Bongkar Bangkai Kasus di Laci Meja Penyidik, Andre Librian : “Semua Kasus, Kami Ungkap”

Istilah ngerem dalam proses hukum kasus korupsi dan mafia migas menjadi rumor yang menakutkan, dimana orang yang berkuasa atau berduit dan menguasai jaringan para petinggi di negeri setua ini, laris mengklaim mampu meredamkan institusi penegak hukum.

Namun rumor tersebut akhirnya dipatahkan. Karena bagi Kasat Reskrim, Iptu. Yance Kadiaman, dibawah komando Kepala Kepolisian Resor Ende, AKBP Andre Librian, SIK. Itu sebetulnya, ‘beda orang – beda spirit’.

Karena, spirit yang terwujud dalam misi menuntaskan berbagai kasus, termasuk yang paling seksi yakni kasus korupsi dan mafia migas, bagi penyidik Polres Ende tetap konsisten mengungkap kasus tersebut.

Mengingat pada kepemimpinan sebelumnya, sejumlah kasus salah satu kasus korupsi dan migas sering mudah diredam. Bahkan sudah membangkai dalam laci penyidik Polres Ende, kali ini, berhasil diungkap.

Pasalnya, sudah bertahun – tahun lamanya, bangkai kasus korupsi dan mafia migas yang selama ini terpasung dalam rimba penyelesaian tanpa proses hukum, akhirnya berhasil dibongkar penyidik Polres Ende.

Alhasil, pencapaian ini merupakan prestasi gemilang penyidik kepolisian resor ende dibawah komando AKBP Andre Librian patut di apresiasi oleh masyarakat Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Progres Tahun 2022 : 349 Kasus

Dalam konferensi pers di Kantor Mapolres Ende, kamis, 29 Desember 2022, dihadapan belasan wartawan, AKBP Andre Librian, SIK merilis progres pencapaian dalam penuntasan berbagai kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Ende.

Progres tersebut menurutnya adalah pencapaian selama memimpin Polres Ende. Tidak hanya kasus korupsi namun terdapat berbagai kasus, seperti kasus pemerkosaan, dan kasus curanmor hingga kasus kekersan seksual terhadap perempuan dan anak, komit diproses.

Kapolres Ende  AKBP Andre Librian, S.I.K., memaparkan data kasus tindak pidana yang ditangani Polres Ende dalam rentan selama tahun 2022 terus mengalami peningkatan sebanyak 349 kasus.

“Kasus Tindak pidana di Kabupaten Ende terus mengalami peningkatan selama 2 (dua) tahun terakhir antara Tahun 2021 dan tahun 2022. Ya kalau dibandingkan dengan tahun 2021 sebanyak 218 kasus dan 145 adalah tindak pidana sementara di tahun 2022 terjadi 349 kasus”, kata Andre

Dari 349 kasus, Ia menerangkan bahwa kasus tindak pidana yang paling dominan adalah kasus penganiayaan dan pengeroyokan dan kasus pencurian. Namun dalam proses penyelesaian, ada yang diselesaikan secara hukum dan ada juga yang diselesaikan secara restorative justice.

Menurut Kapolres terjadinya peningkatan kasus criminal dibandingkan dengan tahun 2021 dikarenakan pada tahun 2021 masih ada masa PPPKM menyusul kasus covid sehingga membatasi ruang gerak masyarakat dan seiring dengan dicabutanya level PPKM maka mulai terjadi sejumlah kasus criminal.

Berbagai tindak criminal yang terjadi di Kabupaten Ende terutama kasus penganiayaan maupun pencabulan serta KDRT pada umumnya disebabkan oleh bahaya miras yang dikosumsi oleh pelaku.

Maka itu, kata Andre Librian bahwa untuk meredam kasus-kasus criminal yang disebabkan oleh miras maka pihak Kepolisian gencar melakukan operasi penertiban miras di kalangan masyarakat.

Sedangkan untuk kasus narkoba, sambung Andre Librian pada tahun 2022 Polres Ende menangani sebanyak 2 (dua) kasus berupa kasus kepemilikan ganja dan sabu- sabu.

Komit Perangi Korupsi

Sementara, mengenai kasus korupsi Kapolres mengatakan Polres Ende memang menangani sejumlah kasus korupsi dan dari berbagai kasus yang tersebut ada yang sudah dilimpahkan ke Kejari Ende dan ada juga yang sedang ditangani oleh Polres Ende.

Menurut Kapolres, pihak Kepolisian memiliki komitmen yang tinggi untuk memberantas berbagai kasus korupsi di Kabupaten Ende namun karena keterbatasan anggaran maka Polres Ende hanya bisa menangani 5 kasus perkara korupsi karena memang anggaran  yang diberikan untuk menangani 5 perkara korupsi.

Selain itu, Andre juga menyampaikan dua program unggulan Polres Ende yakni Polisi Desa dan Kapolres mendengar. Melalui Polisi Desa anggota polisi berkunjung ke desa mendengar dan menggali masalah di desa untuk dilanjutkan ke pimpinan sedangkan program Kapolres mendengar.

“Kami melakukan tatap muka langsung bersama masyarakat dan mendengarkan keluhan, saran maupun kritik dari masyarakat terkait gangguan Kamtibmas”, terang Andre

Maka itu, Andre menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang proaktif melaporkan setiap kejadian kepada Polisi. Kapolres mengharapkan sinergitas dan proaktif dari masyarakat dilanjutkan dan ditingkatkan di tahun 2023 karena kasus tindak pidana penganiayaan masih tinggi di Kabupaten Ende”. ujar Kapolres.

 

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||