Tualang Berakhir Nestapa di Bumi Ende Flores

Oleh : Rian Laka

Mengulang tragedi memilukan di 6 (enam) tahun silam lalu. Mendung runtuh di hari Rabu, 24 Mei 2017. Tanpa kompromi, takdir mampir membelah sepi, merenggut sunyi denyut nadi. Insan pasrah di ujung doa, pecah tangis jadi litani pelipur hati.

Dua sahabat dengan getar jiwa membara lukiskan identitas persahabatan pada kanvas alam. Vindhya Birahmatika Sabnani (Vindhya) dan Tubagus Shobarun Syakur (Sobar).

Memori sahabat masih membekas diselimuti kidung duka pada alur kenangan. Napak jejak sang petualang mengundang pilu menyayat kalbu, mengurai rindu di ujung ufuk. Malam masih terlalu ‘pagi’ menjemput ‘pergi’, nyanyian sunyi  lapangkan jiwa di serambi ziarah nan kekal.

Tragedi di Safari tak mesti jadi akhir bernama takdir. Tak sudi, hati teriris bercampur empati, mazmur lara tiada tara, misteri dan kenangan hanya milik Sang Pencipta. Tapi senandung lirih menepis elegi; sahabat sejati tak mesti lari menghujat takdir, berkawan setia hingga ajal tiba karena sesungguhnya sahabat sejati adalah saksi.

Di luar sana hanya ada teka-teki di balik misteri. Namun jiwa sahabat mereka sekekal cinta pada alam semesta, tiada sekat perbedaan, tiada emosi curiga. Energi persahabatan jadi mozaik abadi tanpa sekat musim. Jatuh cinta pada alam Tak banyak kisah jadi sorotan publik dari dua sosok pencinta dunia petualangan ini.

Namun kecintaan mereka pada alam memberi andil yang tak sedikit. Alam adalah penyejuk jiwa mereka; bangkitkan inpirasi lewat tulisan (travel blogger), menjadi sahabat bagi para wisatawan baik domestik maupun manca negara (travel guide), menjadi pegiat wisata (trip operator), bahkan dijuluki “duta wisata alam” di mata para sahabat pencinta alam.

Vindhya (33 tahun), biasa disapa dengan “si ibu penyu” karena kecintaannya pada penyu. Selain aktif sebagai travel guide, ia juga berprofesi sebagai travel consultant, marketing staff pada DestinAsia Media Group. Vindhya yang berdomisili di Cinere, Kota Depok-Jakarta Barat adalah Lulusan marketing communication pada the London public school of public relation, Jakarta.

Sementara sahabatnya, Tubagus Shobarun atau biasa dikenal Sobar Jackson (22 tahun) yang berdomisili di Kebon Jeruk-Jakarta Barat, adalah mahasiswa pencinta alam yang terlibat aktif dalam dunia petualangan. Keduanya terlibat aktif dalam dunia pariwisata terutama wisata alam yang selalu menjadi pusat perhatian para wisatawan.

Tak luput, berbagai objek wisata alam Flores menjadi daya tarik khusus dari kedua sahabat sejati ini. Meski tak dianugerahi dengan prasasti, prestasi atau penghargaan sejenis, cinta mereka pada alam adalah andil yang tak ternilai.

Mereka lukiskan jejak petualang pada kanvas alam agar jangan ada lagi tangan serakah merusak terumbu karang, tak ada lagi limbah pabrik mencemari lautan, tak ada lagi tuna-nurani penguasa memprivatisasi objek wisata, tak ada lagi eksploitasi tambang yang mengeruk kandungan alam, tak ada lagi bencana karena alam sudah tak ramah.

Cinta mereka pada alam laksana pancaran jiwa yang tak lekang padam. Sahabat paripurna. Identitas persahabatan dengan kekuatan jiwa tanpa prasangka, semestinya melampaui asumsi dan opini publik yang terlanjur prematur terbangun di balik tragedi di Hotel Safari, Ende-Flores, Rabu (24/5/2017).

Jiwa persahabatan mereka adalah saksi meski pilihan takdir merenggut pergi. Tak mesti sahabat sejati ‘ditinggal pergi’ apalagi dalam situasi paling sulit. Dengan yakin doa batin, mereka pergi dengan jiwa lapang sebagai sahabat karena kehendak Sang Pencipta tak kuasa dibantah. Niscaya, keabadian hanya milik Tuhan.

Kidung Duka Litani Doa

Usai sudah kisah petualangan. Berakhir sudah memori kiprah dua sahabat pencinta alam; Vindhya dan Sobar. Meski terlahir bukan dari rahim bumi yang menghendakimu ‘pergi’ tanpa pamit, yakin kami pada cinta pertiwi yang memanggilmu kemari hingga cerita tualang berakhir di Safari, bumi Ende, Flores-Pulau Bunga.

Di sini, saat jejak singgah berakhir nestapa, adalah rumahmu jua, kawan. Banyak sahabat lambungkan duka sembari berujud lirih dalam litani doa batin, berziarahlah dengan jiwa berseri sebagai sahabat, memasuki alam abadi dengan jiwa yang tak lagi lelah bertualang.

Tak lupa, litani doa sahabat mengiringi ziarah abadimu meski dengan hati teriris duka. “Travel well, Vindhya Birahmatika Sabnani-seperti penyu-penyu yang selalu kembali ke tempat mereka dilahirkan. I’ll be missing you,” tulis Hanny Kusumawati.

Salam pisah dilantunkan Aji Rachmat: “selamat jalan Vindhya Birahmatika Sabnani, “ibu Penyu” dan Jobar jackson “like this adventure.” Kepergian kalian mengagetkan keluarga besar trip operator. Selamat menikmati trip abadimu, kawan. Doa kami yang berkabung.

“Sore tadi aku kirim editan artikelmu, ternyata kamu sudah pergi. Thank you for your wondeful stories and beautiful memories, Vindhya Birahmatika Sabnani,” tulis Valian Budi Vabyo “Kalian sangat berjasa bagi pariwisata Flores. Jiwa dan cinta kalian terus berkobar tanpa menyerah dengan keadaan, sesulit apa pun.

Selamat jalan Vindhya dan Sobar, dua sahabat yang punya andil bagi dunia wisata Flores,” tulis Alfonsa Horeng.   Tidak lupa, litani doa dari para sahabatmu: Min Harjan Toya, Tobias Gembira, Muhhamad Yamin. “Salam duka mendalam atas kepergianmu, Vindhya dan Sobar. Kami semua mencintaimu.” Rest In Peace, Vindhya dan Sobar. (Artikel Rian Laka)

slot ||
slot88 ||
Server Thailand ||
Slot Gacor Maxwin ||
Slot gacor ||
slot online||
Slots ||
SBOBET||
game slot
daftar slot ||
slot game||
poker online
slot thailand||
game slot online||
situs slot||
slot gacor online||
situs slot terbaru||
slot terbaru||
idn slot||
slot gratis||
https://voiceofserbia.org||
https://tibetwrites.org/||