PENAKU UNTUK NEGERIKU (Episode 20)

PENAKU UNTUK NEGERIKU
Episode 20
Koruptor adalah Pembunuh Nadi Manusia
Oleh: Servas Mario Patty
(Kolumnis)

Rakyat Ende yang sangat kucintai.

Kisah Nabi Musa menerima Sepuluh Perintah ALLAH di Gunung Sinai yang isinya salah satu adalah, “DILARANG MENCURI.”

Sesungguhnya ALLAH melarang manusia untuk tidak mencuri dalam bentuk apapun, karena sesungguhnya Perintah TUHAN/ALLAH berjuta-juta tahun yang lalu hingga saat ini hanya sedikit orang yang Taqwa terhadap Perintah ALLAH yaitu hidup tanpa harus mencuri.

JANGAN MENCURI adalah Perintah ALLAH kepada Nabi Musa agar Nabi Musa menyampaikan kepada umatNya di seluruh dunia, karena ALLAH tahu, bahwa manusia sangat suka dengan perbuatan mencuri. Ada juga satu atau dua orang dari seribu orang yang hidupnya bersih. Sebagian kecil orang hidup bersih, mereka hidup tanpa mencuri, sedangkan sebagian besar orang hidup dari mencuri. Korupsi menjadi bagian dari hidup manusia, contoh seorang Kepala Sekolah di Ende tidak hanya mencuri dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), namun ia juga mencuri dana Komite Sekolah. Itu perbuatan yang sangat bejat, karena Guru itu digugu dan ditiru. Apa yang mau ditiru kalau sudah demikian???

Sudah saatnya kita memberi perlawanan terhadap para Koruptor.

Saya EMAS saat ini sudah berada di baris depan, saya sebagai pemimpin pertempuran untuk melawann para Koruptor. Rakyat ingin memberi perlawanan, namun rakyat sedang menanti siapa pemimpin pasukan untuk berperang melawan para penjahat saat ini.

Sejak saya menulis, PENAKAU UNTUK NEGERIKU Episode 1 sesungguhnya saya sudah memulai pertempuran melawan penjahat politik.

Rakyat Ende yang sangat saya cintai.

Orang yang hidupnya dengan mencuri sesungguhnya hidup mereka tidak bahagia, karena mereka hidup dari apa yang dilarang oleh TUHAN.

Dari hasil penelitian dan analisis saya terhadap anggaran belanja negara di setiap kabupaten, terjadi kebocoran keuangan negara kurang lebih Rp 500. 000. 000. 0000,- (lima ratus milyar rupiah) dalam kurun waktu lima tahun masa pemerintahan seorang bupati dan wakil bupati melakukan korupsi atau pencurian uang negara. Angka yang begitu besar yaitu setengah trilyun rupiah dalam waktu lima tahun mulai dari Bupati, Wakil Bupati, DPRD, Kadis- Kadis dan pimpinan proyek.

Bagaimana kalau angka tersebut kita bangun Bank Pembangunan Daerah? Tentu saja dalam sepuluh tahun modal bank bisa satu Trilyun rupiah belum dari bunga.

Apa keuntungan dari Bank NTT? Tidak ada nilai plusnya. Laporan keuangan sangat hebat bank NTT? Namun korupsi yang dilakukan oleh Para Pejabat Bank NTT bagaikan mereka telah menghentikan nadi rakyat NTT.

Jika saya dipercaya oleh rakyat Ende untuk memimpin Kabupaten Pariwisata ini pada tahun 2024-2029, maka melalui persetujuan DPRD Ende kita akan kelola sendiri Bank NTT menjadi BANK PEMBANGUNAN ENDE.

Bank Pembangunan Ende terhitung dari berdiri keuntungannya diatur melalui PERDA yaitu 30% untuk pembangunan Papan (perumahan) Rakyat Jelata.

Mengelola bank itu pasti untung. Yang rugi karena kredit macet. Ada cara agar pengelolaan Bank tidak rugi karena Kredit macet.

Ada cara agar bank tidak kredit macet. Pertama nasabahnya adalah ASN dan Karyawan swasta yang tagihannya langsung dipotong oleh Bendahara Daerah atau bendahara dari setiap Kadis. Untuk perusahaan swasta utang bank dipotong langsung oleh bendahara perusahaan atau bendahara Yayasan.

