NEWS  

Sadis! Jenazah Akan Dikompos di 2027 Mendatang

Dunia tengah melintasi masa krisis keterbatasan tempat atau lahan pemakaman jenazah, usai menurunnya populasi manusia setelah disantap Pandemi.

Meskipun demikian, dunia tidak pernah kehabisan cara dan strategi untuk menutup kembali liang keterbatasan tempat atau lahan pemakaman jenazah.

Ditengah meningkatnya jumlah kebutuhan pemakaman jenazah, begitu banyak lahan potensial dilimpahkan untuk mengubur jenazah, manusia.

Bahkan, saking terbatas tempat pemakaman yang dipicu oleh meningginya angka kematian manusia, jenazah harus mengantre untuk dimakamkan atau dikreamsi.

Maka cara dan strategi baru dunia adalah setiap jenazah yang meninggal dunia tidak lagi dimakamkan melainkan jenazah akan dikompos.

Sehingga, cara tersebut diklaim dunia sebagai cara yang lebih ramah terhadap lingkungan, dilakukan pengomposan terhadap jenazah yang meinggal.

Sebagai solusi, Amerika Serikat memiliki cara baru untuk pemakaman jenazah, yaitu dengan cara mengomposnya. Melansir The Colorado Sun, Kamis, 30 September 2021, Seth Viddal, co-owner dari The Natural Funeral.

Dimana, pihaknya membangun ‘wadah’ yang diharapkan dapat lebih ramah teehadap lingkungan bagi para jenazah dengan cara pengomposan tubuh (body composting) di pinggiran kota Denver.

“Ini adalah proses alami di mana tubuh dikembalikan ke unsur aslinya dalam waktu singkat. Ini adalah proses yang sama, tetapi dilakukan dengan (menggunakan) tubuh manusia di dalam wadah,” ujar Viddal yang menyamakan praktik ini dengan pengomposan sisa makanan dan sampah halaman.

Pada 7 September 2021, Colorado menjadi negara bagian kedua yang mengizinkan pengomposan tubuh manusia setelah Washington. Juli mendatang, giliran Oregon yang akan mencoba untuk mengizinkan praktik ini.

Tiga bisnis resmi di Washington yang mengompos sisa-sisa manusia, telah mengubah 85 jenazah sejak undang-undang tersebut berlaku pada Mei 2020. Sebanyak 900 orang telah mendaftar untuk layanan ini sejak pemakaman alami menjadi populer. Viddal mulai membuat wadah prototipe setelah RUU bipartisan ditandatangani menjadi undang-undang.

Berdasarkan desain yang digunakan di Washington, kotak kayu ini memiliki panjang sekitar dua meter, dengan lebar dan kedalaman tiga kaki (91,44 cm). Wadah ini dilapisi dengan tutup yang tahan air dan dikemas dengan serpihan kayu serta jerami.

Dua buah roda spool besar (menyerupai roda penggulung kabel listrik), diletakkan pada kedua ujungnya yang memungkinkan wadah jenazah dapat menggelinding, guna memberikan oksigen, agitasi, dan penyerapan yang dibutuhkan tubuh untuk menjadi kompos. Viddal menyebut proses pengomposan ini sebagai ‘pilihan ekologis yang mengasyikkan’, dan di dalam kematian, ia juga melihat kehidupan.

“Pengomposan merupakan siklus yang alami dan dilakukan oleh organisme. Ada miliaran mikroba, makhluk hidup yang ada di saluran pencernaan kita. Dan ketika kehidupan kita berakhir, hidup mereka (mikroba) tidak berakhir,” ujar Viddal.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||