Semoga Bukan Mimpi Buruk! Planning Pemerintah Akan Datangkan Presiden Jokowi ke Kota Serambi Pancasila “Masih Awang – Awang”

Dibelahan Negara manapun, kedatangan Sang Presiden bakal menjadi kejutan besar paling istimewa yang mampu menyendot perhatian rakyat, salah satu Negara Indonesia. Artinya, tidak seluruh Daerah, Kabupaten Kota, termasuk Ende, yang masuk dalam rencana strategis kunjungan Bapak Presiden Republik Indonesia Jokowi Dodo.

Mengingat, apabila dilihat dari tingkat ketergantungan Pemerintah Daerah Kabupaten Ende terhadap Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sangat tinggi selangit. Sementara, sumbangsi dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ende untuk menopang Kas Negara, setoran paling minim.

Maka sulit terlupakan bahwa Kabupaten Ende merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam kategori minim pendapatan daerah.

Karena Kabupaten Ende sangat berbeda dengan Kabupaten lain yang berada di Provinsi sekitar Pulau Jawa, Sulawesi, Kalimantan dan Irian Jaya yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mampu menopang Kas pemasukan Negara.

Realita itu, artinya, jadi atau tidaknya Presiden Joko Widodo datang ke Kota Ende tergantung moot presiden. Karena akan menjadi sangat konyol jika wacana yang dihembuskan Pemkab Ende dari tahun ke tahun, sebagai Kota pencetus sejarah lahirnya Pancasila, belum masuk dalam buku besar pengakuan Negara. Ini soal paling berat.

Namun, kalau dipaksakan, Presiden Joko Widodo bisa datang, mungkin karena alasan akrab dengan orang dalam Istana atau lobi politik dengan orang dalam istana. Tetapi, jika tidak, maka niat Pemkab Ende untuk datangkan Presiden Jokowi Dodo di Kota Ende, hanyalah mimpi buruk alias bikin riak – riak semata.

Belum lagi, syarat penunjang lainnya yang nyatanya masih loyo dan wajib dipersiapkan Pemkab Ende, yaitu perbaikan infrastruktur, mulai dari jalan raya, kesehatan, keamanan, bandara, dan fasilitas umum lainnya. Maka itu sangat diharapkan harus dipersiapakan secara mapan dan memadai.

Tentunya, mengenai persiapan, soal yang paling sulit dan rumit terdapat pada biaya. Karena menyangkut perbaikan untuk menambal kekurangan, tidak terhindar dari kebutuhan anggaran yang terbilang tak sedikit.

Karena apabila persiapan tidak ditunjangi secara mapan dan memadai maka planing Pemkab Ende untuk datangkan Presiden Joko Widodo pada 1 Juni 2022 mendatang di Kabupaten Ende yang terkenal viral dengan sebutan Kota langganan banjir, tentunya hanya akan menuai kebuntuhan.

Hasil Observasi BPIP Temukan Multi Kekurangan

Dalam mimpi lesuh Pemerintah Daerah Kabupaten Ende dibawah komando Bupati Ende, Djafar Achmad dan Wakil Bupati Ende Erikos Emanuel Rede, digadang – gadang akan mendatangkan Presiden RI Jokowi Dodo dimomentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022 mendatang, di Kabupaten Ende, sebetulnya masih mengawang – awang.

Kelesuhan Pemerintah itu, terbaca dari sekelumit persiapan demi persiapan yang nyatanya masih morat Рmarit. Dimana secara berangsur Рangsur, Tim Teng BPIP gempur lakukan survei kelayakan di Daerah. Namun, alhasil, disisi kesiapan daerah, belum mencapai maksimal.

Dalam konferensi pers bersama sejumlah awak media di Aula lantai II Kantor Bupati Ende, salah satu orang penting yang masuk dalam Tim Teng BPIP, Muhamad Waris Musfad. Pada Rabu, 20 April 2022.

Dia mengatakan, berdasarkan perolehan hasil identifikasi dan observasi ditemukan masih banyak kekurangan yang harus dibenahi dan diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Ende maupun Pemerinrah Provinsi NTT.

Keterangan Foto : Rapat Koordinasi Bersama Tim Teng BPIP Dengan Bupati Ende, Sekda Ende dan Jajaran Pimpinan OPD Kabupaten Ende

Karena menurutnya, persiapan dari segala bidang untuk menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo menjadi standar pelaksanaan upacara pada momentum hari lahir pancasila di 1 Juni 2022 mendatang. Maka, sambung dia, dari PR – PR yang ada diharapkan untuk segera diselesaikan Pemkab Ende dan Pemprov NTT.

“Kita sangat berharap kepada Biro Kesekretariatan Presiden RI bisa berkenan hadir di Kabupaten Ende untuk melihat lebih dekat segala persiapan untuk melaksanakan kegiatan pada 1 Juni 2022 mendatang. Sehingga bisa memastikan kelayakannya”. Ujar Tim Teng BPIP, Muhamad

Sementara, mengenai hasil identifikasi dan observasi dari sejumlah kendala dan kekurangan yang ditemukan tim teng BPIP selama berada di Kabupaten Ende, melalui optimisme, Bupati Ende, Djafar Achmad dalam rapat koordinasi dengan para pimpinan OPD menyatakan akan siap menyukseskan upacara kegiatan 1 Juni 2022 di Kabupaten Ende.

“Kita harus optimis, Pak Presiden RI Joko Widodo akan datang ke Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada mometum 1 Juni 2022 mendatang”. Tentu segala kekurangam yang ditemukan tim BPIP akan segera kita benahi dan selesaikan”. Tukas Bupati Djafar

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||