Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Barang Impor Ilegal

Bumingnya peristiwa penahanan 2 (dua) truk pengangkut barang impor ilegal berupa pakayan rombengan alias RB di Pelabuhan Soekarno Ende, lima bulan lalu, tepatnya, kamis, 7 April 2022 lalu, masih mengendap di memori ingatan masyarakat Kota Pancasila.

Pasalnya, setelah penahanan terhadap 2 (dua) buah truck berjenis ekspedisi pengangkut pakayan rombengan yang dikirim dari Bandung, transit di pelabuhan soekarno, Ende, yang rencana, akan diangkut menuju Maumere, Kabupaten Sikka, april, kala itu, berbuntut penahanan.

Imbas dari penahanan itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, bahwa, Penyidik Kepolisian Resor Ende akhirnya berhasil menetapkan 2 (dua) orang sebagai tersangka yang terlibat dalam kasus jual beli barang impor ilegal berupa pakayan rombengan alias RB.

Kedua pelaku tersebut, berasal dari Maumere, Kabupaten Sikka, kini tengah menyandang status tersangka. Meskipun status demikian, karena kedua tersangka itu tidak ditahan Polisi karena dianggab korperatif dalam menjalakan proses hukum di Mapolres Ende.

Tersangka Bukan Sopir

Senin 3 Oktober 2022, Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Yance Kadiaman mengatakan, berkaitan dengan kasus tersebut, kami sudah menetapkan 2 (dua) tersangka kasus barang impor ilegal yang ditahan di pelabuhan soekarno April lalu.

Dijelaskannya bahwa kedua tersangka yang ditetapkan itu bukan sopir truk ekspedisi melainkan pembeli yang terlibat, dalam proses jual beli barang bekas rombengan ditetapkan sebagai tersangka.

Keterangan Foto : Kasat Reskrim Ende, Iptu, Yance Kadiaman, Ritme Flores

Karena, dalam pemeriksaan, pihaknya menemukan sejumlah bukti – bukti yang memperkuat penyidik untuk menetapkan pembeli sebagai tersangka, salah satu bukti, lanjut Kadiaman adalah, sejumlah bukti trasnfer dan bukti pemesanan barang.

“Tersangka itu bukan sopir, melainkan orang yang melakukan jual beli barang bekas rombengan itu. Ada bukti transfernya. Bukti pemesanan barang. Mendatangkan barangnya itu siapa. Pihak – pihak itu yang ditetapkan sebagai tersangka”, terangnya

Berkas Sudah Dikirim ke JPU

Sementara, mengenai berkas tersebut, kadiaman mengatakan pihaknya sudah melimpahkan berkas itu kepada pihak Kejaksaan Negeri Ende lewat Jaksa Penuntut Umum atau (JPU).

Namun dibeberapa hari lalu, JPU mengembalikan berkas tersebut. Berkas yang dikembalikan JPU disertai dengan petunjuk dalam P19 agar dilengkapi penyidik Polres Ende. Terang Kadiaman

Dalam petunjuk tersebut, pihaknya diminta melengkapi dengan memeriksa pengirim barang impor alias rombengan yang berada di Bandung untuk dikroscek alur pengiriman barang ilegal tersebut sampai di ende. Ungkapnya

Setelah pengirim diperiksa dan alur pengiriman sudah diketahui kemudian kita melakukan pemeriksaan terhadap saksi Ahli perdagangan. Surat sudah kita kirimkan ke Dinas Perdagangan provinsi, untuk diminta datangkan Ahli.

Selain itu, kedua tersangka tidak dilakukan penahanan. Tetapi pihaknya hanya diarahkan untuk wajib lapor. Alasan tidak dilakukan penahanan, sambung kadiaman, karena kedua tersangka korperatif.

“Kedua tersangka tidak ditahan, alasannya karena korperatif menjalankan wajib lapor dan tidak melarikan diri dari kasus tersebut. Kemudian untuk menghemat waktu penahanan”, kata Kadiaman

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||