Korupsi Dana Komite, Mantan Kepsek dan Bendahara SMKN 1 Ende Resmi Jadi Tersangka

Setelah tiga tahun bungkam dibalik purnama, akhirnya mentari terbit tepat pada waktunya. Alhasil, pengungkapan kasus korupsi dana komite di SMKN 1 Ende berhasil dibongkar secara terang benderang oleh Kepolisian Resor Ende.

Pasalnya 2 (dua) aktor kunci yang berstatus sebagai mantan Kepsek dan Bendahara pada SMKN 1 Ende inisial HGR dan WD telah terbukti melakukan tindak pidana dugaan korupsi dana komite SMKN 1 Ende.

Penilepan dana komite berjalan selama kurun waktu, tiga tahun anjaran meliputi, TA 2019 – 2020 dan 2020 – 2021 dan TA 2021 – 2022, bulan januari. Akibat dari tindakan kedua tersangka, HGR dan WD harus mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Mapolres Ende.

“Hari ini Polres Ende resmi, menggelar konferensi pers terkait dengan pengungkapan kasus tindak pidana dugaan korupsi dana komite yang dilakukan oleh mantan kepala sekolah (Kepsek) dan Bendahara SMKN 1 Ende”, ungkap Kapolres Ende, Andre Librian, kepada belasan wartawan saat menghadiri gelaran konferensi pers di kantor Mapolres Ende, senin 31 Oktober 2022

Ia menerangkan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan Satreskrim Polres Ende menemukan adanya pelanggaran tindak pidana dugaan korupsi dana komite yang dipungut dari siswa dan siswi SMKN 1 Ende yang dilakukan oleh dua tersangka mantan Kepsek dan Bendahara yakni inisial, HGR dan WD, selama tiga tahun anjaran.

Dalam penyidikan kasus tindak pidana korupsi, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti antara lain satu unit sepeda motor Yamaha, satu unit laptop dan beberapa bukti dokumen – dokumen penggunaan dana tersebut, serta uang tunai kurang lebih sebesar 243 Juta.

“Uang 243 juta tersebut diperoleh dari beberapa saksi yang sempat diberikan oleh kedua tersangka. Kemudian dana tersebut yang dihasilkan dari korupsi dana komite sekolah disita semuanya untuk dijadikan sebagai BB (barang bukti) “, kata Andre Librian

Menurutnya berdasarkan hasil audit, total korupsi yang dilakukan kedua tersangka ‘HGR dan WD’ itu, sebesar 1,7 miliar lebih dana komite sekolah yang dikorupsi oleh kedua tersangka selama tiga tahun.

Keterangan Foto : Gelaran Konferensi Pers Penetapan Dua Tersangka Kasus Korupsi Dana Komite SMKN 1 Ende di Kantor Mapolres Ende. Senin, 31 Oktober 2022

Andre mengatakan, total korupsi sebesar 1, 7 miliar lebih tersebut, digunakan kedua tersangka yang diambil dari total dana komite sekolah yang dipungut dari para siswa sebesar kurang lebih, 6 miliar rupiah.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka bahwa dana korupsi sebesar 1,7 miliar lebih, itu digunakan kedua tersangka untuk memenuhi kepentingan pribadi para pelaku.

Namun dari hasil penyitaan dana korupsi yang digunakan atau dipakai kedua pelaku, pihaknya hanya mengamankan. Namun terdapat beberapa penggunaan untuk kepentingan harian kedua pelaku.

“Kepentingan harian itu, seperti membeli tiket, kebutuhan lainnya bahkan sebagian dana korupsi dogunakan untuk kegiatan bersifat hiburan dan berlibur”, beber Andre Librian

Namun mengenai dugaan adanya keterlibatan tersangka lainnya, sambung Andre, untuk sementara, pihaknya masih harus melakukan pengembangan penyidikan.

Pengembangan penyidikan dilakukan untuk mengetahui apakah dalam proses melakukan tindak pidana korupsi ini dibantu oleh pihak lain atau tidak, untuk saat ini kita masih dalami. Tapi sekarang sudah 2 (dua) orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Rampas Kewenangan 

Perampasan kewenangan yang dipertonton oleh mantan Kepala Sekolah dan Bendahara SMKN 1 Ende terbukti telah melanggar prosedur dalam proses pembentukan pengurus komite untuk mengelola dana tersebut.

Mengenai kronologi kasus, kata Andre bahwa, sekolah ini memiliki komite dan memiliki berbagai ketentuan pengurus. Namun dalam proses pembentukan pengurus komite tidak sesuai dengan prosedur.

Karena, kepala sekolah dijadikan sebagai ketua komite sedang secara kewenangan harusnya ketua komite mesti diangkat atau dipilih dari orang tua siswa. Namun prosedur tidak terjadi demikian.

Andre menerangkan bahwa dana komite yang dipungut dari orang tua siswa dan siswi dengan besaran variatif antara 1 juta dan 2 juta dimanfaatkan untuk pembangunan sekolah tahun ajaran 2019 hingga 2022.

Keterangan Foto : Konferensi Pers Tersangka Kasus Korupsi Dana Komite di Kantor Mapolres Ende. Senin, 31 Oktober 2022

Sehingga dari hasil penyelidikan dan penydikan pihak Satreskrim Polres Ende ditemukan adanya penyalahgunaan dana komite oleh mantan Kepala Sekolah dan Bendahara SMKN 1 Ende, tersebut.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan Satreskrim melalui audit maka ditemukan ada penyalahgunaan dana komite tersebut”, ucap Andre

Sementara, sambung Andre Librian, pasal yang disangkakan kepada dua tersangka yaitu pasal 2 ayat 1, pasal 3 junto pasal 18 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto pasal 55 KUHP.

Namun, berdasarkan pertimbangan penyidik dan untuk mempercepat proses penyidikan bahwa terhadap dua TSK (tersangka) HGR dan WD akan dilakukan penahanan untuk menjalankan proses hukum.

“Hari ini kedua tersangka resmi ditahan di sel tahanan mapolres ende. Mulai hari ini, senin, 31 November 2022 untuk menjalani proses hukum selama 21 hari. Namun selama penahanan dilakukan, berkas, secepatnya kami limpahkan kepada Kejaksaan”, ujar Kapolres Ende, Andre Librian

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||