“Air Mata Honorer Belum Kering”, Bupati Djafar Dinilai Abu – Abu

Sebanyak 3.007 Tenaga Honorer harus menelan air mata sendiri. Dimana, sejak diterbitkannya surat edaran Bupati Ende tentang penghapusan tenaga Non- ASN secara masif di setiap OPD lingkup Pemkab Ende, oleh Bupati Ende, “Djafar Achamad”, bikin ribuan honorer ling – lung.

Berdasarkan penelusuran Ritmeflores.com, surat edaran tertanggal 21 November 2022 diberlakukan bahkan sontak tranding dibeberapa media, hingga dijotos kritikan publik. Lantas, Bupati Ende Djafar Achamd, kembali membatalkan terkait pemberhentian honorer, tersebut.

Semenjak itu, publik terkhusus yang paing terpukul yakni, 3.007 tenaga honorer yang mendiami beberapa OPD-OPD di lingkup Pemkab Ende, beruntung kembali menghirup udara segar, berharap akan dipertahankan.

Namun tidak berselang lama, naas menimpa, dimana harapan ribuan honorer kembali pupus, setelah Bupati Ende “Djafar Achamd” menghimbau kepada seluruh unsur para pimpinan OPD – lingkup Pemkab Ende segera merumahkan 3.007 Honorer agar dinonaktifkan.

Bupati Djafar Dinilai Abu – Abu

Dalam wawancara Ritmeflores.com, Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende, Iprianus Laka Ma’u, Rabu, 11 Januari 2022, mengatakan keputusan Bupati Ende Djafar Achmad untuk memberhentikan 3.007 tenaga honorer dinilai sangat abu – abu dalam bersikap.

Dimana, Keputusan Bupati Ende, Djafar Ahmad melalui Surat Edaran bernomor : BPSDM. 810.5455/PP/XI/2022, tertanggal 21 November 2022 lalu, perihal penghapusan pegawai non – ASN di lingkungan pemerintah kabupaten Ende dianggab sadar terlambat. Katanya

Anggapan tersebut, menurut Ma’u mestinya Bupati Djafar Achmad menindaklanjuti sejak 2018 lalu setelah diterbitkannya aturan terbaru oleh Bapak Menteri Pendayahgunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokarasi (Menpan – RB) RI.

Namun, sejak tahun 2018 hingga bergulir sampai dengan akhir 21 November 2022, surat edaran baru dikeberlakukan. Hal ini, sambung Rian Laka Ma’u, sembari mempertanyakan mengapa hingga selakah lagi menuju Pemilu, Bupati Djafar baru mengeluarkan surat edaran tersebu.

Keanehan serupa, kembali memompa batok kepala publik, dimana pasca surat edaran diterbitkan, sejumlah kritikan publik kembali memanasi tuang publik, secara gamblang Bupati Ende, Djafar Achmad menyampaikan bahwa tidak merumahkan 3.007 tenaga honorer.

Lantas, secara gegabah pun, Bupati Ende Djafar Achmad kembali membantah pernyataannya sendiri terkait dengan memerintahkan kepada seluruh para pimpinan unsur OPD di Lingkup Pemkab Ende untuk merumahkan para honorer yang masih aktif, agar dinonaktifkan.

“Ini lucu. Awalnay merumahkan. Kedua tidak dirumahkan. Ketiga merumahkan lagi. Nah, jadi tidak heran kalau 3.007 honorer ling lung hadapi keputusan Bupati Ende yang dinilai sangat abu – abu ini. Parah”. Ujar Iprianus Laka Ma’u

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||