Panker Bentukan DPRD Ende Hanya Lips Service Semata

Semenjak kisruh kelangkaan minyak tanah bersubsidi terjadi di Kabupaten Ende, Lembaga DPRD Ende begitu getol mengeritisi kinerja Pemerintah. Pasalnya, pemerintah dianggab tak berdaya mengatasi masalah kelangkaan minyak tanah yang sudah terjadi dari tahun ke tahun.

Penilaian itu, DPRD Ende lewat Komisi II yang dipimpin, Maksimus Deki beserta tiga Anggota DPRD lainnya, Vinsen Sangu, Syukri Abdullah dan Fadlin Deli terdorong melakukan sidak ke Depo Pertamina Ende.

Sejak itu, komisi II DPRD Ende berinisiatif membentuk Panitia Kerja atau (Panker/Panja). Panitia kerja itu dibentuk guna menelusuri terkait biang keladi sengkarut kelangkaan minyak tanah yang laris berulang tahun di Ende.

Ketua LBH, Fasi Ignatius, SH dalam wawancara Ritmeflores.com melalui sambungan telepon Whatsapp, minggu 9 Oktober 2022, mengatakan bahwa Panitia kerja bentukan Komisi II DPRD Ende hanya lips service semata.

“Insiatif DPRD dengan membentuk Panker, lantas tidak jalan. Ini menjadi pertanyaan kita. Tujuan untuk apa. Orang juga bisa mempunyai pemikiran tersendiri. Jangan sampai, kerja ini soal uang”, ungkapnya

Karena, panker atau panja tidak mungkin berjalan tanpa biaya. Pasti ada biaya. Nah lebih baik menggunakan cara melaporkan kepada pihak kepolisian, sambung Fasi, justru itu lebih baik. Kata Advokat itu

Ia mengatakan, panitia kerja dianggab tidak mampu untjk memainkan perannya dalam menuntaskan masalah terjadinya kelangkaan minyak tanah subsidi di Kabupaten Ende.

Tantang Komisi II DPRD Ende

Selain itu, Fasi menentang Komisi II DPRD Ende untuk mengajukan laporan pengaduan kepada pihak Kepolisian untuk menelusuri demi mengungkap dugaan mafia minyak tanah subsidi di kota serambi Pancasila.

Menurutnya, kalau tidak salah, tahun lalu pada awal mulai muncul masalah ini, dimana pihak Disperindag Ende telah menemukan pelakunya. Bahkan mengenai modus operandi sudah diketahui Disperindag Ende.

“Sebaiknya Pemerintah Kabupaten Ende dan DPRD Ende segera melaporkan kepada pihak polisi. Karena pelakunya sudah diketahui sebelumnya”, katanya

Ia mengatakan, persoalan saat ini berada pada tataran penegakan hukum. Artinya, sambung dia, pada titik ini, pelaku sudah diketahui artinya tidak perlu lagi mencaritau sesuatu yang sudah kita ketahui.

Selain pemerintah, fasi mengatakan DPRD Ende bisa membuat laporan polisi mengenai pengaduan masyarakat tentang kelangkaan minyak tanah yang sebelumnya diduga kelangkaan minyak tanah itu terjadi, akibat adanya campur tangan mafia, kata Fasi

“Sekarang berani tidak pemerintah melaporkan persoalan yang sudah ditemukan oleh Disperindag Ende kepada pihak Kepolisian. Begitu juga dengan DPRD Ende alangkah lebih elegan dan lebih baik, membuat laporan polisi dong, kenapa tidak. Regulasi memungkinkan tu”, bilang Fasi

Karena membongkar satu sindikat jaringan mafia itu tidak mudah. Karena butuh skil, pengalaman, butuh intstrumen – intrusmen atau spesifikasi iu hanya bisa dimiliki oleh polisi. Dan harus mampu berdayakan pihak kepolisian.

“Sebaiknya DPRD Ende buat laporan polisi, ketimbang bikin panja atau panker. Ya kita taulah. Kalau bentuk panja atau panker, pastilah ada konsekuensi biayanya. Justru dengan buat laporan polisi, biayanya lebih murah”, ucap Fasi

Menurutnya, setelah buat laporan polisi, tugas dari DPRD Ende melakukan pengawasan. Semisal, bahwa DPRD Ende menginginkan untuk mendapatkan progres perkembangan dari laporan tersebut, maka bisa melalui mekanisme SP2HP atau Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan.

“Kalau misalkan itu diserahkan pada polisi, malah itu lebih mudah. Karena pimpinan kepolisian ada Kapolres. Pihak DPRD sendiri ada Ketua DPRD Ende. Pemerintah ada Bupati, Semua itu masuk dalam Forkompimda kok. Justru dengan begitu, koordinasinya lebih mudah loh”, ujarnya

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||