“Cinta Sang Puan” Oretan Tangan Santi Leda Gama (1)

Mencintai fashion budaya tenun ikat Nusa Tenggara Timur merupakan panggilan jiwa seorang perempuan bernama Santi Leda Gama (40) berdarah kelahiran Maumere, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Saking cinta terhadap tenun ikat Nusa Tenggara Timur, setelah dia menikah dengan Alexander Leda, putra kelahiran Ende-Ngao Nangapanda, Ia memilih resign dari profesi sebagai dosen.

Berawal dari situlah, perempuan yang memiliki tujuh buah hati ini, memilih terjun ke dunia fahsion dan merintis usaha sebagai penjual butik tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur.

Barangkali, sebagian orang merasa kehilangan profesi, pasca resign. Namun bagi Santi, pilihan mengarungi samudera tenun ikat NTT adalah manjur untuk menjawabi misinya.

Dimana, berkat dukungan penuh sang suami, misi sebagai pengusaha butik tenun ikat Nusa Tenggara Timur berhasil ditorehkan dalam buku berjudul Cinta Sang Puan.

Buku berjudul Cinta Sang Puan karya Santi Leda Gama, memuat begitu banyak arti, makna, isi, tujuan, manfaat dan pesan dari sebuah perjalanan spiritual penulis.

Mengulas Perjalanan Penulis

Penulis buku Cinta Sang Puan, Santi Leda Gama menerangkan buku ini, merilis sebuah perjalanan spiritual. Dimana, saat berubah profesi dari sebelumnya berada di Dunia Kampus menjadi Dosen.

Namun setelah menikah, memilih resign dari profesi sebagai dosen. Lantas merintis usaha sebuah butik kecil jualan Tenun Ikat NTT.

Semenjak menapaki profesi baru sebagai pemilik butik aleSandra tenun ikat Nusa Tenggara Timur, karena dirinya mencintai fashion budaya dari bahan tenunan.

“Saya sangat bersyukur usaha ini didukung penuh oleh suami tercinta. Pilihan judul buku CINTA SANG PUAN adalah wujud dedikasi dalam saya mencintai pilihan saya terhadap Tenun Ikat NTT,” papar Santi

Mengulas Isi Buku Cinta Sang Puan

Dalam buku berjudul Cinta Sang Puan, Santi Leda Gama mengungkapkan, terdapat dua penggalan isi ulasan dalam buku ini. Pertama tentang koleksi tenun ikat NTT. Kedua, tentang makna ungkapan hati penulis.

Penggalan pertama, termuat dalam isi buku Cinta Sang Puan, Santi menerangkan, 75% mengulas tentang koleksi Tenun Ikat NTT yang terdapat dalam brand butik AleSandra.

Sedangkan, sambung Santi, 25% isi buku mengulas tentang makna ungkapan hati penulis kepada sang suami yang aktif terlibat dibalik layar kesuksesan penulis merintis usaha butik ini.

“Saya merasa beruntung Tuhan berikan pendamping hidup yang juga mencintai budayanya. Dimana, Buku ini sebuah Katalog bergaya narasi, bukan Katalog biasa berdasarkan makna verbal,” Terang Santi, S2 Magister Pendidikan Sastra Indonesia Sanata Dharma Yogyakarta

Mengulas Tujuan Buku Cinta Sang Puan

Dalam buku berjudul Cinta Sang Puan, yang ditulis oleh Santi Leda Gama memiliki tujuan besar, dimana penulis ingin memperkenalkan Tenun Ikat Nusa Tenggara Timur lebih luas dimata dunia melalui karya buku ini.

Melalui karya buku ini, Santi L. Gama mewartakan bahwa dirinya ingin memperkenalkan maha karya tenun ikat Nusa Tenggara Timur lebih luas ke mata dunia.

Tujuannya, kata Santi, agar generasi muda Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak kehilangan jejak karakter budaya. Karena terekam dalam tenun ikat NTT, menggambarkan jejak dan karakter budaya Nusa Tenggara Timur.

“Saya ingin memperkenalkan Tenun ikat NTT lebih luas melalui karya buku ini. Karya ini, saya dedikasikan untuk masa depan generasi muda NTT agar tidak hilang jejak karakter budayanya dan tidak mudah terbawa arus budaya barat”, harap Pemilik Butik AleSandra Tenun

Penulis buku, Santi Leda Gama berharap, karya buku kecil berjudul Cinta Sang Puan, bisa menjadi Sejarah berarti dan bermakna untuk anak dan cucu NTT dimasa akan datang, nantinya. Pungkasnya

Mengulas Pesan Buku Cinta Sang Puan

Dalam ulasan buku berjudul Cinta Sang Puan yang ditulis oleh Santi Leda Gama, menyiratkan pesan penuh arti dan makna terkhusus untuk perempuan Nusa Tenggara Timur dan masyarakat NTT umumya.

Karena, pesan yang terdapat dalam buku berjudul Cinta Sang Puan, sesungguhnya memantik motivasi kepada kaum perempuan NTT agar tidak lesuh dalam melestarikan dan mengembangkan budaya tenun ikat.

“Pesan tertentu khususnya untuk Perempuan NTT dan masyarakat NTT. Dimana buku ini mengajak kaum Perempuan di NTT juga Masyatakat NTT melestarikan dan mengembangkan budaya Tenun ikat”, Ujar Santi Leda Gama

Buku ini, menurutnya adalah gambaran dari sebuah mahakarya bagaimana perjuangan tangan-tangan terampil menghasilkan sebuah nilai budaya dengan rasa cinta pada setiap helai kain tenun.

“Kita patut menghargai karena ada pengorbanan besar ibu-ibu di desa-desa yang mencukupi kebutuhan hidup dan membiaya pendidikan anak melalui kerajinan menenun”, pungkas, Santi Leda Gama, Penulis Buku Isu Anak dan Isu Perempuan – Bersambung

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||