Tarik Ulur Laporan Balik ‘Adrianus’ Dihujani Arahan Polsek Wolowaru, Ada Apa?

Aneh, usai terlapor (jarot) bermalam 5 (lima) hari di kantor Polsek Wolowaru tanpa adanya status penahanan, hingga kini masalah gantung tanpa penyelesaian.

Pasalnya, pelapor (Jane) yang disebut – sebut sebagai adik kandung Wakil Bupati Ende, Erikos Emanuel Rede, sejak melapor Jumad 24 Juni 23 hingga 28 Juni 23, enggan memenuhi panggilan polisi terkait laporan tersebut.

Hal tersebut menggugah bela rasa keluarga terlapor, Hermanus Gatu angkat bicara terkait melabatnya proses hukum yang dijalankan di Polsek Wolowaru memicu tarik – ulur laporan yang dilakukan.

Ia mengatakan bahwa, melambatnya proses hukum dikarenakan sikap acuh tak acuh yang diragakan pelapor menyepelehkan panggilan Polsek Wolowaru dinilai sebagai ‘kesengajaan’ dari pelapor.

Kesengajaan itu, kata Herman untuk mengulur – ngulur proses hukum yang tengah dilaksanakan oleh pihak Kepolisian Sektor Wolowaru. Artinya, sikap acuh semacam ini merupakan sikap yang tidak patut dipuji.

Ironisnya lagi, semakin laporan menggantung di pintu kantor penyidik Polsek Wolowaru semakin pula, masalah tersebut mengendap – endap tanp penyelesaian. Ungkap Herman

Namun lebih anehnya lagi ketika dirinya mendampingi Adrianus yang juga dianggab sebagai korban pemukulan dari Nimus, laporan Adrianus pun tak mendapatkan perlakuan yang sama oleh pihak Polsek Wolowaru.

Hal tersebut ditenggarai oleh tarik ulur laporan yang menyebakan Adrianus berkali – kali diarah kan pihak Polsek Wolowaru untuk dilaporkan ke pihak Polres Ende.

Kenyataan itu, menggambarkan begitu rapuhnya penegakan hukum diakibatkan oleh etikad baik korban (Adrianus) dinilai enggan direspon oleh pihak Polsek Wolowaru.

“Saya dampingi pelapor untuk mengajukan laporan balik kepada Nimus yang juga keluarga pelapor tapi tidak mendapatkan perlakuan yang baik oleh pihak Polsek Wolowaru. Saya kira rill bahwa peristiwa tersebut itu terjadi di wilayah hukum Polsek Wolowaru, sebenarnya itu tidak perlu arahkan korban untuk laporkan ke Polres Ende. Karena apa yang special dari penegakan hukum antara Polsek dan Polres”, kata Herman

Harusnya, lanjut Herman, terima saja laporan. Toh kalau pun setelah laporan diterima Polsek Wolowaru, baru dilimpahkan ke Polres Ende tuk diselesaikan.

“Kami tidak merasa keberatan, kalau masalah ini dilimpahkan ke Polres Ende. Namun hargai kami juga, lagian kami juga masyarakat. Saya menduga, janga sampai Polsek Wolowaru takut memanggil Nimus hanya karena Nimus adalah keluarga Wakil Bupati Ende”, ucap Herman

Herman berharap kiranya proses hukum harus ditegakan secara merata dan berimbang oleh Polsek Wolowaru. Sehingga rakyat kecil seperti kami tidak merasa kecewa.

Sementara, ketika dikonfirmasi awak media via sambungan telepon, Kapolsek Wolowaru, Yosep Mali mengatakan, sebetulnya kami tidak tolak tetapi kami hanya mengarahkan ke Polres Ende. Tutup Yosep

Setelah ditanya awak media mengapa dari siang hingga sore hari korban meminta untuk memilih melaporkan ke Polsek Wolowaru tetapi Kapolsek Yosep menjawab bahwa kami cuma mengarakan ke Polres.

Terpisah dalam pantauan awak media karena terus dirahkan untuk melapor ke Polres Ende korban (Adrianus) terpaksa harus memenuhi permintaan Polsek Wolowaru.

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||