NEWS  

PENAKU UNTUK NEGERIKU (Episode 12)

“PROGRAM ALIH TEKNOLOGI PERTANIAN ISRAEL”
Episode 12
Oleh: Servas Mario Patty

Teknologi pertanian Israel bisa diterapkan di Indonesia. Sebanyak 81 mahasiswa Indonesia sedang belajar sekaligus bekerja di pertanian Israel sejak bulan September tahun lalu. Program mereka rampung Juni 2020 namun mereka tidak bisa segera pulang lantaran wabah Covid-19.

Delegasi dari India tengah belajar teknologi pertanian Israel. (Embasies.go.il Mhasiswa Indonesia di Israel)

Antonio Razzoli Suhari Sitanggang, sarjana Agroteknologi lulusan tahun 2019, kini bersama 80 orang asal Indonesia, tengah belajar tekonologi pertanian sekaligus bekerja di pertanian di Israel sejak bulan September 2019. Selain 19 orang diberangkatkan melalui IT Del untuk menimba ilmu di the Arava International Center of Agriculture Training (AICAT), berlokasi di selatan Israel, 62 mahasiswa dari wilayah timur Indonesia juga pergi ke negeri Bintang Daud dengan tujuan yang sama.

Meski semua biaya harus ditanggung sendiri, Antonio tidak menyesal. Di Israel mereka belajar dan ada kegiatan bekerja juga di pertanian. Jadi dari hasil bekerja itu buat menutupi biaya sekolah, makan, dan tiket pulang pergi.

Mahasiswa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi belajar pertanian di Israel. Ada yang dari Universitas Sriwijaya (Palembang), Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta), Universitas Andalas (Padang), Universitas Sumatera Utara (Medan), dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Medan).

Teknologi Israel Ubah Ethophia Jadi Surga Pertanian Terbesar ke 12 di Dunia.

 

 

Ethiopia merupakan Negara yg Terletak di Africa dengan Jumlah Penduduk Sebesar 93.000.000 Juta orang.

Pada Beberapa Dekade yg Lalu. Ethiophia identik dengan Kelaparan, Busung Lapar, dan Kemiskinan.

Menariknya, Pada Tahun 2017. Organisasi FSI (Food Sustainability Index) secara mengejutkan menempatkan Ethiophia menjadi Negara Adidaya Pertanian dan Ketahanan Pangan di Peringkat 12 Terbaik Dunia mengalahkan banyak Negara.

Bagaimana mungkin Negara Seluas 1.104.300 Juta Hektar ini. Dulunya Identik dengan Kelaparan kini bisa menjadi Surga Pertanian dan Perkebunan dengan sangat cepat.

ETHIOPHIA MEMBUKA PINTU BAGI PERUSAHAAN TEKNOLOGI-TEKNOLOGI TINGGI DI ISRAEL

Disaat banyak negara memblokir Teknologi dan Produk Israel, Ethiophia malah sebaliknya, mereka justru memohon Teknologi asal Negara Zionis Tersebut Masuk. Alhasil, dalam waktu sangat cepat. Ethiophia berubah menjadi Surga Pertanian.

Memang di Ethiophia masih terdapat kelaparan. Lebih dari 7.000.000 Juta orang Ethiophia menderita Gizi Buruk dan deru Kemiskinan masih berbekas di Ethiopia. Tetapi setidaknya, Pada Tahun 2017.

Pendapatan Harian Warga Ethiophia Telah Meningkat menjadi Rata-Rata $ 1,5 Dolar Per Hari. Kemiskinan mulai berangsur-angsur berkurang dan Ketahanan Pangan mulai meningkat sedikit demi sedikit.

Ada Banyak Teknologi-Teknologi Israel yg Telah Tiba di Ethiophia. Di thread ini kita membahas beberapa diantaranya.

1. INNO AFRICA

Ini adalah Badan Amal yang didanai oleh Orang-Orang Israel untuk menyediakan Air Bersih Kepada Africa sebagai Minuman dan Air Hewan Ternak dan Tumbuh-Tumbuhan.

Semua Peralatan, Teknologi dan Penginstalan diberikan oleh Israel secara FREE (GRATIS). 130 Sumber Infrasturktur Air Telah dibangun sehingga telah menolong lebih dari 1.000.000 Juta Rakyat di sana.

Hebatnya, Semua Pipa Air walaupun berada berkilo-kilometer jauhnya dari Israel. Ternyata dikendalikan dari Pusat Negara Israel menggunakan Komputer jarak jauh yg mengirim Data via Internet.

Sehingga Israel bisa tahu kalau orang-orang Africa sedang kekurangan air atau kelebihan air.

