PENAKU UNTUK NEGERIKU (Episode-5)

Jangan Membiarkan Detak Jantungmu Berhenti
Episode 5, Oleh Servas Mario Patty
(Kolumnis)

Rakyat Ende yang sangat saya cintai. Episode 5, saya menulis tentang, ” Jangan Membiarkan Detak Jantungmu Berhenti.”

Judul Episode 5 menggambarkan kondisi Ende saat ini sangat memprihatinkan, karena RSUD Ende tidak memiliki fasilitas yang memadai serta tidak memiliki dokter spesialis yang lengkap untuk melayani masyarakat.

Kabupaten Ende adalalah kabupaten tertua di daratan Flores. Kabupaten Ende sejak tahun 1958 hingga saat ini 2023 “like a statue” atau “Jalan di tempat.”

Sebuah Revolusi Besar, It is a big revolution. Revolusi yang akan saya pimpin adalah “REKAYASA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ENDE MENJADI RUMAH SAKIT MODERN” atau melakukan, “Recycling Engineering of Ende District General Hospital to be a modern Hospital.”

Rekayasa Rumah Sakit Umum Daerah Ende menjadi rumah sakit modern atau rumah sakit bertaraf Internasional karena sudah saatnya Ende memiliki rumah sakit bertaraf Internasional. Masyarakat Ende sungguh membutuhkan pelayanan publik yang profesional dan optimal. Jangan biarkan Detak jantung manusia berhenti karena tidak ada gunanya kita memiliki rumah sakit, namun fasilitasnya sangat minim. Ende mempunyai rumah sakit namun Spesialisnya hanya beberapa orang saja. Jangan pernah membunuh manusia karena kebijakan di bidang kesehatan tidak pro kehidupan manusia. Hidup manusia akan berakhir bila detakan jantungnya berhenti. Selamatkan nyawa manusia melalui Rekayasa pembangunan Rumah Sakit yang lengkap fasilitasnya dan pengadaan dokter spesialis yang memadai.Tidak ada kata-kata manis bila berbicara tentang nyawa manusia. “Stop killing people.” “Berhentilah membunuh manusia.’ “Save the soul of people.” “Selamatkan Nyawa Manusia.’ “Donot save other projects, but save Human Beings life.” “Jangan selamatkan proyek-proyek lain, namun selamatkan nyawa manusia.”

Apa itu Rekayasa RSUD Ende menjadi RSU Bertaraf Internasional? Sebuah Rekayasa atau Rycling Engineering agar pelayanan publik tercapai.

Saat ini pelayanan publik di Ende belum tercapai dan memuaskan. Operasi atau beda pasien harus ke RSUD Maumere. Tidak tersedianya dokter Anastesi sama dengan rumah sakit menghentikan detak jantung seorang pasien.

Pemasangan pen pada kaki pasien yang kakinya patah harus dibawa ke Labuhan Bajo, karena Ende tidak memiliki dokter Ortopedi.

Selain kurang tersedianya tenaga-tenaga Spesialis, RSUD Ende tidak memiliki fasilitas rumah sakit yang dibutuhkan masyarakat. Ruangan-ruangan pasien tidak higienis, Kamar WC yang tidak memenuhi standard, kotor dan tidak terawat.

Apa yang akan dilakukan EMAS dalam Rekayasa RSUD Ende menjadi RS bertaraf Internasional:

1. Rekayasa gedung dan ruangan pasien dengan standard rumah sakit modern atau bertaraf Internasional. Ruangan dilengkapi oleh peralatan modern, semua ruangan ber AC, dan kamar mandi yang Lux atau mewah.

2. Rekayasa infrastruktur bertaraf Internasional.Contoh Lab yang canggih, memiliki CT Scan serta peralatan kesehatan lainnya yang serba unggul.

3. Rekayasa Pelayanan yang ramah dari tenaga medis.

4. Rekayasa Pengadaan dokter spesialis.
– Mengirim dokter umum untuk mengambil paling sedikit 3 orang dari setiap spesialis.
– Harus 5 spesialis jantung yg disiapkan.
– Bagi yang mampu dapat mengambil Spesialis dengan biaya sendiri dan akan diakui oleh PEMDA Ende dalam ruang dan golongan gaji setelah spesialis.

5. Rekayasa Pengadaan alkes.
– CT Scan.
– Peralatan jantung yang lengkap.
– peralatan bedah tulang yang lengkap.
– Peralatan Rehab Medic yang lengkap, dan
-Semua peralatan yang dibutuhkan oleh para spesialis.

Pendirian Rumah Sakit Pratama pada hakekatnya adalah baik, karena rumah sakit – rumah sakit tersebut sebagai Skoci dari RSUD Ende. Apakah ada 21 orang dokter umum yang bertugas setiap hari untuk Rumah Sakit – Rumah Sakit Skoci atau RSP (Rumah Sakit Pratama)? Jika tidak ada, maka pembangunan RS Pratama tidak tepat sasaran.

Rumah sakit Skoci adalah Program paket Senayan pada tahun 2014. Rumah Sakit Skoci bisa dibangun bila minimal 21 dokter umum yang bertugas setiap hari serta beberapa perawat untuk melayani penyakit biasa dari masyarakat sudah disiapkan. Ada fasilitas yang cukup memadai, tidak asal jadi gedungnya dibangun. Ada keseimbangan antara infrastruktur dan Suprastruktur RSP atau Sarana dan Prasarana dan tenaga Spesialis, minimal dokter umum disiapkan.

Apa yang saya tulis adalah apa yang saya lihat. Apa yang saya ulas adalah apa yang dengar dari masyarakat. Itulah fakta di lapangan tentang Rumah Sakit Pratama.

Rakyat Ende yang sangat saya cintai. Ketika blusukan, EMAS mendapat banyak keluhan dari masyarakat. Kisah nyata seorang bapak di Kecamatan Maurole yang mengalami kecelakaan motor. Kakinya patah, tidak bisa dilayani di RSUD Ende dengan baik. Ia sangat menderita. Ia dibiarkan berjam-jam menjerit kesakitan di IGD. Petugas medis bingung mau buat apa? Mereka bukan ahli tulang. Luka kakinya sangat mengerikan. Semuanya remuk, apalagi perawat- perawat tidak bisa mengambil tindakan. Yang mengambil tindakan adalah dokter. Itulah kesan-kesan yang saya peroleh dari masyarakat. Ini tidak ada muatan provokasi, namun kisah nyata. Jangan Membiarkan Detak jantung manusia berhenti. MEREKA masih mau hidup.

Akhirnya Ia dirujuk ke Rumah Sakit International Labuhan Bajo, karena Ende tidak memiliki fasilitas dan dokter ahli tulang. Ini kisah nyata, bukan untuk mencari kesalahan pemerintah, tetapi ini kebenaran dari cerita rakyat jelata.

Tulisan saya ini dapat menjadi masukan kepada Incumbent. Masih ada sisa waktu, belum terlambat. Pilkada masih pada bulan November 2024.

Sekian tulisan singkat ini saya sajikan sebagai bahan untuk direfleksi.

Terima kasih dan sampai jumpa pada episode 6.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||