EKBIS, NEWS  

Bentengi Mafia! Strategi Usang Ala Disperindag Ende Sulap Kantor Lurah Atasi Kelangkaan Minyak Tanah Subsidi

Kebijakan dadakan ala Pemerintah terpaksa ditempuh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Ende melalui strategi usang mengatasi masalah kelangkaan minyak tanah (MT) di kota Ende yang dicab sebagai sarang mafia korporasi.

Lewat pawai keliling kota dengan satu unit mobil LAJR, Pemerintah mengumumkan masyarakat atau konsumen mendatangi kantor kelurahan untuk membeli minyak tanah (MT). Karena, menurut filing Disperindag Ende, Kantor Lurah dianggab manjur mengatasi kelangkaan.

Kendati demikian strategi itu dicap sebagai jalan sempit Pemerintah menghidar dari tudingan ‘dugaan’ sebagai bagian dari biang keladi mafia minyak tanah bersubsidi di kota Ende, Pulau Flores, Provinsi NTT.

Namun, Pemerintah tetap adem melindungi dan membentengi diri dari hujatan dan gencatan kritik publik terhadap dugaan drama market bisnis para mafia – mafia yang nyaman bermain mata ditengah kelangkaan yang kian membabi buta, tiap tahun.

Dalam lensa Ritmeflores.com, demi mendapatkan minyak tanah, masyarakat rela berbondong – bondong menenteng jerigen 5 liter untuk mengantri membeli minyak tanah (MT) di kantor kelurahan dan Desa. Diizinkan, per orang berhak membeli 1 Jerigen MT.

Karena Kantor Lurah berhasil disulap secara mendadak oleh Pemerintah lewat Disperindag Ende sebagai pangkalan sementara yang diakui Kepala Dinas Perdagangan, paling efektif dan efisien mengerem dugaan para mafia agar tidak nakal dalam bermain minyak tanah bersubsidi.

Jangan Pura – Pura Tidak Tau

Dosen STPM St. Ursula Ende, Elias Cima dalam wawancara ekslusif via hand phone genggam, rabu, 14 September 2022 kepada RF menuturkan, masalah kelangkaan minyak tanah (MT) subsidi sudah menjadi penyakit kronis tahunan yang belum mampu disembuhkan Pemerintah Kabupaten Ende.

Karena, dari tahun ke tahun, kelangkaan menjadi stigma kegagalan buruk pemerintah yang menakutkan. Buktinya, pemerintah laris lemah dalam menelurkan suatu kebijakan prefentif untuk putuskan mata rantai kelangkaan minyak tanah subsidi ditengah masayarakat.

“Sebenarnya pemerintah tau kelangkaan itu ada dimana. Jadi jangan pura – pura tidak taulah. Semua pihak yang bergerak menjawabi pemenuhan kebutuhan masyarakat pasti tau sumbernya ada dimana. Hanya apakah mereka mau untuk membongkarnya. Itu problemnya”, Ungkapnya

Mengenai kelangkaan, Disperindag Ende harus melakukan kroschek pendropingan lapangan untuk menemukan akar masalahnya. Sehingga dari temuan itu, Pemerintah tidak lagi terjerat pada kesulitan yang sama.

Menurutnya, apabila Disperindag belum menemukan hulu dari akar masalah kelangkaan maka niat untuk mengakhiri masalah minyak langka bersubsidi di Ende, akan menemui jalan serba buntuh.

Karena, sambung Elias, Pemerintah lewat Disperindag dianggab nyaris kegosongan cara, pola dan strategi dalam menyelesaikan masalah kelanglaan minyak yang semakin menjamur dii Kabupaten Tua, Ende ini.

“Soal kelangkaan. Mengapa sampai terjadi penyumbatan kelangkaan minyak tanah jenis subsidi yang menjadi jatah rakyat. Apakah hulu masalah ada di agen atau pangkalan. Karena, dari situ kita akan menemukan hilirnya. Pemerintah harus kontrol. Jika tidak demikian maka pendropingan MT subsidi akan rembes tidak ke dapur warga”, kata Mantan Ketua PMKRI Cabang Ende

Disamping itu, Elias Cima menyoroti mengenai tercium adanya permainan yang diungkapkan oleh Sales Brand Manager Ritil NTT III Pertamina Ende, Nuriva. Dugaan ini, katanya, harusnya, Pemerintah secara masif melakukan identifikasi.

