Olahraga Pelajar (POPDA) dan Kejuaraan Daerah (KEJURDA) merupakan ajang bergengsi di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dimana, para atlet muda yang tersebar di 21 Kabupaten, berlomba meraih gelar juara hanya semata demi mengharumkan nama daerah.

Namun, patut disayangkan, minimnya dukungan dari Pemerintah khususnya Pemkab Ende, dalam mensponsori para atlet muda demi mengangkat pamor daerah Ende bertarung diajang POPDA dan KEJURDA, sesungguhnya masih jauh dari harapan.

Realita ini, telah menjadi sarapan basi para atlet yang berhasil menorehkan juara diajang POPDA dan KEJURDA Provinsi Nusa Tenggara Timur. Karena, harapan para atlet untuk di perhatikan oleh Pemerintah, miris sebatas misi janji manis.

Kondisi ini bakalan menjadi pemicu mengendurnya minat dan semangat para atlet untuk kembali maju berkompetisi dilaga akan datang, baik ditingkat lokal, regional, nasional maupun internasional.

Pembuktian dari sikap acuh pemerintah Daerah Kabupaten Ende dibawah kendali Bupati Djafar Achmad dan Wakil Bupati Erikos E. Rede untuk meningkatkan kualitas olahraga di kota pancasila bagai mimpi disiang bolong.

Pemkab Ende Sumbang Hanya Jacket

Bentuk dari dukungan penuh terhadap para atlet muda asal Kota Pancasila menyata dalam ketidakwajaran Pemerintah dalam mensuport para atlet. Sangat memalukan, dukungan Pemkab Ende hanya paket jacket kontingen POPODA dan KEJURDA dikenakan para atlet dan tim.

Meskipun demikian, pelatih Bela Diri Taekwondo, Macan menuturkan para atlet tidak putus asa, karena hanya demi mengharumkan nama kabupaten ende diajang POPDA dan KEJURDA, para atlet rela dan nekad menanggung biaya sendiri untuk membeli perlengkapan pakayan atau kostum perlombaan, seperti, baju, celana dan kaos kaki.

“Itukan aneh. Lantas dimana Pemerintah Daerah Kabupaten Ende. Masa pakaian perlombaan seperti baju, celana, kaos kaki, sepatu, sang atlet sendiri yang menanggungnya. Ada keserasian warna hanya terlihat pada jaket yang dikenakan para atlet dan tim,” kata Macan

Nasib Para Atlet Letus di Ruang Paripurna

Anggota  DPRD Ende, Vinsen  Sangu saat sidang paripurna IV masa sidang II, Senin (28/3/2022) dengan agenda penyampaian LKPJ Bupati Ende atas pelaksanaan APBD 2021 kembali menyoroti Pemerintah

Wakil rakyat dari PDIP mendesak pemerintah memperhatikan keberadaan para atlet yang mengikuti Pekan Olahraga Pelajar (POPDA) V dan Kejuaraan Daerah (KEJURDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang, 24 – 27 Maret 2022.

Menurutnya, minimnya ketersediaan peralatan dan perlengkapan yang diberikan pemerintah kepada para atlet, harus diakui masih sangat minim. Karena, dukungan dari pemerintah sebatas hanya jacket. Sementara, perlengkapan dan peralatan lain didanai secara individu oleh para atlet.

“Ya nampak terlihat, pakaian perlombaan seperti baju, celana, kaos kaki, sepatu ditemukan sang atlet sendiri yang menanggungnya. Ada keserasian warna hanya terlihat pada jaket yang dikenakan para atlet dan tim,” katanya.

Selain itu, fakta empiris yang nampak dilihat secara kasat mata tersebut bukti lemahnya perhatian pemerintah kepada para atlet yang mengharumkan nama baik kabupaten Ende di mata publik NTT bahkan nasional.

Oleh karena itu, dua momentum besar POPDA dan KEJURDA tahun ini, penting menjadi bahan refleksi dan evaluasi kritis secara mendalam untuk memperbaiki, menyempurnakan dan mempersiapkan atlet – atlet agar lebih baik di tahun yang akan datang.

“Para atlet kita telah mengharumkan nama Kabupaten Ende sementara kondisi dalam rumah kita sendiri, tercium aroma tak sedap dalam tata kelola dan tata pemerintahan yang amburadul”. Singgungnya

Desakan Fraksi PDI Perjuangan

Untuk itu atas nama Fraksi PDI Perjuangan, kami menyampaikan penghormatan, penghargaan dan terima kasih tak terhinggah untuk para pahlawan dibidang olahraga ini khususnya para atlet. Katanya.

Fraksi PDI Perjuangan juga mendesak pemerintah untuk memberikan penghargaan  yang layak dan pantas sebagai wujud kepedulian, kehadiran dan dukungan pemerintah kepada para atlet-atlet.

Fraksi PDI Perjuangan juga mendesak pemerintah untuk mempersiapkan dan  menfasilitasi kepulangan para atlet dari Kota Kupang ke Kabupaten Ende. Mereka telah mengharumkan nama daerah maka mesti  disambut dengan baik.

“Sambutlah mereka dengan baik, bila perlu disambut dengan kehadiran lengkap dari Bupati, Wakil Bupati dan pimpinan OPD sebagaimana kekompakan pemerintah saat melakukan kunjungan kerja ke desa – desa yang bawa lengkap rombongan OPD.

Vinsen mengatakan bagi Fraksi PDI Perjuangan, kehadiran dan penyambutan yang baik dari pemerintah adalah sebagai bukti dukungan, motivasi dan penghormatan atas dedikasi dan perjuangan yang telah  dipersembahkan oleh para atlet untuk Kabupaten Ende

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||