PENAKU UNTUK NEGERIKU (Episode-3)

Jeritan Pembangunan Jalan Desa
Episode 3, Oleh Servas Mario Patty
(Kolumnis)

Rakyat Ende yang sangat saya cintai. Kita berjumpa kembali pada episode 3 tentang “Jeritan Pembangunan jalan desa.” Pada episode 3, saya menggunakan bahasa Latin, “Vox Populi Vox Dei.” “Suara Rakyat Suara TUHAN.” Artinya jeritan rakyat adalah suara TUHAN. INCUMBENT masih punya waktu untuk memenuhi janji-janji politiknya. Dalam tulisan-tulisan saya selalu ada solusinya. Masih ada waktu, INCUMBENT diberi kesempatan untuk segera membangun jalan-jalan yang dijanjikan saat kampanye biar rakyat bisa pilih kembali pak Jafar menjadi bupati Ende 2024-2029.

Dalam blusukan saya mulai 23 April 2022 sampai bulan November 2022, saya banyak mendengar langsung keluhan orang-orang kecil dari desa ke desa. Keluhan wong cilik itu sama. Keluhan masyarakat desa, bahwa janji pemerintah sejak 2014 hingga sekarang sangat mengecewakan karena jalan rabat contohnya di daerah Pise, Hangalande, Tiwusora, desa Tou Barat dan desa-desa lain di semua kecamatan se-kabupaten Ende menjadi presenden buruk pemerintah yang sedang berkuasa atau INCUMBENT. Janji-janji manis sangatlah menyakitkan hati rakyat bila tidak terpenuhi. Rakyat sangat kecewa dengan janji-janji manis saat kampanye tentang pembangunan infrastruktur jalan. “Kami tidak butuh yang lain. Kami butuh jalan. Jalan berlubang. Motor dan pick up sangat susah melintasi jalan-jalan ke desa kami, ” ujar salah satu dari seorang ibu di Hangalande.

Pengalokasian anggaran untuk jalan tani atau sy sebut jalan-jalan di semua dusun harus cermat serta menghitung jumlah dusun dari satu kabupaten agar pembangunannya adil dan merata.

Saya yakin sulitnya mewujudkan pembangunan jalan tani atau jalan-jalan ke desa-desa karena analisis penggunaan dana yang tidak akurat.

Pemda Ende harus memiliki pakar-pakar tentang anggaran belanja daerah atau Expert in finance Analyst. Selama Pemda tidak memiliki Tanaga ahli di bidang Analis keuangan, maka pembangunan jalan-jalan desa Pasti terhambat seperti sekarang ini.

Blusukan saya berbulan-bulan dari desa ke desa, saya jadikan sebagai riset atau penelitian tentang pembangunan infrastruktur jalan. Apa keinginan masyarakat? Rata-rata setiap desa butuh restorasi jalan-jalan desa yang sudah bertahun-tahun rusak serta jalan-jalan desa yang sudah belasan tahun belum diaspal dan mengalami rusak parah.

Rakyat Ende yang sangat saya cintai.
Ende adalah kabupaten yang topografinya dikelilingi oleh pegunungan. Mimpi setiap desa memiliki jalan desa serta setiap dusun ingin mempunyai jalan setapak masuk ke dusun adalah harapan utama rakyat pedesaan saat ini.

Dana 1.3 Trilyun lebih tidak cukup untuk memenuhi permintaan semua desa dan dusun karena ada prosentase dari masing-masing proyek. Dana 1.3 Trilyun lebih tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur jalan melainkan untuk gaji ASN, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan berbagai proyek termasuk pembangunan infrastruktur jalan. Saya sudah membaca anggaran untuk infrastruktur jalan desa dan lain-lain, apalagi jalan daerah pada buku anggaran kabupaten Ende. Terlalu kecil anggaran untuk satu kabupaten seperti Ende dengan Topografi pegunungan, 255 desa serta mendekati setibu dusun.

Luas kabupaten Ende adalah 2. 067, 75 km2 dan memiliki jumlah penduduk 270. 763 jiwa pada tahun 2020. Kabupaten Ende memiliki 21 kecamatan, 23 kelurahan dan 255 desa. Demografi; Katolik 70, 48%, Protestan 2, 11 %, Islam 27, 33 %, Hindu 0, 07 %, dan Budha 0, 01 % (2020).

