PENAKU UNTUK NEGERIKU (Episode-6)

Akan Kubangun Kabupaten Adat
Episode 6
Oleh: Servas Mario Patty
(Kolumnis)

Rakyat Ende yang sangat kucintai.
Pada episode 6 saya menulis tentang, “Akan Kubangun Kabupaten Adat” atau ” I Will Establish Traditional Regency.”

Dalam renungan saya, mengapa Ende tidak dijadikan “Kabupaten Adat”?

Dasar pertimbangan, rata-rata suku Ende dan suku Lio memiliki adat yang kuat. Hampir di setiap kampung atau desa memiliki rumah adat yang dihuni oleh anggota suku. Anggota suku memiliki kepala suku yang disebut Mosa Laki.

Mengapa perlu membangun kabupaten adat? Adapun alasan- alasannya:

1. Takut hilangnya adat karena perkembangan zaman modern. Masuknya kebudayaan luar seperti rumah yang atapnya dari seng akhirnya bergeser kepada rumah adat yang sudah mulai dengan beratapkan seng. Alasan bisa masuk akal yakni sulitnya memperoleh ilalang atau alang-alang. Oleh karena itu pemerintah Kabupaten Ende perlu melestarikan rumah-rumah adat melalui bantuan papan yaitu mulai dari tiang induk dan tiang-tiang pendukung. Semua balok-balok, kusen-kusen disubsidi penuh oleh pemerintah termasuk papan untuk dinding rumah adat serta papan untuk lantai rumah. Awalnya lantai rumah adat terbuat dari bambu, sekarang program EMAS untuk menggunakan papan agar dapat bertahan lama.

2. Rumah adat suku Ende dan suku Lio itu unik bentuknya. Di depan rumah adat ada Hanga, Tubu Musu dan Lodo Nda. Ini perlu dilestarikan melalui “Program Restorasi Rumah Adat” (PRRA) atau “Traditional House Restoration Program.” Dengan direstorasi rumah-rumah adat satu kabupaten, maka kita sudah melestarikan kebudayaan nasional dan Ende kita jadikan Kabupaten Adat.

3. Ada anggota suku yang jumlahnya sedikit, mereka tidak mampu membangun rumah adat yang biayanya sangat besar, sehingga banyak rumah-rumah adat di kabupaten Ende tidak bisa dibangun, karena faktor ekonomi lemah. Untuk itu pemerintah wajib
melestarikan Kebudayaan nasional melalui pembangunan rumah adat seluruh desa yang ada di Kabupaten Ende.

Bagaimana cara agar pembangunan rumah adat dapat dilaksanakan satu kabupaten?

1. Setiap kecamatan diberi 10 buah mesin sensor yang akan digunakan untuk mensensor kayu.

Proses pembuatan rumah adat di bawah koordinator camat-camat.

Atap-atap rumah adat ditanggung oleh Mosalaki dan anggota sukunya.

Ada program penanaman alang-alang untuk atap rumah atau dapat digunakan ijuk sebagai pengganti alang-alang.

2. Ada dana bantuan pariwisata untuk subsidi pembangunan rumah adat.

3. Ada dana diskresi dari para kontraktor karena pemerintahan EMAS tidak menerima fee dari Kontraktor-kontraktor. Para kontraktor dapat memberi bantuan kepada para Mosalaki untuk melestarikan proyek rumah adat.

PROYEK PENANAMAN ILALANG

Proyek Penanaman Ilalang ( Weeds Planting Project ) adalah merupakan Proyek Pemerintah Kabupaten Ende/EMAS untuk pengadaan Ilalang dalam rangka pelestarian rumah adat di Kabupaten Ende.

Penanaman Ilalang atau alang-alang merupakan program strategis EMAS untuk suplai Ilalang kepada masyarakat adat kabupaten Ende. Proyek Penanaman Ilalang adalah Program Pendukung “Restorasi Rumah Adat” atau “Traditional House Restoration.”

Saat ini Ilalang susah didapat, sehingga banyak rumah-rumah adat yang atapnya terbuat dari ijuk atau dari seng.

Informasi dari media sosial tentang penjualan bibit Ilalang dapat diwujudkan melalui pembelian bibit-bibit Ilalang dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan atap rumah adat.

Pemerintah wajib terlibat lebih serius agar lahan-lahan yang disiapkan oleh masyarakat dapat menaman alang-alang dalam jumlah yang masif atau besar untuk kepentingan rumah adat.

Pemerintah dapat melakukan pengadaan bibi-bibit Ilalang melalui pembelian biji-biji Ilalang. Ada banyak tempat penjualan bibit Ilalang yang akan dibeli Pemda dan Ilalang-Ilalangnya nanti ditanam di perkebunan Ilalang.

Ende harus memiliki Onderneming Ilalang dan hal ini menjadi mimpi dari masyarakat Adat kabupaten Ende. Hanya dengan memiliki Onderneming Ilalang, kesulitan untuk mencari Ilalang dapat kita atasi.

Rakyat Ende mendapat satu proyek lagi yaitu “Proyek Penanaman Ilalang” atau ” Weeds Planting Project.”

Selamat melestarikan kebudayaan Ende-Lio.

Sajian saya dalam episode 6 hanya sampai di sini.

Terima kasih Anda telah membaca tulisan saya. Bagikan tulisan ini kepada pembaca lainnya.

Sampai jumpa di Episode 7.

 

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||