EKBIS, NEWS  

Taktik Sabotase Penjualan MT Subsidi Terapung di Air Keruh, GMNI Ende Sebut Biang Mafia Diduga Ada di Agen

Drama bisnis mafia korporasi BBM Jenis Minyak Tanah Subsidi masih terus bergulir. Namun, upaya mengatasi masalah kelangkaan MT Subsidi dengan menyabotase penjualan oleh Disperindag Ende buang ke kelurahan bikin tambah stok masalah bagai solusi terapung di air keruh.

Karena, tidak cukup hanya diselesaikan lewat langkah Disperindag Ende menyulap Kantor Lurah jadi pangkalan dadakan. Karena itu adalah strategi usang yang kedaluarsa dalam membongkar mafia Minyak Tanah subsidi di daerah kabupaten ende, Flores, NTT.

Pasalnya tindakan Disperindag Ende dengan mengambil alih penjualan minyak tanah bersubsidi kepada masyarakat tanpa melalui pangkalan adalah bagian dari tindakan brutal alias sabotase yang dipertontonkan oleh Pemerintah.

Bahkan konyolnya lagi, Pemerintah Kabupaten Ende melalui Disperindag Ende lebih tegas menertipkan 983 pangkalan ketimbang harus menertibkan ke empat 4 agen distributor MT bersubsidi di Ende. Ungkap Ketua GMNI Ende, Yanto Woda kepada Ritmeflores.com, Kamis, 15 September 2022

Agen Diduga Biang Permainan Mafia

Namun, menurut Yanto Woda, kalau Pemerintah bernyali, beranikah untuk mengambil alih pendropingan minyak tanah subsidi dari depot pertamina. Karena, besar potensi permainan mafia diduga ada di empat agen distributor.

GMNI Cabang Ende meyakini kalau potensi dugaan pembelian minyak tanah subsidi oleh mafia terjadi secara masif langsung di agen. Karena, tidak mungkin mafia harus mendatangi 983 pangkalan untuk membeli MT subsidi.

“Ya GMNI Ende yakin. Kalau pembelian minyak tanah subsidi terjadi langsung di Agen. Karena dari agen lebih mudah untuk pengangkutan. Kalau diasumsikan angkut MT subsidi hanya terfokus di 4 simpul agen MT subsidi”, ujar Yanto Woda

Menurutnya, tindakan yang ditunjukan oleh Disperindag Ende hanya sebatas membenarkan rasa curiga kepada Pangkalan bahwa segala bentuk permainan para mafia ada di pangkalan.

Tindakan tersebut, menurutnya adalah pola sabotase penjualan dengan tanpa mempertimbangkan nasib dari 983 pangkalan yang tersebar di wilayah Kabupaten Ende.

Artinya, Kata Yanto Woda pemerintah dan DPRD Ende tidak bisa tinggal diam untuk memburu siapa dalang para mafia dibalik terjadinya kelangkaan minyak tanah subsidi.

Karena, tidak masuk akal kalau potensi dugaan perampokan hak rakyat melalui pembelian minyak tanah subsidi oleh para mafia terjadi di pangkalan. Karena dari agen hanya melayani 1 pangkalan satu drum.

“Patut diduga Agen menjadi biang mafia terjadinya kelangkaan minyak tanah subsidi di kabupaten ende”, ucap Yanto Woda

Maka itu, GMNI Cabang Ende mendesak DPRD Ende segera membentuk pansus untuk memburu dan menangkap para mafia minyak tanah subsidi yang nyatanya menggerogoti kepentingan masyarakat di kabupaten Ende.

GMNI Cabang Ende juga mendesak kepada Pemerintah untuk mencabut izin distribusi empat Agen distributor MT minyak tanah subsidi yang disalurkan ke 983 pangkalan yang berada di wilayah kabupaten Ende.

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||