Bakar Spirit Kaum Gender, Agustina : “Perempuan Jangan Takut Berpolitik”

Dalam memberdayakan kaum perempuan untuk terlibat dalam dunia politik merupakan spirit yang mesti dan harus digelorakan untuk memantik nyali dan semangat kepada sesama kaum perempuan agar jangan takut berpolitik.

Meskipun, kaum gender atau perempuan selalu menjadi imbas dari penzoliman kaum lelaki. Akibat penzoliman itu, menyebabkan kaum gender atau perempuan nyaris hilang kepercayaan diri untuk mengasah kualitas kepemimpinan, di dunia politik.

Bahkan, kehilangan kepercayaan diri, kaum perempuan akhirnya takut untuk bertarung di dunia politik. Karena rillnya, kaum perempuan sering dizolomi oleh kepentingan kaum laki – laki. Karena faktanya, kaum perempuan sering dipakai sebagai komoditas politik.

Pasalnya, kaum perempuan hanya sekedar dipakai untuk memenuhi kuota 30 persen yang dituntut oleh Undang – Undang (UU) pemilihan Umum (Pemilu) di era demokrasi, semacam ini. Namun bagi perempuan asli flotim yang terlahir di Kota Pancasila Ende, kata, Agustina Patty Fernandez menyatakan, tidak demikian.

Karena kuota 30 persen untuk kaum gender atau perempuan yang disyaratkan Negara untuk terlibat dalam pemilihan umum (Pemilu) harus dianggab sebagai jalan tol menuju pengabdian menjadi pemimpin. Ucap agustina

Pengalaman Politik Agustina

Lewat sambunga telepon, Agustina Patty Fernandez yang sekarang menjabat sebagai tenaga ahli Anggota Komisi 1 DPR RI Bidang Keamanan, Luar Negeri dan Kominfo, rabu 19 Oktober 2022, angkat bicara soal peranan kaum Djender dalam dunia politik sangat dibutuhkan.

Agutina mengisahkan, sejak dirinya bergabung sebagai kader partai Gerindra sejak tahun 2019 kala itu, begitu banyak pengalaman yang dituai saat berada di Partai Gerindra.

Bahkan selama puluhan tahun terlibat dalam Partai Politik, begitu banyak Ilmu politik yang diserap, mulai dari regulasi, dinamika hingga turun tanding di dunia politk praktis pun sudah dialami Agustina sejak 2009, silam.

Menurut Agustina keterwakilan 30 persen kaum djender atau kaum perempuan yang terlibat dalam berpartai politik selalu hanya menjadi bunga – bunga politik semata.

Dimana perempuan disediakan ruang 30 persen hanya sebatas memenuhi persyaratan saja. Sehingga pada akhirnya perempuan hanya dijadikan sebatas objek untuk memenuhi syarat pemenuhan pencalegkan untuk menjawabi nafsu ekspektasi kaum laki – laki.

“Jadi kemudian perempuan merasa bahwa ah apa sih kita ini dalam partai politik. Toh pada akhirnya kita hanya diberi kan janji. Sedang uang untuk mengongkos kerja politik telah dikelaurkan habis – habisan. Tapi kesempatan untuk menang, perempuan selalu diasingkan”, papar Agustina

Ia mencontohkan begitu banyak kaum perempuan yang turun bertanding dalam politik namun gagal karena kaum perempuan itu selalu menjadi imbas dari penzoliman politik yang dijarahi kaum laki – laki.

Lazimnya dalam atmosfer politik ende, penzoliman terjadi, semisal menganggab kaum perempuan tidak mengerti dan tidak memahami tentang politik. Sehingga tidak heran jika kaum perempuan kehilangan harapan untuk terlibat dalam dunia politik, dewasa ini.

Suka Duka Politik Agustina

Selain itu, Agustina Patty Fernandez mengisahkan saat dirinya bertarung di dunia politik pada periode 2019 kala itu, sempat dizolimi dalam internal partai. Tetapi, bagi Agustina, pengalaman itu menjadi esensi dari pendewasaan politik.

“Pengalaman pribadi, saya rarung di dua kabupaten sikka dan Ende. Tapi di ende, saya tau suara murni saya banyak tapi saya di zolimi di internal partai sendiri. Meskipun begitu kaum laki – laki kemudian menganggab sudah lah begitu. Dia tidak tahu apa – apa. Kita bisa melakukan dimana. Dia tidak paham. Begitulah anggaban laki – laki. Nah ini nama nya penzoliman politik”, kata Agustina

Mengapa demikian, karena perempuan tidak diberikan ruang namun tidak diakui sebagai kader perempuan yang mempunyai kemampuan. Karena keberadaan kaum djender di Pantai Politik selalu tidak diakui dari berbagai aspek.

“Nah itu yang menyebabkan dalam berpolitik, perempuan merasa cukup memenuhi kuota saja atau ya sudahlah kita kaum perempuan cukup hadir untuk duduk – duduk di partai politik saja”, kata Agustina

Namun, menurut Agustina, mengenai keterlibatan kaum perempuan dalam dunia politik, apabila diberikan ruang yang benar, murni dan sejujur – jujurnya maka pastinya akan banyak perempuan ende yang sangat mampu mengabdi menjadi sebagai legislator.

Sentil Atmosfer Politik Ende

Disamping itu, Agustina mengingatkan bahwa atmosfir politik di Kabupaten Ende itu berbeda, selain bung karno pernah diasingkan di Ende tetapi poin untuk perempuan di Kabupaten Ende akan lebih dari daerah lain.

Apabila hal sejarah semacam itu diposisikan sebaik – baiknya maka tidak ada yang mustahil bahwa akan ada begitu banyak kursi di DPR diduduki kaum perempuan atau Djender dari Kabupaten Ende.

“Kkalau demikian maka keterwakilan kaum perempuan di arena legislatif akan semakin signifikan diisikan oleh kaum perempuan”, bilang Agustina.

Namun perempuan hari dimasa ini berbeda dengan kaum perempuan di lima belas tahun lalu. Dimana, dengan segala kemajuan dan prestasi yang diraih kaum perempuan masa kini, perempuan layak terjun dalam dunia politik dan meraih kursi menjabat sebagai wakil rakyat.

Sementara, apabila kaum laki – laki terus mendominasi untuk memonopoli segala ruang demokrasi maka, 30 persen kuota perempuan akan menjadi ruang terbatas untuk mem batasi kaum perempuan terlibat dalam dunia politik.

“Jadi kondisi hari ini, perempuan butuh banyak waktu untuk bekerja keras sehingga bisa diakui di ruang politik. Padahal banyak perempuan yang mampu dan mampu memobilisasi kekuatan politik untuk meraih kursi di DPRD Ende”, terang Agustina

Dia berharap kepada partai politik untuk bisa memberikan ruang 30 persen bahwa kaum perempuan mampu bersaing meraih prestasi melalui kualitas diri yang dimiliki para kaum perempuan agar bisa diakui di dunia politik.

Selain itu, Agustina menerangkan dilaur negeri, perempuan banyak menjabat di parlemen. Karena kaum perempuan diakui masyarakat bahwa lebih menggukan hati dan lebih teliti.

“Jadi kualitas perempuan tidak hanya bisa berteori saja melainkan perempuan bisa bertindak taktis untuk memperjuangkan segala bentuk aspirasi masyarakat”, tutup Agustina.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||