PENAKU UNTUK NEGERIKU (Episode 14)

WATU GAMBA
BATU WANITA CANTIK
DAN BATU PRIA TAMPAN
Episode 14
Oleh: Servas Mario Patty
(Kolumnis)

Rakyat Ende yang sangat saya cintai.

Saat ini kita memasuki Episode 14, saya menulis tentang WATU GAMBA.

Menceritakan kembali tentang,
“Watu Gamba” di KM 17 desa Tomberabu 2, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Provinsi NTT adalah sebuah Mitos yang Misteri.

Watu Gamba letaknya di sebelah kanan jalan kalau dari arah Kabupaten Ende menuju Kabupaten Sika atau Kabupaten Flores Timur.

Tulisan Flores Weg Geopend 31 Agustus 1925 sebagai Pesan Sejarah oleh pemerintah Hindia Belanda, bahwa pada bulan Agustus 1925 dimulainya pekerjaan yaitu membuka jalan lintas Flores yang dimulai dari KM 17 yang sekarang Kabupaten Ende. Tulisan ini diabadikan pada batu nisan berwarna putih ukuran segi empat yang ditempelkan di sisi kanan Watu Gamba. Watu Gamba berwarna hitam abu-abu berukuran raksasa, di kampung Lia Nggere, Desa Tomberabu 2, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, NTT.

Pada Watu Gamba ada tulisan dalam bahasa Belanda, “FLORES WEG GEOPEND” 31 Agustus 1925. Tulisan dan ejaan bahasa Belanda adalah FLORES WEG GEOPEND bukan FLORESWEG GEOPEND. Tulisan FLORESWEG di Watu Gamba disambung karena prasastinya kecil. Flores Weg artinya Jalan Flores. Tulisan Flores Weg harus dipisah.

Kalau diterjemahkan lurus dari bahasa Belanda, maka FLORES WEG GEOPEND artinya Jalan Flores Dibuka. Tidak demikian terjemahan yang benar untuk WATU GAMBA dan FLORES WEG GEOPEND.

FLORES WEG GEOPEND artinya Jalan Raya Flores dibuka atau dikerjakan pada tanggal 31 Agustus 1925. Kenangan Belanda membekas di Watu Gamba mengandung arti Jalan Flores atauJalan Raya Flores.

Pada Watu Gamba menyimpan banyak cerita dan Mitos yang harus kita gali.Tidak cukup terjemahannya hanya pada tulisan, FLORES WEG GEOPEND yang artinya Jalan Raya Flores dibuka pada tanggal 31 Agustus 1925.

Flores Weg Geopend mengandung makna dari Mitos seorang Wanita Cantik dan seorang Pria Tampan serta merupakan TITIK TENGAH PULAU FLORES.

Pada Watu Gamba ada dua batu berpasangan melambangkan Wanita Cantik dan Pria Tampan.

Apa itu Watu Gamba? Watu Gamba adalah satu bongkahan batu raksasa dari dua batu kembar berukuran serupa. Satu batunya lagi bernama Rewa Ngango. Kedua batu ini dijadikan prasasti oleh pemerintah Hindia Belanda untuk pembagian wilayah teritorial Flores.

Menurut cetita rakyat kedua batu tersebut berasal dari atas bukit, namun karena longsor akhirnya berada di tempatnya hingga sekarang.

Wanita Cantik dan Pria Tampan sering melintasi jalan tersebut pada malam hari atau tengah malam. Bila sopir mobil atau pengendara bermotor lewat diwaktu malam hari di Watu Gamba, jangan mengganggu Wanita yang sedang melintasi jalan, jika tidak setelah sampai di rumah bisa sakit dan meninggal dunia.

Kedua makluk ini sering berubah wujud menjadi kera besar, ular pyton raksasa, atau kalajengking raksasa. Jangan mengganggu mereka bila berjumpa diwaktu malam atau tengah malam. Biarkan mereka menepi baru kita lewat. Dianjurkan juga walaupun tidak ada orang atau penunggu di Watu Gamba kita harus bunyikan klakson kendaraan bila melewati Watu Gamba sebagai permisi kepada kedua makluk tersebut.

Makna lain dari Watu Gamba adalah sebagai titik atau pusat jalan Raya Pulau Flores. Kita dapat mengatakan di Watu Gamba-lah sebagai pusat Flores Barat dan Flores Timur.

Mengapa tulisan, “Flores Weg Geopend” tidak berada di Kabupaten Sika atau di Kabupaten Ngada? Atau tulisan Flores Weg Geopend ada di Kabupaten lain? Jawabannya adalah Karena Ende merupakan Pusat lintas Jalan Raya Flores.

Jalan Raya Flores dibangun pada tahun 1925, dengan tulisan di Watu Gamba, “FLORES WEG GEOPEND”
31 Agustus 1925.

Saya melakukan penelitian tentang Watu Gamba dan tulisannya dari tahun 2002 hingga Januari 2023. Akhirnya saya mulai menulis tentang “Watu Gamba” pada bulan Januari 2023 walaupun belum sempurna.

Jika kita menerjemahkan lurus, maka Flores Weg Geopend artinya Jalan Raya Flores dibuka.

Misteri lainnya adalah sebuah Sejarah bukan Mitos yaitu batu besar di Jalan Raya Flores di KM 17 dijadikan oleh Belanda sebagai monumen sentral antara Flores Barat dan Flores Timur. Hal ini melalui analisis dan keputusan yang tepat, tidak asal ditulis. Banyak orang Flores hanya menerjemahkan lurus dari bahasa Belanda.

Saya berharap para bupati sedaratan Flores dapat memutuskan dan menetapkan, Jalan Raya dari Flores Barat sampai Flores Timur sebagai JALAN RAYA FLORES atau FLORES WEG.

Tertulis, FLORES WEG GEOPEND
31 Agustus 1925. Mengandung makna:

1. Jalan Raya Flores dibuka pada tanggal 31 Agustus 1925 dimulai dari WATU GAMBA.

2. Watu Gamba adalah pusat atau titik tengah Jalan Raya Flores.

3. Watu Gamba adalah seorang Wanita Cantik dan Pria Tampan sebagai pusat perhatian dunia bahwa di Watu Gamba-lah sebagai pusat Flores Barat dan Flores Timur.

4. Watu Gamba terletak di tengah pulau Flores, oleh Belanda sebagai tanda pusat teritorial wilayah Flores.

5. Watu Gamba sebagai titik tengah Pulau Flores dan di sinilah nenek moyang suku Ende-Lio mulai membuka jalan dengan tangan-tangan mereka.

6. Watu Gamba simbol dimulainya Rodi atau Ketja Paksa. Nenek Moyang Kita dipaksa untuk membuka jalan dengan menggunakan tangan mereka dimulai pada tanggal 31 Agustus 1925.

7. Di KM 17, di Watu Gamba sebagai pusat Teritorial wilayah Flores. Ende adalah pusat atau titik tengah pulau Flores.

Rakyat Ende yang sangat saya cintai.

Watu Gamba kelak dan pasti akan dijadikan obyek Wisata yang besejarah dengan Misteri 1001 Cerita dan dongeng. 1001 cerita dan dongeng hanya ungkapan agar sejarah dan Mitosnya sama seperti DONGENG atau MITOS 1001 Malam.

Akan dibangun rumah yang indah untuk sepasang makluk yang cantik dan Tampan. Ada kehidupan di Watu Gamba. Ada terang dan ada mata air kehidupan.

Sampai di sini cerita kita kali ini. Sampai jumpa pada Episode 15.

Wassalam,

EMAS

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||