Desus PD 75 Miliar, Fraksi Beringin Ende Memberi Warning Untuk Kepala Daerah

Terhadap rencana pinjaman Daerah, fraksi Golkar DPRD Ende mengingatkan kepada kepala daerah Bupati Djafar dan Wabup Erikos segera melakukan perhitungan cermat, sehingga tidak menjadi beban dan persoalan pemerintah dimasa akan datang.

Peringatan fraksi Golkar Ende, dimaksudkan sehingga dikemudian hari tidak menimbulkan permasalahan baru. Sekaligus menjaga postur APBD Kabupaten Ende tetap sehat dan berimbang.

Menurut pandangan Fraksi berlambang beringin itu yang dibacakan oleh Megi Sigasare, senin 19 September 2022, bahwa pinjaman daerah akan menjadi beban serius APBD dalam kurun waktu tertentu.

Karena, sesuai dengan jangka waktu pinjaman yakni masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Ende tentu akan berakhir pada tanggal 7 April 2024, mendatang.

Maka itu, Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali pinjaman sebesar 75 miliar tersebut yang sebelumnya itu, pinjaman direncanakan 150 miliar.

Pertimbangannya, menurutnya menyoal pada tahap perencanaan dan kesiapan dari masing – masing OPD terkait pinjaman daerah. Karena informasi dari hadil rapat kerja komisi dengan mitra kerja ternyata OPD yang terkait pinjaman daerah belum siap.

Selain itu, yang harus dipertimbangkan terkait sisa waktu sesuai masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati yang akan berakhir 7 April 2024 itu artinya, sisanya hanya satu tahun delapan bulan lagi.

Sisa Waktu Tak Efektif

Namun, sambung Megi Sigasare, apabila dilihat dari sisa waktu, sesungguhnya sangat tidak efektif lagi. Karena sisa masa jabatan hanya tingga satu tahun delapan bulan.

Untuk itu, Fraksi Golkar berpendapat untuk menyelesaikan program kegiatan yang terdapat dalam RPJMD yang nanti direncana akam dibiayai oleh pinjaman daerah.

Pemerintah, menurutnya harus bisa mengupayakan pendanaan secara bertahap yang akan disesuaikan dengan kapasitas fiskal yang tersedia.

Karena Fraksi Golkar melihat pemerintah masih bisa mengupayakan dari sumber pendanaan lainnya untuk mendanai program kegiatan yang direncanakan didanai dari pinjaman daerah tersebut.

Tentunya dengan cara mengupayakan dari sumber pendanaannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari tugas pembantuan, dari APBD Propinsi, dari APBN atau pun dari dana – dana CSAR lainnya.

 

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||