Sorot Nasib Tenaga Honorer, Megi Sigasare : Honor 13 Ribu, Miris!

Memasuki tahun ketiga era kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo, nasib tenaga honorer yang tersebar diseantero Indonesia, terkatung – katung dalam derita bagai telur diujung tanduk. Salah satunya, para tenaga honorer yang berada di Daerah Kabupaten Ende, Flores, NTT.

Pasalnya, hampir diseluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Ende, tenaga honorer tidak diperhatikan. Bahkan, saking enggan untuk diperhatikan, Pemerintah memberi honor hanya 13 ribu rupiah.

Realita ini, bagi Fraksi Golkar DPRD Ende sangat miris, dimana pengabdian mereka para tenaga honorer, sama sekali tidak di perhatikan serius oleh Pemerintah.

Sementara, status tenaga honorer sebelumnya secara resmi telah diumumkan, akan dihapus tahun depan. Untuk diketahui, penghapusan itu dilakukan per 28 November 2023.

Penghapusan tersebut, tertera dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Mempan RB) sebelumnya, ditandatangani oleh Tjahjo Kumolo pada 31 Mei 2022, lalu.

Dampak dari hal itu, tenaga honorer yang tersebar hampir diseluruh instansi Pemerintah Kabupaten Ende, vertikal maupun horisontal, tentunya akan kehilangan lapangan pekerjaan.

Nasib Bagai Telur Diujung Tanduk

Senin, 19 September 2022, lalu, Fraksi Golkar DPRD Ende, dalam pandangan umum fraksi Golkar yang dibacakan oleh Megi Sigasare, mengangkat tentang nasib tenaga honorer di Daerah Kabupaten Ende.

Dirinya memandang Pemerintah Daerah Kabupaten Ende dipandang perlu untuk memperhatikan nasib para tenaga honorer di Kabupaten Ende.

Karena, kata dia, tenaga honorer sudah lama mengabdikan diri bekerja dengan kesungguhan hati demi membangun daerah kabupaten Ende.

Dimana, mereka terlibat berdasarkan kemampuan di bidang mereka masing – masing. Tentunya, dari pengabdian tenaga honorer wajib diperhatikan pemerintah.

“Mereka, tenaga honorer telah mengabdikan diri untuk bekerja dengan penuh kesungguhan hati demi membangun Daerah Kabupaten Ende. Maka wajib diperhatikan”. Katanya

Namun, fraksi Golkar, melihat, nasib tenaga honorer, sampai saat ini, belum sepenuhnya diperhatikan secara serius dari Pemerintah Kabupaten Ende.

Memberi Honor 13 Ribu, Miris Sekali

Dimana, terdapat dibeberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum menerima honor (upah kerja), terhitung sejak awal januari hingga september 2022 ini.

Menurutnya, sejumlah OPD di Kabupaten Ende, yang belum memberikan honor atau upah kepada para tenaga honorer, diantaranya, Dinas Koperasi, Perikanan, Pertanian, Bapeda, Pol PP, Penanaman Modal, RS Pratama.

Deretan dinas tersebut, diketahui belum memberikan honor atau upah kepada tenaga honorer yang sudah lama bekerja di Kantor masing – masing.

Fraksi Golkar DPRD Ende juga menyoroti Dinas Ketahanan Pangan, karena upah yang diberi kepada tenaga honorer dianggab sangat tidak memadai. Karena honor yang diberi hanya 13.000 rupiah.

“Tenaga honorer yang ada di Dinas Ketahanan Pangan terima honor hanya 13.000 rupiah per bulannya, sungguh miris sekali”, kata Megi

Fraksi Golkar berharap agar tenaga honorer tetap dipertahankan dengan mengedepankan prinsip penilaian kinerja serra kebutuhan tenaga honorer disetiap OPD.

Pihaknya berpendapat, untuk saat ini tenaga honorer layak untuk dipertahankan, karena selain dari persoalan ekonomi dana lapangan kerja, para honorer telah banyak membantu pemerintah.

Tenaga honorer, Kata Megi, telah banyak membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan lebih maksimal kepada masyarakat Kabupaten Ende.

“Apapun solusi yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Ende, tenaga honorer patut untuk dipertahankan, sebab nasib mereka wajib dan harus diselamatkan”, tukas Megi

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||