EKBIS, NEWS  

Virus Serang ‘Babi – Babi’ di Ende, 39 Ekor Mati Positif ASF

Gelombang Virus ASF (African Swine Fever) kembali mengganas di Daerah Kabupaten Ende, dalam penelusuran Ritmeflores.com, terdapat 39 ekor babi mati di kandang milik peternak.

Namun Pemerintah Kabupaten Ende yang dipimpin Bupati Djafar dan Wabup Erikos, lewat Dinas Pertanian Ende yang di komando Marianus Alexander, dianggab manjur untuk membantu para peternak babi di Kabupaten Ende nyatanya, kalang – kabut menghadapi serangan ASF.

Hal tersebut terungkap lewat metode pencegahan yang dilakukan Dinas Pertanian Ende hanya dimodali dengan peralatan dan perlengkapan yang terbatas, lagi – lagi Distan Ende menapaki jalan buntuh.

Dimana, pencegahan virus deman babi atau virus ASF dimiliki sebatas hanya dengan pola komunikasi, sosialisasi dan edukasi melalui Bio security. Ungkap Kadistan Marianus saat diwawancara melalui handphone genggam, Mingu, 29 Januari 2023

Sementara bantuan berupa babi sebanyak 50 ekor dari Kementan melalui Satuan Kerja (Satker) Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijaun Pakan Ternak dari Denpasar langsung dikirim kepada kelompok. Sedang Dintas Ende hanya sebatas mengetahui saja. Ujar Marianus

Meskipun bantuan ternak babi terus menggempur di Kabupaten Ende. Menurut Kadis Marianus, terdapat dua kelompok ternak di Ende yang mendapat jatah bantuan 50 ekor babi dari Satker (Satuan Kerja) bidang Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Denpasar.

39 Ekor Babi Mati Positif ASF

“Jumlah bantuan 50 ekor babi untuk kelompok, baru tiba dengan (Kapal) Ferry sabtu lalu dan diserahkan ke tanvan kelompok. Lantas dilaporkan abhwa sudah 39 ekor mati, dan sisa hanya 1 ekor” kata Marianus

Ia menjelaskan berdasarkan hasil tes lab di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar Bali. Sampel darah babi yang dikirim oleh Distan sebelumnya, hasilnya positif terserang virus demam babi atau ASF.

Karena sebelumnya saat kematian babi kian marak, sambung Kadis Marianus awalnya belum mengetahui apakah akobat terjangkit Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi afrika.

Untuk mengetahui hal tersbeut, menurut Kadis Pertanian, Marianus bahwa pihaknya berinisiatif mengirimkan sampel darah babi yang mati tersebut ke Balai Besar Veteriner di Denpasar Bali.

Lanjutnya, pengiriman sampel tersebut dilakukan untuk memeriksa dan mengetahui terkait apakah babi mati tersebut itu terjangkit akibat virus ASF atau tidak.

“Kemarin, kami sudah ambil sampelnya untuk dikirim ke lab di BBVet (Balai Besar Veteriner) Denpasar untuk diperiksa lab apakah positif ASF atau negatif. Dan hasilnya diketahui 39 ekor babi yang mati tersebut dinyatakan positif virus ASF” terang Marianus.

Ia menginformasikan kepada seluruh para peternak babi di Kabupaten Ende segera memperkuat bio security. Karena bio security merupakan langkah prefentif untuk menangkal virus ASF agar tidak menular.

“Saat ini langkah prefentif paling ampuh hanya dengan memperketat bio security dan seluruh peternak wajib melakukan hal tersebut agar virus ASF tidak menular”, kata Marianus

Belum Ada Petugas Distan

Sementara, salah seorang peternak di Ende bernama Bene menuturkan bahwa, sejak virus ASF atau virus demam babi melanda, belum ada satu pun petugas dari Dinas Pertanian Ende yang datang melakukan sosialisasi maupun pemeriksaan.

Namun, dirinya berharap kepada Dinas Pertanian Ende mestinya segera melakukan pencegahan. Karena dampak dari virus ASF akan mematikan suluh ekonomi masyarakat terkhusus peternak babi di Ende.

“Kami harap Dinas Pertanian Ende segera lakukan pencegahan terhadap virus ASF. karena kalau tidak, kami sebagai peternak akan merugi. Kami minta Dinas Pertanian Ende segera turun lakukan pemeriksaan”, tutup Bene

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||