Seruput Sa’o Kopi Dipusara Kebun Kopi Wolopaku Bisa Bikin Nyaman (1)

Alam nampak indah dipelupuk mata. Lanscape bukit dan pengunungan yang melekuk serupa pelukan bidadari, ramah merangkul jiwa raga. Cahaya langit yang terbentang bagai selendang emas menari di cakrawala, tulus menyuguhkan pesona klasik pemandangan Wolopaku.

Dibawah cakar kaki gunung tertinggi lepembusu kelisoke, Perempuan energik dengan mengantongi segantang talenta berkiprah membawa perubahan di kampung halaman, Wolopaku, Desa Kebesani, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende.

Perempuan itu bernama, Susana Susan (52) berdarah Lio Wolopaku, Detukeli yang sudah 27 tahun lamanya hingga kini, masih betah bertaruh hidup bersama suami bule eropa dan dua anak, di negara kincir angin belanda.

Namun, berkat rasa cinta bahkan kepedulian terhadap perubahan di tanah kelahiran sendiri, dia (Susana Susan) selalu terpanggil untuk melakukan gerakan pembaharuan.

Gebrakan itu, berhasil ditunjukan melalui ide menggila! dimana, Susana Susan mendirikan sebuah cafe dengan desainer ala lio – eropa bernama Sa’o Kopi tepat dipusara kebun kopi Wolopaku.

Tapi, ironisnya, secara kalkulasi ekonomi atau hitung – hitungan bisnis, dari letak cafe berada persis di area sepi bahkan jauh dari lalu – lalang keramaian.

Sementara, untuk menuju ke pedalaman Cafe Sa’o Kopi Wolopaku tersebut, dibutuhkan jarak tempuh sekitar 5 – 6 Kilometer dari kampung adat wologai.

Kendati jarak lumayan jauh, tapi tidak bikin anda jenuh. Karena bagi seorang Susan, area sepi adalah Peluang besar untuk menunjukan eksistensi kemampuan diri sebagai petani kopi Wolopaku yang berkontributif.

Filosofi Sebuah Nama

Kepada Ritme Flores, Susana Susan, minggu 21 Agustus 2022, menerangkan, mengenai nama mengandung arti filosofis. Sa’o Kopi artinya rumah kopi. Wolopaku artinya nama kampung asal muasal kopi bertumbuh.

“Ya, berkat kopi tunas, tumbuh dan subur berkembang di tanah leluhur bisa memberikan kehidupan panjang kami sebagai petani kopi di kampung Wolopaku,” ujarnya

Tapi bikin heran, Ia menceritakan, pilihan membangun cafe dipusara kebun kopi, sebetulnya memiliki maksud edukatif yang ditimba melalui tracking menuju kebun kopi hingga menyeduh racikan kopi Wolopaku.

Dimana, sambung Susan, seluruh para konsumen yang ingin berkunjung di Sa’o Kopi tidak hanya menyeduh kopi, namun pengunjung juga akan menuai banyak pengetahuan tentang kopi Wolopaku.

Keterangan Foto : Seruput Kopi Racikan Cafe Sa’o Kopi Dipusara Kebun Kopi Wolopaku. Minggu, 21 Agustus 2022

“Semua konsumen dari penikmat hingga pencinta kopi akan mendapatkan kesempatan untuk belajar bagaimana cara merawat kopi, memanen kopi di kebun hingga meracik kopi dan menyeduh di Cafe Sa’o Kopi Wolopaku”. Kata Susan

Menurutnya, strategi ini adalah keunikan yang dianggab Susana Susan sebagai peluang bisnis dalam memantik ekonomi baru di kampung Wolopaku.

Artinya, Kata dia, kami para petani kopi akan menghasilkan pendapatan yang lebih fantastis apabila ingin menjadikan kebun kopi sebagai leading sektor tracking ekonomi baru.

“Ya mengapa tidak. Petani punya lahan kopi. Ketimbang hanya tanam. Lalu panen. Jemur. Lalu dijual ke tengkulak, sebaiknya digarap dan diolah sendiri, sehingga kedepan petani kopi Wolopaku bisa sejahtera dari pengelolaan kopi sendiri,” Terang Susan- Bersambung

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||