Bupati Djafar dan Wabub Erikos Diduga Lindungi 4 Agen, Rela Matikan 983 Pangkalan

Pemerintah Kabupaten Ende yang dipimpin dua pemimpin hebat, Bupati Ende, Djafar Achmad dan Wakil Bupati Ende, Erikos Emanuel Rede, melalui Kepala Disperindag Mohamad Syahrir, nyaris kalut dipretel kritikan publik.

Kali ini, Minggu, 18 September 2022, gemuruh kritikan datang dari Ketua PMKRI Cabang Ende, Iprianus Ma’u menyoroti adanya permainan mafia ditengah terjadinya kelangkaan Minyak Tanah Subsidi di Kabupaten Ende.

Pihaknya menduga bahwa hanya demi melindungi empat Agen distributor penyalur minyak tanah (MT) bersubsidi, Bupati Djafar dan Wabub Erikos rela mematikan nasib 983 pangkalan yang tersebar di wilayah Kabupaten Ende.

“Ada 983 pengecer yang mengantongi izin pangkalan dari Disperindah yang harus kehilangan harapan usaha untuk menjual minyak tanah subsidi kepada masyarakat di Ende”, kata Iprianus Ma’u

Menurutnya, kebijakan yang dipakai melalui penerapan sistem pangkalan sementara dianggab sebagai strategi sulapan yang mandul dan gagal mengatasi kelangkaan MT subsidi di kabupaten tua ini.

Pemerintah Jangan Aneh – Aneh

Pasalnya proses penjualan minyak tanah bersubsidi yang di intervensi melalui Kantor Lurah dalam kota merupakan pola sabotase Pemerintah tanpa mempertimbangkan nasib dari 983 orang yang memiliki pangkalan.

Artinya, kata dia, pola sabotase penjualan yang diterapkan Disperindag Ende adalah strategi usang untuk mematikan masyarakat khususnya 983 pangkalan.

Mengenai persoalan ini, PMKRI mendesak kepada Bupati Ende Djafar Achmad dan Wakil Bupati Ende Erikos Emanuel Rede segera mengembalikan penjualan kepada 983 orang yang memiliki pangkalan.

Karena, kebijakan Pemerintah dengan menyulap kantor kelurahan menjadi pangkalan sementara adalah keliru yang akan berdampak pada proses pelayanan publik terhambat, akibat antrian pembelian MT oleh masyarakat.

“Pak Bupati dan Pak Wabup Ende harus sadar bahwa kantor lurah bukan kios untuk menjajakan jualan minyak tanah subsidi. Tapi Kantor Lurah adalah kantor pelayanan publik menyangkut adminsitrasi. Jadi jangan aneh – aneh”, ujar Iprianus Ma’u

Polisi Diminta Selidiki Mafia

Disamping itu, Iprianus menyoroti dugaan adanya permaianan yang melibatkan para mafia yang sedang bertindak sebagai pelaku dibalik terjadinya kelangkaan minyak tanah bersubsidi.

Maka itu, PMKRI Cabang Ende meminta kepada Polres Ende segera menyelidiki terkait dengan adanya dugaan permainan mafia dibalik terjadinya kelangkaan minyak tanah subsidi di Kabupaten Ende.

Karena, menurut PMKRI Cabang Ende, minyak non subsidi dari Januari hingga pertengahan september tahun 2022 ini, masih mengolam di Pertamina Ende. Pihaknya mencurigai bahwa patut diduga ada oknum mafia yang bermain mata dengan ke 4 agen.

Karena, dari data yang dihimpun PMKRI Cabang Ende, Iprianus mengatakan, dari alokasi minyak tanah subsidi yang harus disalurkan dari depot pertamina Ende kepada empat Agen sebanyak 6652 KL

Namun dari 6652 KL yang disalurkan dari empat Agen kepada 983 pangkalan, realisasi penyaluran hanya 4515 KL. Pertanyaannya, sisa kuota 2137 yang gagal disalurkan oleh 4 Agen itu, dibuang kemana. Tanya Iprianus

“Sisa kuota itu, pertanyaannya apakah dikembalikan kepada Depot Pertamina. Apakah ditimbun di Agen. Apakah dijual ke vendor atau pengusaha. Ataukah di distribusi ke pangkalan ilegal. Kita belum tau”, katanya

Mengenai hal tersebut, Iprianus meminta pihak Kepolisian Resor Ende segera melakukan penyelidikan serius terhadap persoalan ini. Karena, terdapat begitu banyak dugaan yang harus segera diselidiki.

“Kami minta pihak kepolisian segera selidiki. Kalau tidak maka PMKRI Cabang Ende akan melakukan perlawanan melalui Demonstrasi, karena kami melihat dugaan adanya mafia yang bertengger dibalik kelangkaan MT subsidi”, ujar Iprianus Ma’u

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||