TOPOGRAFI

Ende dengan Topografi pegunungan terdiri dari 255 desa menjadi beban berat bagi bupati-bupati terpilih dan terlantik untuk mewujudkan pembangunan infrastruktur jalan desa dan jalan-jalan masuk ke setiap dusun yang menelan dana tidak sedikit.

Ketika blusukan dari April ke November 2022 dari desa ke desa pada tahun 2022 saya jadikan sebagai riset atau penelitian saya tentang pembangunan infrastruktur jalan yang mengalami macet total oleh PEMDA Ende.

Tersendatnya pembangunan infrastruktur jalan di kabupaten Ende disebabkan beberapa hal;

1. Riset tentang topografi kabupaten Ende yang tidak akurat oleh EMDA Ende sehingga alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur jalan daerah atau jalan tani jalan di tempat.

2. Alokasi dana yang sedikit menyebabkan pemerataan pembangunan jalan tidak merata serta jumlah jalan tani yang mendekati ribuan berakibat pembangunan infrastruktur jalan macet total. Akhibatnya Pemda Ende terus mendapat sorotan negatif yang menyebabkan krisis kepercayaan.

3. Adanya Mark Up anggaran di beberapa proyek berdampak kepada Ende mengalami kekurangan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan. Bupati harus berani menghentikan proyek-proyek yang melakukan Mark up anggaran seperti proyek 4 Toilet yang menelan anggaran sangat besar dan tidak masuk akal. Bayangkan satu Toilet menelan anggaran Rp 500.000,- (lima ratus juta) atau Lina ratus juta lebih. Ini proyek hotel berbintang lima. Tidak masuk ke akal sehat manusia. Kasus Toilet hilang tertelan bumi. Rapih dan sistematis menuju hancurnya keuangan negara dan sirnanya harapan rakyat. Inilah yang saya katakan,” “The Voice of Voiceless” artinya “Suara yang tak memiliki hak suara.”

Rakyat dijanji namun tidak ditepati. Rakyat mau berbicara, namun percuma. Tidak ditanggapi.

Saya sudah menemukan titik temunya. Apabila rakyat Ende memberi kepercayaan kepada saya untuk memimpin Ende, selain saya akan melakukan lobi kepada bapak Presiden Republik Indonesia untuk menaikan APBN sebesar 2 Trilyun per tahun paling sedikit seperti kabupaten Ende yang mempunyai 21 kecamatan, saya juga akan melakukan HEDGING atau cara MENGATASI kesulitan kekurangan anggaran dengan mengambil dana dari pos lain atas persetujuan dari DPRD agar tidak bermasalah dengan hukum atau melalui diskusi dengan BPK, bahkan dengan KPK.

Ada banyak anggaran yang bisa diperoleh bupati tanpa korupsi. Bocoran-bocoran keuangan daerah di setiap dinas sangatlah besar. Bupati harus berani pangkas dana-dana yang dihabiskan untuk sesuatu yang mubasir seperti Mark up anggaran untuk proyek-proyek di kabupaten Ende.

Modus operandi para Predator keuangan negara adalah dengan menaikan anggaran sebuah proyek sehingga hancurlah keuangan negara. Ini yang harus kita hentikan. Hanya melalui kekuatan atau kedaulatan rakyat Ende bisa kejar ketertinggalan di semua sektor pembangunan.

Sesungguhnya membangun Ende jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan membangun kabupaten-kabupaten lain di NTT.

Pembangunan di kabupaten Ende harus benar-benar bersih artinya bebas dari KORUPSI. EMAS akan melakukan penetrasi atau tetobosan- terobosan baru tentang tata kelola administrasi negara dan pengelolaan keuangan negara.

Pengelolaan keuangan negara harus bersih dan dapat dipertanggung- jawabkan kepada publik.

Untuk mendukung analisis saya tentang pembangunan infrastruktur jalan, kita melihat luas wilayah kabupaten Ende, Jumlah kecamatan, desa, dan dusun.

Rakyat Ende yang sangat saya cintai. Yang saya tulis melalui PENAKU UNTUK NEGERIKU baru sebagian kecil dari Jeritan orang desa yang harus segera diatasi oleh PEMDA Ende. Jeritan itu tentang infrastruktur jalan. Masih banyak jeritan lainnya seperti saluran air untuk mengairi persawahan, peternakan, stunting, dan trafficking. The Voice of the Voiceless akan dibahas per episode.

Sampai jumpa pada episode 4.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||