NEWS  

Soroti Kerja ASN, VBL Sebut Masih Pake Pola Lama “ASN Harus Merubah Melayani Publik Bukan Melayani Kantor”

Gubernur NTT, VBL mengatakan, Pemprov sedang melakukan upaya pembenahan untuk melatih para calon ASN agar mampu merubah paradigma untuk menanggalkan pola lama dan membangkitkan pola baru dalam cara kinerja kerja ASN di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kabupaten Ende khususnya

Karena, mengingat selama ini, para ASN masih betah dengan keeja pelayanan menggunakan pola lama yakni bahwa para ASN lebih dididik melayani kantor dan bukan melayani publik.

“Kapan masalah yang dihadapi masyarakat khususnya di NTT bisa diselesaikan secepatnya, kalau, cara kerja mereka seperti demikian. Jadi saya rubah”. Ungkap VBL

Menurutnya, perubahan harus dilakukan sehingga cara kerja ASN segera didesain untuk melayani publik dan bukan melayani kantor. Karena dengan demikian, para ASN akan mengerti dan memahami kehidupan publik.

“Jadi cara kerja para ASN dengan melayani Publik itu merupakan ciri khas kader ASN yang dilatih melayani publik maka dia mengerti kehidupan publik”. Kata VBL

Dicontohkannya, misalkan ASN di Kabupaten Ende, kalau kita panggil dan kita tanyakan, apa saja potensi ekonomi di ende pasti akan langsung cepat dijawab sebagai calon ANS dirinya telah mempelahari dengan baik potensi – potensi ekonomi kabupaten ende.

“Lalu ketika ditanya lagi mana yang perlu dikerjakan dengan baik, jawabnya itu belum. Kenapa tidak dijawab. Diam. Itu artinya pendidikan kita tidak benar. Karena kita ngjara dia saja setengah mati ditambah lagi dirunya sendiri bingung, apalagi yang diajari, malah tambah bingung”. Ucap VBL

Seperti itulah, menurut VBL adalah problem besar yang sedang dihadapi NTT. Ini tidak boleh kita berlakukan terus menerus karena dunia sudah berubah dunia berubah begitu hebatnya tapi kita masih melayani kantor.

“Dari kantor menuju kesitu, putar bolak balik, balik – bolak kesitu. Dan ini, yang harus kita segera benahi” Kata VBL, sambil mengelus – elus jidatnya

Maka dengan hadirnya Bank NTT di Moni Kecamatan Kelimutu adalah kesempatan untuk mensinkronkan data mengenai UMKM. Kira – kira seberapa banyak UMKM yang berdiri di Kecamatan Kelimutu.

Lanjutnya, setelah data UMKM valid dan langsung di desain programnya. Kemudian menjalin kerjasama dengan pihak Bank NTT dan tinggal menjalankan programnya untuk menghidupkan UMKM di Kecamatan Kelimutu. Bilang VBL

“Jangan kita datang resmikan bla, bla, bla pulang kabur. Dan itu tidak akan jadi apa – apa. Tapi langsung disiapkan. Tinggal panggil kadesnya. Panggil pengusahanya. panggil pendampingnya. Lalu undang mereka dengan baik. Kerja dengan baik jadi satu kesatuan kita bicara”.

Karena sekrang kalau kita dorong masuk ke online sistem market place yang ada orang bisa menggynakan sistem online agar bisa belanja oinline. Unruk itu dirinya berharap dengan hadirnya Bank NTT di moni, Kecamatan Kelimutu harus berfungsi memajukan UMKM

VBL berharap, laporan 6 bulan kedepan bukan laporan transaksi keuangan semata, tetapi laporan pendampingan UMKM Pemerintah Kabupaten Ende bersama Bank NTT. Dua.pihak ini harus bersinergi untuk tetap gencar melalui desain produk lokal di Ende.

“Bila perlu produk lokal bisa trip pasar, keluar dari ende ke pulau jawa. Itu baru Gubernur NTT, laku sampai disini. Kalau hanya datang berdiri ao,ea,oe,eo tanda – tangan nya ya cukuplah itu panggil kadis 1 datang sudah cocok itu”. Ucap VBL

Menurutnya itulah mengapa sebuah tempat yang berada di Kabupaten Ende, harus diberdayakan sesuai fungsi sebagai Bank Pembangunan Daerah.

Karena itu, Kata dia Bank NTT adalah salah satu simpul pembangunan ekonomi rakyat yang dapat berkembang di bersama dengan visi dan misi pemerintah NTT.

“Itu baru benar tapi kalau dia nabung saja mengatakan bahwa uang tabungan luar bisa disini. Ya itu biar cukuplah jadi kita ganti nama Bank NTT menjadi BPR. Itu cukup”

Namun, kalau ingin menjadi devoloping bank maka cara berpikir saat ini sudah benar bahwa harus ditingkatkan lagi tapi pemerintah mulai dilatih untuk ini bisa dijaga. Jangan lagi kopi itu disiapkan dengan baik.

Nah nanti dampaknya kepada stunting tadi. Pendapatan juga akan menuju pada penyelesaian ketahanan ekonomi rumah tangga. Sehingga ketahanan ekonomi rumah tangga dapat berkembang demi memotong rantai kemiskinan kita.

“Jadi desain sepeti ini, harus dilakukan”. Kata VBL

Dia mencontohkan, coba dilihat ada sawah didepan kita. Jika diisi dengan padi dan jagung oleh petani maka akan menjadi besar dan bermanfaat.

“Sekarang tinggal petani dirangkul pemerintah untuk melakukan kerjasama dengan Bank NTT untuk saling back up, maka akan terjawab visi dan misi Pemprov NTT”. Harap VBL

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||