“Kencing Ditengah Jalan”, Polisi Tangkap 4 Pelaku PT. Elnusa Petrofin

Lagi dan Lagi, Mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjamur di Kabupaten Ende, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Namun beragam aksi mafia tak ciut, dipertontonkan oleh sejumlah anak bawang perusahaan.

Meskipun, bulan lalu, ke 4 orang tersangka yang terlibat dalam kasus penyalinan BBM jenis Bio Solar alias kencing dalam gudang milik PT. Nirmala Ende, diringkus dalam operasi tangkap tangan alias OTT oleh belasan polisi.

Namun kasus tersebut tak sedikit pun memberikan efek jerah terhadap mafia dari perusahaan lain, dimana kali ini, 4 (empat) pelaku PT. Elnusa Petrofin Ende berhasil ditangkap intelijen polisi.

Penangkapan tersebut terjadi saat 4 (empat) tersangka tengah melakukan transaksi jual beli BBM ditengah jalan trans flores Ende – Bajawa, alias kencing ditengah jalan tepatnya di tugu penggajawa, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende

Kasat Reskrim Ende, Kadiaman mengatakan ke 4 (empat) tersangka meliputi, dua orang tersangka adalah sopir PT. Elnusa Petrofin dan dua orang tersangka lainnya adalah pembeli dan sopir pengangkut.

Dirincikannya, 4 tersangka, Inisial KR (Awak Mobil Tangki 1). Tersangka Inisial MD (Awak Mobil Tangki 2). Sedangkan dua tersangka lainnya yakni Inisial SI (Pembeli). Tersangka Inisial H (Sopir mobil pickup).

Terdapat, 9 (sembilan) barang bukti yang berhasil disita polisi, diantaranya 1 (satu) unit mobil tangki kapasitas 6000 liter warna merah putih. 1 buah selang konektor, 1 buah STNK atas nama pemilik PT. Elnusa Petrofin dan 1 buah kunci mobil tangki yang terdapat gantungan salib.

Selain itu, barang bukti uang sebesar Rp. 2.100.000,- (dua juta seratus ribu rupiah). Dan 1 unit mobil pickup warna hitam.1 buah kunci mobil pickup. 5 (lima) jerigen berukuran @35 liter berisi pertalite dan 3 (tiga) jerigen berukuran @35 liter berisi Bio Solar.

Modus Kencing DiJalan

Setelah dilakukan pemeriksaan, Kadiaman menerangkan, pada hari Sabtu tanggal 19 Nopember 2022, sekitar pukul 11.00 wita, tersangka KR (Awak Mobil Tangki 1), PT. Elnusa Petrofin, melakukan pengangkutan BBM jenis pertalite dan Bio Solar B30 bersubsidi dengan menggunakan satu unit mobil tangki bernomor Polisi : B 9193 SFV, milik transportir PT. Elnusa Petrofin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, BBM diangkut untuk dibawa menuju SPBU 5486401. Jalan Patimura Bajawa, Kabupaten Ngada milik UD Pelangi dengan jumlah pertalite sebanyak 8.000 liter dan Bio solar B30 sebanyak 8.000 liter yang terisi pada 2 (dua) kompertement, yang dibantu oleh rekannya Awak Mobil Tangki 2 tersangka MD.

Kadiaman mengisahkan, ketika dalam perjalanan menuju arah Bajawa tersangka MD menelepon tersangka SI untuk melakukan transaksi jual beli BBM, setelah tiba, di Tugu Penggajawa, Desa Penggajawa, sudah terdapat tersangka SI dan saksi R yang telah menunggu.

Kemudian, lanju kadiaman, KR turun dari kendaraan dan berdiri dengan tersangka SI disamping kanan kendaraan, sedangkan tersangka MD langsung membuka segel yang terpasang dicicin penutup krang tangki menggunakan tangan.

“Setelah terbuka, lalu tersangka MD mengambil selang konektor yang telah disediakan oleh tersangka SI memasang dan menyambungkan pada kran tangki lalu menyalin BBM kedalam wadah berupa jerigen ukuran @35 liter yang saat itu dipegang oleh saksi R dengan rincian pertalite sebanyak 5 (lima) jerigen dan Bio Solar B30 sebanyak 3 (tiga) jerigen. Setelah 8 (delapan) jerigen telah terisi kemudian tersangka MD memasang kembali segel sama seperti posisi semula”. Bilangnya

Kemudian tersangka KR dan tersangka MD melanjutkan perjalanan dan tidak jauh dari tempat tersebut terdapat mobil pickup warna hitam yang dikemudikan oleh tersangka H sudah terparkir dipinggir jalan menghadap kearah Bajawa yang menunggu BBM tersebut diangkut.

Kemudian, tersangka SI mengikuti kendaraan mobil tangki dengan menggunakan sepeda motor miliknya lalu menyerahkan uang sebesar Rp. 2.100,000,- (dua juta seratus ribu rupiah) untuk pembelian BBM sebanyak 8 (delapan) jerigen.

Selanjutnya, pada saat tersangka H dan tersangka SI akan mengangkut BBM tersebut keatas mobil pickup petugas kepolisian secara sigap langsung melakukan penangkapan dan mengamankan pelaku berserta barang bukti.

Sementara mengenai motif, Kadiaman mengatakan bahwa para tersangka tergiur akan keuntungan yang didapat dari hasil penjulan BBM. Terhadap 4 orang tersangka telah memenuhi 2 alat bukti yang cukup.

Karena telah melakukan perbuatan menyalahgunakan pengangkutan dan/atau Niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah sebagaimana dimaksud dalam paragraf 5 pasal 40 ayat 9 pasal 55 UU RI NO. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mengubah pasal 55 UU RI No. 22 tahun 2001 tentang Migas.

Terhadap Ke empat pelaku dengan acaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi 60 milyar rupiah. Sementara, 4 (empat) orang tersangka telah dilakukan penahanan dimulai tanggal 20 November 2022

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||