Pasalnya, dari identifikasi tersebut, Pemeritnah mampu menguji kekuatiran Pertamina Ende selama pendropingan minyak tanah subsidi dilangsungkan dari Depot menuju agen dan didistribusi ke pangkalan.

Karena, sindir Elias, jika benar ada permainan, Pemerintah harus secara tegas memberikan sangsi kepada para pihak – pihak yang terlibat dalam kong kali kong mempermainkan hak rakyat. Ujar Elias Cima

“Tindakan seemacam ini adalah copy paste perilaku mafia untuk tumbuh subur di tanah ideologis Pancasila. Lucu, jika pemerintah pura – pura membiarkan mafia bebas mencekik rakyat dengan brutal. Karena Pemerintah kita enggan untuk menjadi garda terdepan sebagai penyelamat hak rakyat”, kata Dosen STPM St. Ursula Ende

Strategi Usang Sulap Kantor Lurah

Ada banyak analisa menemukan bahwa diantara minyak tanah subsidi dan non subsidi. Kebanyakan jatah minyak tanah subsidi droping sudah tidak tepat sasaran. Selain itu, minyak tanah nonsubsidi tiga bulan terakhir tidak terjual atau tidak dibelanjakan.

Kenyataan tersebut adalah bagian dari gerakan mafia – mafia yang sudah lama beroperasi. Namun tidak mampu dibongkar. Karena, ada yang menutup mulut sehingga tidak berdaya untuk dibongkar Pemerintah. Ini adalah fakta.

“Kemarin termuat pemberitaan bahwa ada banyak minyak tanah nonsubsidi tidak terjual dan masih timbun di Depot pertamina. Sementara, pendropingan minyak tanah subsidi lancar ke Agen. Lalu dari agen, disalurkan ke pangkalan. Pertanyaan kita selanjutnya, lantas siapakah yang membeli minyak tanah subsidi itu”, tandasnya

Dia mencurigai, minyak tanah subsidi dibelanjakan bukan oleh masyarakat melainkan dibeli pengusaha dengan dalih mengamankan deviden selama pembangunan berlangsung Namun salah menggunakan subsidi yang nyatanya menjadi hak milik atau jatah rakyat.

“Harus cek di agen. Cek di pangkalan. Agar tidak ngawur dalam mengatasi masalah kelangkaan minyak tanah yang subur terjadi setiap tahun di kabupaten ende”, bilang Elias

Mengapa ngawur, karena solusi menyulap Kantor Lurah menajdi pangkalan sementara itu tidak menyelesaikan soal masalah kelangkaan. Karena hulu dan hilir masalah belum ditemukan Pemerintah. Kata Elias

“Kalau penuntasan masalah kelangkaan hanya bermodal Disperindag sulap kantor lurah jadi pangkalan sementara artinya patut diduga Pemerintah adalah bagian dari mafia yang mengamankan mafia merampok hak rakyat” Ucap Elias Cima

Anenya, dalam pemberitaan sebelumnya, pendropingan minyak tanah bersubsidi dari Depot Pertamina Ende lancar menuju Agen tetapi penyaluran Minyak tanah subsidi dari Agen tak tepat jadwal ke pangkalan. Ini ada apa. Bilangnya

“Jika terjadi demikian maka kita patut menduga bahwa Agen adalah biang kerok terjadinya kelangkaan setiap tahun. Karena, penyaluran dari agen ke pangkalan selalu tidak tepat jadwal. Lantas, ketika tidak tepat jadwal, siapa yang bermain, kalau dugaan kita adalah Agen” ujar Elias

Elias Cima mendesak kepada pihak Pemerintah harus tegas menggunakan kuasanya untuk menindak seluruh para mafia berkedok pengusaha dalam menggunakan jatah subsidi demi memenuhi kepentingan mereka para mafia. Tukasnya

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||