2. WATERGEN

Di Africa, Kesulitan mendapatkan Air bersih untuk diminum apabila memasuki musim kemarau.

Teknologi Watergen dari Israel membantu Rakyat Africa mengubah udara menjadi air.

3. AORA

Menteri Energi dan Irigasi Ethiophia mengatakan : Teknologi Sinar Matahari AORA, unik dan sangat mengesankan memberikan Energi untuk pembangunan Ekonomi Lokal di Lokasi Pedesaan-Pedesaan di Luar Ethiophia.

Selain AORA, Ethiophia juga menggunakan Energiya Global yg bermarkas di Israel. Perusahaan Listrik dari Cahaya Matahari

4. PERUSAHAAN PUPUK ICL

ICL adalah Perusahaan Pupuk Israel yg memiliki Harga Murah Kompetitif dengan Kualitas yg Baik sehingga mampu memacu Pertumbuhan Tanaman Lebih Berbuah Lebat.

Pupuk Tersebut digunakan oleh Berbagai Negara. Seperti Prancis, China, Vietnam, Amerika Serikat, Thailand, Ethiophia, dll.

Perusahaan Pupuk ini juga memiliki Cabang Markas Tambang di Ethiophia. Tepatnya di Dallol, Provinsi Afar, Timur Laut Ethiophia.

Stefan Borgas, Presiden dan CEO ICL dari Israel mengatakan :

Kami terkesan dengan orang-orang Ethiophia dan dukungan Pemerintah Ethiophia dan Pemerintah Daerahnya. Dikombinasikan dengan Pengetahuan Pemupukan Agronomi ICL akan memungkinkan petani Lokal di Ethiophia meningkatkan Produksi Pertanian dan Makanan.

5. NETAFIM

Netafim adalah Sistem Irigasi Tetes. Memungkinkan Petani Ethiophia menanam Tanaman dengan menggunakan Air Lebih Sedikit dan Efesien.

6. FAIR PLANET

FAIR PLANET adalah Organisasi Nirlaba asal Israel yang membantu Negara-Negara Miskin. Seperti Ethiophia untuk menyediakan varietas benih Unggul berdasarkan Iklim Lokal.

Masalah utama Ethiophia ketika itu yaitu buruknya benih bibit Tanaman, mudah terserang hama, berbuah jelek dan pertumbuhan lambat. Sehingga membuat Petani selalu merugi.

Padahal, Petani merupakan ujung tombak sebuah negara. Jika Petani Gagal, maka Perikanan dan Peternakan akan mengikutinya sehingga terjadilah Kelaparan massal dan Kekeringan Tandus pada sebuah Negara.

Fair Planet membantu Negara-Negara Africa Miskin dan Ethiophia untuk menyalurkan Transfer Teknologi dari Israel untuk mereka, sehingga diharapkan Terbuka Kesempatan Ekonomi baru bagi jutaan rakyat miskin dan Ketahanan Pangan bagi sebuah Negara.

Indonesia masuk dalam urutan ke-21 atau masih di bawah Ethiopia (urutan ke-12), Afrika Selatan (16), dan Nigeria (17).

Tidak bisa di ragukan lagi bagaimana kekuatan teknologi bisa dengan cepat merubah suatu negara ke level lebih tinggi.

Pakai Teknologi Israel, Ethiopia Kini Jadi Negara Surga Pertanian dan Makmur

Para sukarelawan Fair Planet mengunjungi petani Ethiopia

Sejak tahun 2000, Ethiopia menjadi salah satu negara di Afrika dengan tingkat kemiskinan tertinggi di dunia.

Seiring dengan kemiskinan, negara itu juga harus menanggung kelaparan dan busung lapar. Namun secara mengejutkan, World Bank menyebutkan bahwa dalam satu dekade Ethiopia telah mengalami kemajuan luar biasa dalam kesejahteraan. Bahkan menduduki peringkat ke-12 sebagai Negara Adidaya Pertanian dan Ketahanan Pangan menurut Food Sustainability Index (FSI) tepat satu tangga di bawah USA (urutan ke-11).

Kemajuan ini telah didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan rata-rata 10,9 persen per tahun. Sementara itu, dilansir dari nocamels.com, organisasi nirlaba Israel, Fair Planet, telah ada untuk memerangi kelaparan di Ethiopia. Yakni dengan memberi petani benih berkualitas tinggi yang dapat bertahan lebih baik terhadap kondisi iklim yang keras dan tahan hama. Sebagian dikembangkan di Israel, benih ini telah terbukti meningkatkan hasil panen Ethiopia hingga lima kali lipat.

