Taktik Pasang Badan Ala Bos Nirmala, 4 Tersangka Diduga Terjebak Skenario Buta

Sebanyak 4 orang anak buah bos PT. Nirmala Cahaya Agung Ende ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan alias (OTT) oleh 13 Anggota Polres Ende jumad 8 Oktober 2022 lalu, disinyalir ada campur tangan para jajaran petinggi Agen PT. Nirmala Ende.

Jajaran petinggi PT. Nirmala Cahaya Agung Ende yang lama bergerak sebagai Agen penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Ende, sebut saja Direktur dan Komisaris Perusahan tersebut diduga mendesain skenario buta dengan mengorbankan ke – 4 (empat) orang anak buah PT. Nirmala Ende.

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Cabang Ende, Yanto Wodha mengatakan, ke – 4 (empat) tersangka yang ditetapkan Polres Ende diduga menjadi korban pasang badang oleh jajaran petinggi PT. Nirmala Cahaya Agung Ende.

“Saya menduga jangan sampai 4 orang anak buah yang didorong jadi tersangka adalah bagian dari taktik pasang badan ala Bos PT. Nirmala Ende. Karena, sangat tidak mungkin bertahun – tahun kegiatan mafia ke- 4 tersangka tanpa diketahui oleh jajaran petinggi PT. Nirmala Ende. Sepertinya, 4 orang anak buah jadi korban dari skenario buta perusahan tersebut. ujar Yanto

Menurutnya, dalam konferensi pers Polres Ende kemarin, dimana, Kapolres Ende, AKBP. Andre Librian menyampaikan bahwa 4 tersangka yang ditetapkan itu tengah melakukan tindakan penyalahgunaan BBM jenis solar subsidi, terjadi sejak tahun 2020 hingga Oktober, 2022 baru terungkap.

Terjebak Skenario Buta

Ironisnya, sambung Yanto, tindakan penyalinan BBM dari mobil tangki disalurkan ke sejumlah drum dan jerigen yang diistilahkan kencing di gudang itu, terjadi selama ini tanpa diketahui oleh jajaran antara Direktur dan Komisaris PT. Nirmala Cahaya Agung Ende.

Fakta tersebut memantik dugaan dari kalangan aktivis Ende, Yanto Wodha beranggab menjadi sebagaj bagian dari taktik manipulasi yang sengaja didesain oleh para petinggi perusahan yang selama ini diduga terlibat sebagai aktor kunci dari kasus tersebut.

“Para petinggi PT Nirmala Mestinya ditangkap namun mengapa tidak demikian. Itu artinya, kalau polisi tidak profesional maka, jajaran direktur dan komisaris berpotensi akan luput dari cengkraman kasus tersebut”, ujar Yanto

Dia mengatakan, polisi semestinya bekerja profesional dan lebih berani untuk memanggil, memeriksa dan menetapkan Bos PT. Nirmala Cahaya Agung Ende, mulai jajaran petinggi perusahan, yaitu Direktur dan Komisaris sebagai tersangka kasus penyalahgunaan BBM Jenis bio solar tersebut.

“Empat tersangka diduga menjadi korban dari skenario buta bos PT Nirmala Ende. Dengan begitu, Polisi harus berani memanggil, memeriksa dan tetapkan bos PT. Nirmala mulai dari direktur dan komisaris menjadi tersangka atas kasus penyalahgunaan bio solar di Ende”, ungkapnya

Maka itu, Ketua GMNI Cabang Ende, Yanto Wodha berkomitmen untuk akan mengawal proses penegakan hukum seraca profesional. Sehingga dimasa akan datang tidak terjadi lagi mafia- mafia yang bermain. Tukasnya

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||