Suluh Juang Arkadeus Menerangi Warga Pantura Dalam Peluh Gulita

SUDAH berpuluh – puluh tahun, 600 san jiwa disejumlah kampung yang mendiami wilayah pantai utara (Pantura), sampai sekarang, belum pernah mendapat sentuhan pelayanan jaringan listrik Desa atau Lisdes.

Tidak mengherankan, jika malam mulai datang menyapa kehidupan mereka, bagi warga pantura disana, bertaruh dalam peluh gulita kegelapan, sudah makan garam.

Meskipun demikian, spirit perjuangan warga kampung, khususnya para pemuda wilayah pantai utara, terus berkobar, bagai suluh juang yang tak lekang padam.

Spirit semangat perjuangan itu, terurai dalam cikal bakal jejak juang seorang pemuda (36), Ia bernama Arkadeus Aku Suka yang tenar disapa se-pantura, yaitu, Bung I Like.

Dengan mengantongi segala keterbatasan materil, Ia, Arkadeus asal Desa Aewora nekad menempuh perjalanan panjang kurang/lebih 80 KM, jaraknya menuju Kota Ende.

Bincang Bereng Djendi

Senin, 19 September 2022. Siang itu. Langit cerah, Arkadius berangkat dari Aewora menuju Kota Ende. Bermodal sebuah sepeda motor metik butut miliknya, Ia sendiri mendatangi sebuah Kantor Perusahan Listrik Negara (PLN).

Misinya hanya satu, yaitu menemui Manager PLN (Persero) ULP Ende, Pak Djendi Keyserius, namanya, untuk curhat dan berdiskusi terkait permasalahan yang dihadapi mereka.

Setiba di Kantor PLN Ende, Bung Akradeus diarak petugas menuju ruangan kerja berAc milik Pak Manager. Setelah ditemui, Pak Djendi menanyakan perihal kedatangan dia, Arkadius, Diskusi pun dimulai.

Dia menyampaikan perihal sejumlah persoalan krusial mengenai akses jaringan listrik yang sudah berpuluh tahun belum dinikmati oleh 600 lebih jiwa masyatakat di wilayah mereka. Papar I Like, yang diketahui menjabat sebagai Ketua Formapem Ende, itu.

Ia merincikan, sejumlah kampung yang sudah berpuluh tahunlamanya  belum mendapat akses pelayanan jaringan listrik pedesaan, yakni, warga kampung Detuwulu. Warga kampung Detubera. Warga kampung Aekela.

Menurutnya, warga yang mendiami tiga kampung, berada di wilayah administrasi dua Desa, bilang Arkadius, adalah Desa Detuwulu dan Desa Otogedu. Ujarnya

Menolak Tapi Mau

Ditengah perbincangan itu, Arkadeus menerangkan perihal mengenai pengerjaan jaringan listrik, kerap mendapatkan penolakan dari pemilik lahan detubera. Karena alasan, mereka tidak kebagian jatah listrik.

Ia menceritakan, pada prinsipnya, pemilik lahan tidak mengizinkan apabila lahan milik warga kampung Detubera dan Aekela, Desa Otogedu, harus dikorbankan hanya untuk menjawabi kepentingan warga Desa Detuwulu.

Sementara, warga Detubera dan Aekela tidak kebagian untuk mendapatkan jatah listrik. Sebab, warga di kedua kampung itu, sedang mengalami nasib yang sama, karena ketiadaan akses jaringan listrik. Papar Arkadeus kepada Manager PLN Persero UPL Ende

Menurutnya, prinsipnya masyarakat desa Detuwulu sangat menerima program Lisdes ini, namun masih terkendala di lapangan, dimana terdapat begitu banyak ‘pemilik lahan’ yang menerima dengan syarat kampungnya atau dusunnya harus mendapat jatah listrik.

“Pada prinsipnya masyarakat sangat antusias menerima program lisdes ini, hanya di lapangan ada kendala soal pemilik lahan, pemilik lahan juga pada prinsipnya terima program ini”, ucap Arkadeus

Hanya mungkin, sambung dia, pada tahap ini, mereka belum kebagian, makanya dia meminta kepada Manager PT PLN (Persero) ULP Ende untuk hadir bersama mereka. Demikian pinta pria yang biasa di akrab disapa, I Like itu

Karena permintaan pemilik lahan, jika masyarakat Desa Detuwulu ingin mendapatkan akses jaringan listrik maka Detubera, Aekela harus mendapatkan jatah listrik. Karena akses jaringan listrik menuju Desa Detuwulu masuk melalui lahan milik Detubera dan Aekela.

Keterangan Foto : Ketua Forum Masyarakat Peduli Pembangunan (Formapem) Ende, Arkadius Aku Suka Berdiskusi Bersama Manager PLN Persero ULP Ende, Djendi Keyserus di Kantor PLN. Senin, 19 September 2022

“Akses listrik bisa tembus Detuwulu harus lewat lahan milik warga kampung Detubera dan Aekela Desa Otogedu. Tetapi kalau mereka tidak kebagian, mereka tidak akan merelakan jika lahan mereka diberikan hanya untuk menyelamatkan warga Desa Detuwulu” kata Mantan presedium Pendidikan dan Kaderisasi PMKRI Cabang Ende

Harapan I Like

Dia meminta kepada pihak Manager PT. PLN (Persero) ULP Ende, berkenan hadir, turun langsung ke lapangan agar bisa menyelesaikan persoalan itu, yang dialami oleh masyarakat Detuwulu, Aekela, dan Detubera.

Mendengar permintaan itu, kepada Arkadeus, Manajer PT. PLN (Persero) ULP Ende Djendy Keyserius, berjanji akan berupaya sehingga jaringan listrik menuju kampung Aekela dan Derubera, dapat terlayani segera.

“Mohon masyarakat agar bersabar dan tidak berpolemik dulu. Karena pada prinsip, pembangunan jaringan listrik adalah untuk kepentingan masyarakat”, Ucap Djendi

Karena, dalam waktu dekat, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk duduk bersama dengan para pihak atau pemilik lahan guna menyelesaikan persoalan yang sedang di alami di masyarakat disana.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||