Menurut Fair Planet, beberapa masalah utama yang dihadapi para petani Etiopia ini adalah bahwa varietas benih lokal sangat rentan terhadap hama dan penyakit. Didirikan pada tahun 2012 oleh Dr. Shoshan Haran dari Israel, Fair Planet berupaya menyediakan Ethiopia yang dilanda kelaparan dengan keamanan pangan dan peluang ekonomi. Sejauh ini, lebih dari 100 sukarelawan Israel telah membantu 15.000 petani untuk meningkatkan hasil panen penghasilan mereka.

Beberapa organisasi dan perusahaan Israel bermitra dengan Fair Planet. Termasuk teknologi irigasi Netafim, pengembang benih Hazera, Jewish National Fund, & Badan Pengembangan Kerjasama Internasional Israel (Mashav).

Selain itu juga ada teknologi canggih lainnya yang menyelamatkan Afrika:

2. Perusahaan Water Gen

Unit pemurnian air Waater Gen.

Mereka mengembangkan cara baru untuk mengekstrak molekul air dari udara tipis. Ini sangat membantu warganya yang kekurangan akses terhadap air dan air bersih. Generator ini bekerja dengan cara mengisap air dari kelembaban udara dan memisahkannya dari debu dan kotoran melalui filter udara yang unik.

2. Tempat penyimpanan GrainPro Cocoons
Ini memungkinkan hasil panen untuk terjaga dari air dan udara luar serta melindungi biji-bijian dari kelembaban dan bakteri.

3. LivinGreen

Perangkat hidroponik

Perusahaan Israel ini menyediakan perangkat hidroponik murah, mandiri dan ramah lingkungan, yang memungkinkan petani menanam sayuran tanpa membutuhkan tanah yang subur.

4. Sight Diagnostics

Sight Diagnostics.

Startup ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan. Menggunakan algoritma visi komputer, teknologi ini dalam tiga menit dapat mendeteksi jika darah pasien mengandung parasit malaria. (Muflika)

TEKNOLOGI SAPI PERAH ISRAEL

Bagaimana bisa sebuah negara yang cuacanya panas dan kering seperti Israel bisa memiliki sapi perah paling produktif di dunia?. Apa rahasianya?. Rata-rata sapi di Israel menghasilkan 12 ribu liter susu per tahun, dua kali lipat dari apa yang dihasilkan sapi perah Australia yakni 5.500 liter per tahun (data lembaga Dairy Australia 2014).

Kondisi ini bisa memberikan pelajaran berguna bagi Australia, dengan iklim yang sama. “Industri susu Israel menggunakan teknologi produksi susu yang mutakhir,” kata Dr Efraim Maltz dari Institut Teknik Pertanian di Pusat Volcani, Israel baru-baru ini. Israel telah mendorong batas dari apa yang bisa dilakukan sapi perah. Sebagian besar, dorongan untuk produktivitas yang lebih besar dilakukan melalui sensor yang tepat untuk memahami fisiologi sapi.

Teknologi Pengukur Gerak

Salah satu potongan teknologi itu adalah alat pengukur langkah sederhana (pedometer), yang biasa dipakai orang-orang agar tetap bugar. Pada sapi perah, alat itu bisa menunjukkan kapan mereka siap untuk kawin. “Detektor berahi pertama didasarkan pada pedometri. Sapi yang sedang berahi menunjukkan aktivitas yang lebih tinggi. Sebelum ia siap untuk kawin, ia menjadi lebih aktif. Jadi peternak bisa tahu kapan ia bernafsu, dan bisa diperah,” jelas Dr Efraim Maltz, ilmuwan ternama dalam industri susu Israel baru-baru ini. Dr Efraim mengatakan, teknologi terbaru mampu mengukur komposisi susu bahkan sebelum sapi meninggalkan kadang pemerahan.

“Alat itu mengukur secara online setiap sapi, lemak, protein dan laktosa sebagai pengukuran atas kualitas susu,” sebutnya. Sebuah kritik atas produksi susu sejumlah itu adalah apa yang dilakukan terhadap kesejahteraan hewan tersebut.

“Pada umumnya sapi Israel adalah makhluk yang bahagia. Sapi bahagia, peternak senang,” utara Dr Efraim. Tapi teknologi itu juga memakai pengukuran yang objektif. “Tentu saja, beberapa sensor, mendeteksi sapi saat ia berbaring, jarak yang ia tempuh, dan kami memiliki sensor yang sangat baik di tempat pemerahan, yang mengukur interaksi dengan peternak,” sambung sang ilmuwan..

PROGRAM KERJA KABUPATEN ENDE
Jangka Pendek 1 tahun
Jangka Menengah 5 tahun
Jangka Panjang 10 tahun

Terima kasih telah membaca episode ke 12. Sampai jumpa kembali di episode ke 13. Salam EMAS.

 

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||