Sadis! Ende Dalam Darurat Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak Dibawah Umur, Kadiaman Bilang “Belum Setahun Sudah Melejit 4 Kasus”

Mengerikan! Daerah Kabupaten Ende yang tenar dijuluki sebagai kota serambi penelur lima butir Pancasila sedang berada dalam darurat kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, didominasi pelaku orang dewasa.

Realita pahit ini ditandai dengan melejitnya angka kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur jadi tranding yang sungguh mencemaskan di dua tahun terkahir, pada tahun 2021 hingga April tahun 2022.

Kepada Ritmeflores.com, senin, 25 April 2022, diruang kerjanya, Kasat Reskrim Kepolisian Resor Ende, Ipda. Yance Y. Kadiaman mengatakan, trand kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di dua tahun terakhir, terhitung dari tahun 2021 hingga 2022 terus meningkat.

“Kalau dibandingkan, kasus kekerasan terhadap anak, khususnya kasus persetubuhan anak, bahwa pada tahun 2022 meningkat, bila dibandingkan dengan tahun 2021 lalu”. Jelas Kadiaman

Ia menerangkan, pada tahun 2021, kasus kekerasan seksual terhadap anak mencapai 18 kasus. Sedang, tahun 2022, belum mencapai setahun, mulai terhitung dari Januari hingga April, kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur sudah menebus 4 kasus.

Untuk tahun 2021 dari jumlah kasus kekerasan terhadap anak sebanyak 18 kasus. Paling banyak didominasi kasus persetubuhan. Dimana kasus persetubuhan terhadap anak 9 kasus, kasus penganiayaan terhadap anak 8 kasus, dan kasus pencabulan anak 1 kasus.

Sementara kasus kekerasan terhadap anak, belum sampai setahun, terhitung dari januari hingga april sudah mencapai 4 kasus. didominasi dengan kasus persetubuhan anak, dan 1 kasus pencabulan anak. Beber Kadiaman

Selain itu, Kadiaman mengatakan, peristiwa mengerikan ini, harus menjadi perhatian bersama oleh semua stake holders tanpa terkecuali, baik dari Orang tua, Sekolah, Pemerintah maupun kami pihak Kepolisian.

Karena, dia mengakui bahwa umumnya pelaku kasus persetubuhan anak dibawah umur di Daerah Kabupaten Ende adalah orang dewasa. Bahkan ada pelaku yang sudah lanjut usia untuk melancarkan aksi bejatnya.

Motif Pelaku Kekerasan Seksual

Pelbagai motif rayuan atau gombalan sesat sudah menjadi senjata bisu terampuh dan nekad yang dipakai para pelaku dalam melancarkan aksi bejatnya untuk melakukan aksi kekerasan seksual.

Kadiaman menerangkan, sebelum melancarkan aksi bejatnya, terlebih dahulu para pelaku merayu korban dengan iming – iming memberikan berupa sejumlah uang maupun barang kepada korban.

Setelah korban terbuai rayuan, pelaku nekad melakukan aksinya. Usai melalukam aksinya, para pelaku kemudian mengancam akan membunuh korban, jika melaporkan aksi bejat mereka kepada pihak orang tua.

“Rata – rata umur mereka (para pelaku) 40 an keatas, sedangkan korban ada yang masih sekolah dan ada juga korban disabilitas,” Ujar Kadiaman.

Sementara dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak, pihaknya sudah mengusut tuntas bahkan para pelaku sudah dijebloskan ke penjara.

“Karena kasus kekerasan terhadap anak dibawa umur khususnya kasus persetubuhan anak sudah menjadi atensi kami,” tegas Kadiaman

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||