Bank Pembangunan Daerah Ende tidak memberi pinjaman kepada para pengusaha, karena kredit macet datangnya dari para pengusaha swasta.

Bunga bank Pembangunan Daerah Ende paling kecil bila dibandingkan dengan bank swasta lainnya, bahkan lebih kecil dari bank- bank BUMN. Semua ASN wajib meminjam di Bank pembangunan Daerah Ende, karna pilihan terbaik dengan bunga pinjaman 1.3 % per bulan. Logis karna uang negara kembali untuk kepentingan Abdi Negara, dan bahkan rakyat jelata akan pergi ke Bank Pembangunan Daerah Ende untuk membesarkan Bank milik rakyat kabupaten Ende yang bunganya paling kecil dari semua bank.

Pada Bank Pembangunan Daerah Ende tidak ada denda. Tanpa disadari denda yang dilakukan oleh Bank- Bank atau Koperasi simpan pinjam adalah tindakan membunuh manusia. Perbuatan itu lebih kejam dari pada orang yang menjual jantung dan ginjal manusia.

Jika hasil akhirnya merugi seperti bank NTT, itu ibaratnya para Pengelola bank NTT adalah penjahat besar yang menghentikan nadi rakyat jelata. Mereka adalah bandit- bandit yang menghisap darah rakyat kecil. Para pimpinan bank sama seperti “Darkula” yang meminum atau menghisap darah rakyat jelata.

“Uang ada di Kantong umat,” kata Santo Arnoldus Yansen. Santo Arnoldus Yansen, SVD membangun SVD dengan uang dari kantung umat. Para Pastor bingung bagaimana membangun gedung-gedung untuk seminari dan pembiayaan seminaris-semonaris.

Pemda Ende dapat membangun Ende dengan uang dari kantung rakyat dan uang dari kantung Para Kontraktor yang tidak diterima oleh Bupati/Wakil Bupati dan para Kadisnya. Fee yang 10% dari kontraktor bisa dipakai untuk membangun papan, mendirikan bank, dan membangun infrastruktur jalan desa atau jalan tani. Pemda bisa membangun Ende dengan
revolusi di segala bidang secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Rakyat Ende yang sangat saya cintai.

Ende masih diselimuti oleh KKN yang merugikan uang negara. Salah satu penyebab kebocoran keuangan negara adalah Bupati dan DPRD melakukan Mark Up proyek. Mark Up artinya menaikan harga agar feenya lebih besar. Bila anggaran tidak dinaikan atau dimark up, maka feenya pasti kecil.

Para Koruptor gaya hidupnya mewah. Mereka tidak tahu malu. Mereka berfoya- foya dengan uang hasil korupsi. Mereka hidup di atas penderitaan rakyat kecil. Ini lah salah satu motifasi EMAS maju ikut kontest PILKADA pada bulan November 2024.

Saya tidak pernah takut dengan “kampanye hitam” atau “black campaign.” Ini adalah “pertempuran berdarah saya.’ This is “my blood battle.”

Saya harus lawan dengan Pembunuh Nadi Rakyat Jelata. Mereka adalah para penjahat besar yang harus dihentikan atau dibasmi di Kabupaten PANCASILA.

“Berikan kepada Kaisar apa yang menjadi milik Kaisar dan berikan kepada ALLAH apa yang menjadi milik ALLAH”, jawab Yesus atas pertanyaan dari seorang farisi.

Bertobatlah dan jangan pernah berbuat dosa yang sama yaitu mencuri uang negara.

Kembalikan hak rakyat apa yang menjadi hak rakyat. Jangan merencanakan untuk merampas hak rakyat lagi. Rakyat sudah menderita dan jangan membuat mereka menderita lagi dengan janji- janji palsumu.

Terima kasih Anda telah membaca Episode 20. Bagilah tulisan ini ke Sahabat- sahabatmu serta WAG- WAG Anda.

Sampai jumpa pada Episode 21.

Wassalam,

EMAS.

Penulis: Rian LakaEditor: Tim/RF
slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||